BEBASBARU.ID, KRIMINAL – Perbuatan Taufik Hidayat benar-benar sadis dan banyak pihak yang bilang tak tega melihat wajah Yuvita yang hancur-hancuran begitu di rumah sakit.
Dikutip dari tribunnews.com,Jumat (26/06/2026), tak hanya disekap, Yuvita juga mengalami penganiayaan di sekujur tubuh yang menuai simpati publik. Aksi keji yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita benar-benar di luar batas kemanusiaan.
Bahkan, tak hanya melakukan penganiayaan berat yang menyebabkan korban mengalami cacat permanen, Taufik juga secara paksa merajah tubuh Yuvita dengan sejumlah tato bermotif identitas dirinya.
Tato-tato tersebut ditorehkan di beberapa bagian sensitif tubuh wanita yang akrab disapa Yuvi itu, membentang dari area tangan hingga ke dada.
Berdasarkan foto yang beredar di jagat maya, rajahan di kulit Yuvi memperlihatkan gambar wajah Taufik Hidayat sendiri.
Tak hanya itu, pada bagian bahu korban, terdapat tulisan bertuliskan ‘Luvita love Taufik’. Kalimat cinta yang ironis tersebut bahkan disematkan kembali di bagian lengan dengan ukuran yang jauh lebih besar.
Penderitaan Yuvi merupakan akumulasi dari kekejaman yang ia terima selama dua tahun masa penyekapan di dalam sebuah kamar kos.
Akibat tindakan brutal kekasihnya tersebut, Yuvi harus menanggung luka parah di sekujur tubuh. Kepala korban mengalami infeksi hebat, indra penglihatannya rusak hingga tak bisa melihat, dan tulang hidungnya menjadi bengkok.
Tindakan Taufik bahkan semakin beralih brutal saat ia tega menggunting bibir bagian atas Yuvi hingga menyebabkan seluruh giginya rontok.
Tubuh Yuvi pun dipenuhi oleh bekas sayatan benda tajam serta luka bakar akibat sundutan rokok. Tidak berhenti di situ, pelaku bahkan sempat membacok bagian lutut korban.
Isyarat Keberadaan Tato Lewat Pesan Singkat
Sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Yuvi sebenarnya sempat memberikan isyarat mengenai keberadaan tato di tubuhnya kepada sang kakak ipar, Melanie.
Setelah sekian lama menghilang tanpa kabar, Yuvi sempat mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp pada November 2025.
Melanie mengenang kembali momen ketika Yuvi mengirimkan pesan yang menyayat hati, mempertanyakan statusnya di mata keluarga setelah tubuhnya berubah akibat dipaksa bertato.
“Kalau saya pulang masih dianggap anak gak yah ? tentu mana mungkin gak,” kata Melanie menirukan kecemasan yang dirasakan adik iparnya kala itu.
Dalam obrolan digital tersebut, Yuvi berulang kali menyiratkan bahwa penampilannya kini sudah berubah drastis dan tidak lagi sama seperti sedia kala.
“Vita gak kayak dulu. Gak apa-apa kami terima apapun kondisinya kami terima. Ya sudah nanti tolong jemput Vita di Permata Hijau, dekat rumah daerah Rancaekek,” katanya mengingat respons pihak keluarga yang berusaha menenangkan Yuvi.
Namun, setelah percakapan tersebut, rencana kepulangan Yuvi sempat menggantung tanpa kabar pasti dalam waktu yang cukup lama.***








