Kho Ping Hoo Istana Pulau Es (Bab 288), Kabur dari Kelompok Kaki Buntung, Terjebak di Rawa
BEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Mereka tidak begitu kaget dan heran karena mereka segera mengerti bahwa dara perkasa itu sebetulnya belum mati ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Mereka tidak begitu kaget dan heran karena mereka segera mengerti bahwa dara perkasa itu sebetulnya belum mati ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Beradu punggung bersama Siauw Bwee. Dengan cara ini, mereka berdua tidak dapat dikurung lagi dan hanya menghadapi ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Siauw Bwee menggerakkan kakinya menangkis dan tangan kirinya memukul dengan dorongan penuh tenaga sin-kang. Dua orang di ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – "Aku tidak takut! Aku tentu akan dapat membebaskan orang kasar Huieng Liem Hok Sun itu." "Apamukah dia ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – "Dan engkau sendiri, kulihat kaki dan tanganmu lengkap, tidak ada yang buntung. Mengapa engkau sampai bermusuhan dengan kaum ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Mengetahui lebih dulu siapakah Nona dan mengapa Nona menyelundup masuk seperti ini?" Siauw Bwee maklum bahwa tentu orang ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Si Mayat Hidup, dia menjadi makin geli hatinya melihat betapa "mayat hidup" itu matanya melotot memandang kepadanya kedua ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Ke arah mayat tinggi besar yang tubuhnya juga tidak rusak, hanya memakai cawat dan kepalanya gundul, dia bergidik. ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – "Aku membawa mayat baru, Hek-mo. Mayat seorang yang terhormat dan sama sekali bukan musuh kita. Sayang aku telah ...
Read moreBEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Kalah kuat sin-kangnya oleh dara penghuni Pulau Es yang hebat ini. Akan tetapi, dalam perputaran ini, kedua ...
Read more© 2018 JNews by Jegtheme.