BEBASBARU.ID, TABALONG – Malam Minggu atau Sabtu (05/09/2026) malam ini, Tabalong, khususnya di Kecamatan Tanta dan Tanjung hujan lebat.
Setelah sebelumnya sejak sore tadi mendung, hujan pun akhirnya menguyur lumayan lebat, sejak pukul 20:15 Wita hingga 21.30 Wita atau hampir satu jam.
Hujan yang lumayan lebat ini tentu saja sangat kotor, mengingat hujan sangat lama tidak turun dan atap rumah warga tertutup debu lumayan tebal.
Hujan ini juga membuat bau asap pekat menghilang dan udara segar bukan main. “Tapi di Maburai (Kecamatan Murung Pudak) tidak se-lama di Tanta dan Tanjung, lebatnya hanya sebentar,” ungkap salah satu warga ke redaksi BEBASBARU.ID.
Sebelumnya Tabalong mengalami kemarau yang parah, di tambah kabut asap kiriman dan juga cuaca yang sangat panas, dengan suhu berkisar 34-38 derajat celcius.
OMC Dilakukan Hari Ini Hingga 8 September 2026
Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan kembali dilaksanakan di Kalimantan Selatan mulai Sabtu 5 hingga 8 September mendatang.
OMC diharapkan mampu mendatangkan hujan sekaligus menambah debit air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Rony Eka Saputra, mengatakan pelaksanaan OMC kembali dilakukan di tengah kondisi kemarau panjang yang masih melanda Kalimantan Selatan.
Menurutnya, hari tanpa hujan di wilayah Kalsel telah berlangsung hampir satu bulan lebih, sementara potensi hujan masih belum terlihat.
“OMC pun baru bisa dilaksanakan kemungkinan besok hari sampai dengan tanggal 8. Kita harapkan OMC besok bisa membawa hasil dan menambah debit air,” ujar Rony, Jumat 4 September 2026, di Posko Karhutla.
Rony menjelaskan, tambahan debit air sangat dibutuhkan karena ketersediaan air untuk penanganan karhutla mulai berkurang.
Kondisi ini membuat tim harus mengatur penggunaan air secara efektif, khususnya untuk pembasahan dan perendaman kawasan gambut.
Selama 14 hari terakhir, pembasahan dan perendaman telah dilakukan di sejumlah kawasan gambut. Upaya tersebut disebut mulai menunjukkan hasil dengan adanya penurunan titik panas di beberapa wilayah, termasuk kawasan Hutan Damar dan Pengayuan.
Namun, keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam mempertahankan upaya pembasahan tersebut. “Kami harus berusaha maksimal untuk bisa memadamkan api ini, namun juga tidak membuang-buang sumber daya air yang memang saat ini sangat terbatas,” katanya.
Hingga Jumat (4/9/2026) pukul 18.00 WITA, tercatat sebanyak 2.586 kejadian karhutla di Kalimantan Selatan dengan luasan mencapai 19.539 hektare.
Selain mengandalkan OMC, penanganan karhutla juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi drone thermal untuk mendeteksi bara api di bawah permukaan gambut.
Rony menyebut drone thermal yang telah diuji Polda Kalsel cukup efektif menemukan lokasi bara api di bawah permukaan. Namun, jumlah perangkat dan waktu operasionalnya masih terbatas.
Pihaknya kini berupaya berkoordinasi dengan asosiasi pilot drone untuk mendapatkan tambahan perangkat, sehingga operasi pencarian bara api dapat dilakukan lebih maksimal.
Dengan kembali dilaksanakannya OMC, tim penanganan karhutla berharap hujan dapat turun dan menambah ketersediaan air, sehingga upaya pemadaman serta pembasahan kawasan gambut dapat terus dilakukan secara optimal.







