BEBASBARU.ID, BATULICIN – Peristiwa tragis itu benar-benar menyesakan bagi keluarga korban, ank-anak mereka yang jadi mahasiswa dan menempuh pendidikan kini hanya tinggal kenangan.
Saat ini Polres Tanahbumbu masih mendalami insiden kecelakaan maut di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin yang menewaskan tujuh orang dan mengakibatkan satu orang luka berat pada Sabtu (1/8/2026).
Di balik penanganan darurat pascainsiden, tim medis Puskesmas Mantewe sempat berjuang menyelamatkan dua korban yang berhasil tiba di fasilitas kesehatan dalam kondisi masih bernapas.
Dikutip dari banjarmasinpost.co.id, Minggu (02/08/2026), Kepala Tata Usaha Puskesmas Mantewe, Muhammad Maulana, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan kecelakaan, pihaknya langsung mengerahkan armada ambulans ke lokasi kejadian.
Namun, penanganan awal terhadap empat korban pertama dilakukan menggunakan mobil pikap warga yang bergerak lebih cepat menuju puskesmas.
Dari empat korban rombongan awal tersebut, dua orang dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba.
Sementara itu, dua korban lain yang mengalami luka berat, yakni pendamping desa bernama Tegar serta seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bernama M. Fahrizal Hasbi, langsung mendapatkan perawatan intensif darurat dari tim medis.
“Dua orang meninggal waktu sampai, dua orang lain itu Pak Tegar pendamping dari Desa Batulicin Irigasi dan satu mahasiswa ULM masih hidup, keduanya mengalami luka berat,” ujar Maulana.
Dalam proses penanganan medis tersebut, Tegar akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat luka parah di bagian kepala serta patah tulang pada tangan dan kaki.
Sementara itu, Fahrizal yang membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut segera dirujuk ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin.
Ambulans Puskesmas Mantewe yang dikerahkan ke lokasi kejadian melakukan evakuasi secara bertahap untuk membawa sisa jenazah korban lainnya dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Penjemputan dilakukan sebanyak dua kali perjalanan, yakni membawa dua jenazah perempuan pada gelombang pertama dan dilanjutkan dua jenazah pria, termasuk pengemudi truk tangki BBM.
“Kami punya dua unit ambulans, jadi tadi dua kali jemput, pertama dua perempuan, lalu dua orang laki-laki yang tak lain adalah sopir,” kata Maulana menambahkan.
Menurut Maulana, mayoritas korban mengalami benturan keras dan trauma berat pada bagian kepala serta anggota tubuh lainnya.
Setelah seluruh korban diidentifikasi oleh pihak keluarga di puskesmas, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka masing-masing, di mana dua jenazah dibawa ke Banjarbaru dan Martapura, sedangkan sisanya disemayamkan di wilayah Kabupaten Tanahbumbu.
Pemkab Tanahbumbu Tanggung Seluruh Pengobatan
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memastikan seluruh biaya penanganan medis korban kecelakaan lalu lintas rombongan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Langkah ini diambil atas instruksi langsung Bupati Tanah Bumbu pasca musibah yang menimpa para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, meninjau langsung penanganan para korban di RS Marina Permata. Di lokasi tersebut, korban selamat, mahasiswa atas nama M. Fahrizal Hasbi, sempat mendapatkan perawatan medis intensif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, dr. Arman, menyampaikan bahwa jenazah korban meninggal dunia telah dipulangkan ke rumah duka sejak Sabtu malam.
Sementara itu, korban selamat yang semula dirawat di IGD RS Marina Permata kini telah dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dengan kondisi sadar dan stabil.
“Pasien yang dirujuk mengalami cedera pada tangan kanan dan kaki, dicurigai patah tulang,” ujar dr. Arman saat dikonfirmasi pada Minggu (2/7/2026) siang.
Musibah naas ini terjadi sekitar pukul 11.45 WITA ketika rombongan mahasiswa KKN berencana mengisi hari libur menuju kawasan wisata Sungai Alut.
Namun, perjalanan tersebut berakhir duka setelah mobil pikap yang mereka tumpangi bertabrakan hebat dengan truk tangki hingga kabin kedua kendaraan hancur.
Saat ini, kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi menggunakan truk derek oleh aparat kepolisian.
Penyidik Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Bumbu masih terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa para saksi untuk memetakan kronologi serta memastikan penyebab pasti kecelakaan.***







