Bebasbaru
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
Bebasbaru
No Result
View All Result
Home Cerbung

Kho Ping Hoo Istana Pulau Es (Bab 646), Han Ki Melarang Siauw Bwee Balas Dendam

"Bukankah itu sudah seharusnya demikian, Suheng? Sudah adil kalau budi dendam dibalas sehingga menjadi adil namanya?

admin_bebasbaru by admin_bebasbaru
6 Mei 2025
in Cerbung
Kho Ping Hoo Istana Pulau Es (Bab 53), Kam Liong Sadar, Kemenakannya Suma Hoat Cintai Tunangan Orang

Ilustrasi Cersil Kho Ping Hoo, Istana Pulau Es (dok, tangkapan layar)

189
SHARES
1.5k
VIEWS

BEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Dia melakukan hal yang baik seperti yang dilakukan puteranya, tentu dia takkan kauanggap musuh.

Jadi, sama sekali bukan pribadinya yang membuat engkau mendendam, melainkan perbuatannya terhadap dirimu!

Baca Juga

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 152), Han Han Makin Yakin Silat Itu Baik!

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 151), Anak Hek-liong-pan Hadapi Anak Buah Ma bin Lo-mo

Kalau perbuatan itu baik dan menguntungkan dirimu, maka engkau merasa berhutang budi! Kalau perbuatannya buruk bagimu dan merugikan dirimu, tentu akan kauanggap sebagai dendam sakit hati yang harus dibalas.

Dengan demikian, maka terciptalah rantai yang tiada putusnya berupa balas membalas, baik membalas budi maupun membalas dendam!”

“Bukankah itu sudah seharusnya demikian, Suheng? Sudah adil kalau budi dendam dibalas sehingga menjadi adil namanya?

Bukankah sudah demikian pada umumnya hukum karma?” Han Ki menggeleng kepalanya. “Memang demikianlah pendapat umum yang telah menjadi tradisi usang.

Karena kepercayaan dan pendapat turun-temurun seperti inilah membuat kita terseret ke dalam arus yang dibuat manusia sendiri dan dinamakan karma.

Mata rantai itu terbentuk dari perbuatan-perbuatan yang menghendaki akhiran yang menyenangkan, perbuatan-perbuatan yang bertujuan, berpamrih.

Apakah artinya perbuatan baik maupun buruk kalau didasari tujuan tertentu, berpamrih yang bukan lain hanya pencetusan dari rasa sayang diri belaka?

Perbuatan demikian itu, baik maupun buruk, adalah perbuatan yang tidak wajar, yang palsu dan karenanya selalu berkelanjutan dan berekor tiada kunjung putus dan menjadi hukum karma.

Layaknya kalau hidup kita ini hanya kita isi dengan perbuatan-perbuatan palsu yang lebih patut disebut hutang-pihutang?

Tiada kebebasan, tiada kewajaran sama sekali?” Mendengar pendapat yang baru sama sekali ini, yang belum pernah dia mendengarnya.

Siauw Bwee terkejut dan juga terheran, memandang suhengnya dengan alis berkerut dan dia membantah.

“Akan tetapi, Suheng! Apakah engkau hendak menganjurkan agar kita tidak usah mengenal dan membalas budi?

Suheng! Orang yang tidak mengenal budi adalah orang yang rendah dan tidak baik!” Kembali Han Ki menggeleng kepalanya, memandang sumoinya dengan tajam lalu berkata, suaranya bersungguh-sungguh.

“Ucapanmu itu mencerminkan pandangan umum, namun sesungguhnya pandangan seperti itu adalah tidak tepat, Sumoi.”

“Mengapa tidak tepat? Orang harus selalu mengingat budi orang lain yang dilimpahkan kepadanya dan berusaha untuk membalas budi itu!”

“Cobalah renungkan dalam-dalam dan dengarkan baik-baik kata-kataku ini, Sumoi. Orang yang mengingat dan membalas budi orang lain adalah orang yang menghendaki agar budinya diingat dan dibalas orang lain pula!”

