BEBASBARU.ID, BANJARBARU – Horor kabut asap melanda Banjarbaru, ibukota Kalimantan Selatan ini, jarak pandang hanya berkisar 10 meteran saja.
Ini adalah dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti sebagian Kota Banjarbaru. Kabut asap kali ini merupakan yang terparah sejak Karhutla melanda Banjarbaru.
Yang trdampak adalah di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, hingga ke Pengayuan serta perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (1908/2026), Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Syamsir Rahman yang kebetulan melintas di wilayah Landasan Ulin mengatakan, jarak pandang sangat terbatas, hanya berjarak lima sampai 10 meter saja.
“Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja,” ujar Syamsir dalam keterangannya yang diterima, Rabu.
Pengendara harus melambatkan kendaraan Untuk mengantisipasi kecelakaan, para pengendara memilih melambatkan kendaraan.
Hulu Barito Menyusut akibat Kemarau, Syamsir mengimbau kepada warga Banjarmasin yang akan ke Banjarbaru untuk menggunakan masker agar terhindar dari dampak buruk kabut asap.
“Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya,” imbau Syamsir. Herman, pengguna jalan mengatakan, dirinya memilih melambatkan kendaraan untuk mengantisipasi kecelakaan.
“Ini sudah parah kabutnya, kalau laju bahaya, bisa kecelakaan,” ujar Herman.
Kabut asap yang menyelimuti Banjarbaru hari ini kata Herman merupakan yang terparah sejak sebulan terakhir.
Hampir tiap hari melewati kabut asap, Herman mulai khawatir akan dampaknya. Herman berharap agar pemerintah segera mengatasi Karhutla agar kabut asap segera mereda.
“Ini kan efeknya ke kesehatan kami pengguna jalan. Kalau bisa ada tindakan segera supaya Karhutla ini bisa segera di atasi,” pungkas Herman.***







