BEBASBARU.ID, BANJARMASIN – Nama mantan Gubernur Rudy Ariffin yang menjababt Tahun 2005-2015 tentu paling di ingat warga Banua adalah, berani menghentikan ribuan truk-truk batubara, yang bikin macet Tapin hingga Banjarmasin.
Bayangkan, gara-gara ribuan truk pengangkut batubara itu, Jarak dari hulu sungai ke Banjarmasin di tempuh hingga 8-10 jam bahkan lebih, yang semestinya hanya 4 jam saja.
Belum lagi angka kecelakaan lalu lintas yang meningkat drastis. Gubernur kala itu, termasuk PLT nya gagal hentikan truk-truk tersebut, saking hebatnya si pemilik batubara tersebut ‘nyogok’ oknum aparat di daerah ini.
“Kalau saya menang dan di lantik menjadi Gubernur Kalsel, terhitung hari itu juga, ribuan truk-truk ini dilarang melintas jalan negara tanpa kecuali,” kata Rudy Ariffin tegas.
Jargon itulah yang bikin Rudy Ariffin dan pasangannya saat itu Rosehan NB, mampu menang di pilkada langsung Tahun 2005, mengalahkan petahana Scahriel Darham-Noor Aidi dan paslonnya lainnya.
Kini, sang gubernur kalem itu telah berpulang selamanya pada Minggu (06/09/2026), tapi jasanya tetap di ingat hingga kini.
Pernah Gagal di HST, Lalu Menang di Banjar
Lulusan APDN Tahun 1975 ini pernah menjabat sebagai Sekda Banjar. Rudy Ariffin lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 17 Agustus 1953, pernah gagal saat berlaga di Piljada Hulu Sungai Tengah Tahun 2000, yang saat itu masih di pilih DPRD.
Tapi, tak berselang lama, suami Hayatun Fardah dan dikaruniai dua orang anak bernama Aditya Mufti Arifin dan Setya Persada Ariffin, sukses comeback di pilkada Kabupaten Banjar (Kembali di pilih DPRD).
Rudy Arifin maju sebagai calon gubernur Kalimantan Selatan, dia terpilih menjadi gubernur periode 2005-2010. Dia maju Pilgub dengan kendaraan partai politik.
Rudy Arifin adalah Ketua DPW PPP Kalimantan Selatan. Pada pemilihan gubernur berikutnya, dia terpilih kembali untuk jadi Gubernur Kalimantan Selatan 2010-2015 dengan Rudy Resnawan.
Selamat jalan pa Rudy Ariffin, jasamu akan selalu di ingat warga Kalsel.***







