BEBASBARU.ID, BATULICIN – Peristiwa tragis yang merengut nyawa 5 mahasiswa ULM an UNUKASE dan 2 orang lainnya, benar-benar sangat mengejutkan.
Tak main-main jumlah yang tewas, yakni 5 mahasiswa yang saat itu naik mobil jenis picjk up, untuk berwisata di Mantaewe, Tanah Bumbu, Kalsel.
Tragedi kecelakaan maut terjadi di daerah Gunung Raya, Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin, Kecamatan Mantewe, Tanahbumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (1/8/2026) siang.
Dikutp dari banjarmasinpos.co,id, Minggu (02/08/2026), kecelakaan maut mengakibatkan 5 korban diantaranya mahasiswa. Selain mahasiswa juga ada sopir truk tangki yang jadi korban.
Berikut beberapa fakta didapati dari kasus kecelakaan pikap vs mobil tangki pengangkut BBM.
Kecelakaan maut ini merenggut nyawa 5 mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di di Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintang, Batulicin, Tanahbumbu.
Kelima mahasiswa yang meninggal dunia itu kabarnya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel.
Kecelakaan maut terjadi di daerah Gunung Raya, Jalan Alternatif BJB Batulicin, Kecamatan Mantewe, Tanahbumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (01/08/2026) sekitar pukul 11.00 Wita kemarin.
Informasi terbaru dari relawan, kecelakaan maut ini ternyata merenggut nyawa tujuh orang, yang terdiri dari lima mahasiswa, satu sopir truk tangki dan remaja karang taruna.
Awalnya, informasi beredar, korban yang meninggal dunia 5 mahasiswa.
Sementara, mahasiswa yang meninggal dunia itu melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintang, Batulicin, Tanahbumbu.
Selain itu, ada korban luka yakni satu Orang, kemudian jumlah yang dirawat di rumah sakit satu orang. Dalam informasi itu, kronologis singkatnya, rombongan hendak rekreasi ke Sungai Alut kecamatan Mantewe.
Namun, dalam perjalanan, kecelakaan terjadi dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM).
Insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan Gunung Raya, Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan sedikitnya menewaskan lima orang mahasiswa.
Tiga diantaranya merupakan Mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE).
Baru Minggu KKN
Kabar duka ini dibenarkan oleh Wakil Rektor III UNUKASE, Dr Ir Murjani, saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut. Ia mengaku baru menerima laporan terkait musibah yang menimpa mahasiswanya beberapa jam pasca kejadian.
“Benar, kami baru mendapat kabarnya sekira pukul 13.30 WITA,” kata Murjani, Sabtu (1/8/2026).
Adapun identitas ketiga mahasiswa UNUKASE yang menjadi korban tewas dalam laka lantas tersebut, yakni, Veri Andi Saputra, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi.
Selain itu dua orang mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), yaitu Nafa Izzatul Jannah dan Nur’aini Salsabila.
Ketiga korban tercatat sebagai mahasiswa semester 6, yang saat ini sedang bertugas menjalankan program KKN di wilayah Kabupaten Tanahbumbu.
“Mereka baru saja KKN, sekitar 2 pekan lalu,” ujar WR III. Menindaklanjuti informasi duka tersebut, jajaran pimpinan rektorat UNUKASE saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi kejadian.
“Saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju ke Tanah Bumbu,” terang Murjani. Selain mahasiswa UNUKASE, dua korban jiwa lainnya merupakan mahasiswa dari ULM.
5 Mahasiswa ULM dan Unukase Jadi Korban
Lima dari tujuh korban tewas dalam musibah pada Sabtu (1/8/2026) siang tersebut merupakan mahasiswa aktif dari Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.
Dua mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut yakni Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani.
Sementara itu, tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel yang turut gugur adalah Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, serta Veri Andi Saputra yang saat kejadian bertindak sebagai pengemudi armada pikap.
Kecelakaan maut itu juga merenggut nyawa Tegar Mangku Alamsyah, seorang anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, dan M. Ilyas selaku sopir truk tangki BBM.
Adapun satu korban selamat yang mengalami luka berat, M. Fahrizal Hasbi dari ULM, saat ini tengah mendapat penanganan medis intensif setelah dirujuk ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin.
Seluruh jenazah korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sedangkan korban luka berat langsung dirujuk ke RS Marina.
Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 11.45 Wita tersebut bermula saat rombongan mahasiswa KKN bermaksud mengisi waktu libur dengan berwisata ke kawasan Sungai Alut, Kecamatan Mantewe.
Perjalanan tersebut berakhir duka setelah kendaraan terbuka yang mereka tumpangi beradu banteng dengan truk tangki hingga bagian kabin kedua armada hancur parah.
Saat ini, armada pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa telah dievakuasi menggunakan truk derek oleh pihak kepolisian untuk kepentingan pemeriksaan.
Penyidik Penegakan Hukum Satlantas Polres Tanahbumbu masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna memetakan kronologi dan memverifikasi penyebab pasti kecelakaan lalu lintas tersebut.***