“Apa salahnya dengan itu? Saling membalas budi adalah perbuatan orang sopan dan baik!” “Kalau sudah dijadikan keharusan balas-membalas.

Berarti bayar-membayar dan perbuatan itu tidak patut disebut budi lagi, melainkan semacam hutang-pihutang!

Dengan mengingat dan membalas budi orang lain berarti merendahkan orang itu, merendahkan pula nilai perbuatannya…..BERSAMBUNG
SUMBER: Microsoft reader

Tags: Istana Pulau EsKam Han Kikho ping hooSiauw Bwee

Post Terkait

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 1), Tragedi Keluarga Sie Bun An
Cerbung

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 152), Han Han Makin Yakin Silat Itu Baik!

27 Oktober 2026
Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 1), Tragedi Keluarga Sie Bun An
Cerbung

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 151), Anak Hek-liong-pan Hadapi Anak Buah Ma bin Lo-mo

27 Oktober 2026
Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 1), Tragedi Keluarga Sie Bun An
Cerbung

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 150), Musuh Kaget Siapa yang Dihadapi

27 Oktober 2026
Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 1), Tragedi Keluarga Sie Bun An
Cerbung

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 149), Ma-Bin Lomo Marah Ada Kelompok Lain

27 Oktober 2026
Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 1), Tragedi Keluarga Sie Bun An
Cerbung

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 148), Muka Kuda Bertemu Musuh Bebuyutan

17 Oktober 2026
Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 1), Tragedi Keluarga Sie Bun An
Cerbung

Kho Ping Hoo Pendekar Super Sakti (Bab 147), Ada Kapal Saingan

17 Oktober 2026
Next Post
Kho Ping Hoo Istana Pulau Es (Bab 53), Kam Liong Sadar, Kemenakannya Suma Hoat Cintai Tunangan Orang

Kho Ping Hoo Istana Pulau Es (Bab 647), Han Ki Minta Lupakan Dendam ke Keluarga Suma Kiat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    755 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Heboh, Ayu Soraya Istri Ko Apex Ngaku Langsung Mual Lihat Rekaman Video Syur Dj Dinar Candy dengan Suaminya

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Bukan Eks Suami, Tapi Kerja Sebagai Pengangkut Buah Milik Korban, Tega Berbuat Sadis Karena Ini..!

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Heboh Video Selebgram Melon Gede Anastasya Khosasih di KDRT Kekasih, Tapi Netter Malah Bilang Gini!

    629 shares
    Share 252 Tweet 157
  • Video Syur Mirip Audrey Davis Anak David Naif Bikin Heboh, Ada 3 Klip Lohh!

    611 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Industri Film Syur JAV Butuh Pemeran Pria, Lowongan Kerja Nih Bagi Pria Punya Burung Gede!

    511 shares
    Share 204 Tweet 128
  • Inilah Nama Caleg Dapil Murung Pudak yang Lolos ke DPRD Tabalong 2024-2029, Gerindra Raih 2 Kursi

    448 shares
    Share 179 Tweet 112
  • Berpulangnya si Mantri Ramah dan Kocak: Profil Mantri Ibur Korban Kecelakaan di Sungkai Ketika Hadiri Haul Guru Sekumpul

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Hasil Real Count Sementara DPRD Tabalong, Petahana Banyak Terpental, 6 Parpol Bersaing Unsur Pimpinan

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk Buka Lowongan Baru, Ini Lokasi Kerjanya Kalau Diterima!

    383 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Alamat Redaksi: Jl. H. Badaruddin, RT 1, No. 69, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, 71561
  • Telpon-WA: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com

Category

  • Tokoh, Politik dan Investigasi
  • Post
  • Kriminal
  • Nasional dan Daerah
  • Internasional
  • Advetorial
  • Dunia Islam

Category

  • Otomotif
  • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olaharga & Gaya Hidup
  • Gosip
  • Film
  • Cerbung

Info Iklan

  • Telp: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com dan rudin_bebas@yahoo.co.id
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2023 Bebas Baru
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung

© 2018 JNews by Jegtheme.