BEBASBARU.ID, KRIMINAL – Pasca insiden mengerikan yang dilakukan puluhan pemuda hingga 2X dan mengeroyok seorang kakek-kakek, kini warag nitizen lansung pertanyakan apa kinerja polisi di wilayah Banjarmasin Utara.
“Heran, 2X penyerangan, selain warganya diam, juga polisinya pada kemana, padahal sudah di laporkan,” tulis nitizen.
Nitizen lain juga bilang, Banjarmasin adalah ibukota Kalsel, kalau sampai tak aman seperti ini, kinerja aparat kepolisian perlu di tinjau ulang, Kapolsek Banjarmasin Utara dan Kapoltabes Banjamasin harus bertanggung jawab!
Dikutip dari banjarmasin.tribunews.com, Sabtu (30/05/2026), insiden penyerangan di kawasan RT 9, Jalan Jahri Saleh, Komp. Cacat Veteran, Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, disebut terjadi dua kali dalam di malam yang sama, Rabu (27/5/2026) dinihari.
Tak hanya melakukan pengeroyokan para pelaku juga melakukan pengrusakan terhadap rumah Muhammad Saleh Fauzi (59).
Bahkan Kai Fauzi panggilan korban juga dikeroyok hingga mengalami luka-luka. Pengeroyokan dilakukan oleh puluhan orang yang terdiri dari remaja maupun orang dewasa.
Awal mula kejadian disebut berawal dari teguran Fauzi terhadap keributan yang dilakukan kelompok tersebut.
“Mereka rusuh di sini, saya tagur. Inikan kampung kami,” tegas Fauzi korban penyerangan.
Keributan dikatakan terjadi sebelum Fauzi menegur sekelompok orang yang sedang ribut dengan kelompoknya sendiri. Fauzi sebagai warga setempat mencoba menegur, namun justru menjadi sasaran amukan.
“Mereka bekawanan tarus berkelahi, lalu Kai (Fauzi maksudnya) menegur. Ujar Kai ‘bubaran-bubaran’, setelah itu datang lagi banyak, setelah itu Kai ditampari, diinjak, ditampar sama balok ulin,” ujar Acila saksi kejadian.
Saksi melihat Fauzi berusaha berlari namun tetap dipukuli. Melihat aksi pengeroyokan, saksi berlari coba mencari pertolongan.
“Saya lapor ke tempat RT dulu, kemudian melapor polisi,” tambah Acila.
Setelah melakukan aksinya, gerombolan tersebut meninggalkan lokasi. Warga kemudian menghubungi layanan polisi 110.
Tak lama berselang, beberapa orang datang kembali dengan senjata tajam panjang melakukan penyerangan kedua.
“Mereka lari setelah mengeroyok Kai, lalu kami mendekati Kai menelpon 110. Setelah menelpon, mereka datang lagi bawa celurit dan parang samurai panjang,” ungkap Acila.
Akibat penyerangan tersebut, kediaman Fauzi mengalami kerusakan, mulai dari perabot rumah tangga hingga kaca jendela yang kini ditambal dengan triplek.
“Rusak semua ini jendela, barang-barang, dihancurinya,” ujar Fauzi megeluh.
Sementara itu, Polsek Banjarmasin Utara menegaskan patroli malam terus diperkuat untuk mencegah terulangnya kerumunan-kerumunan yang berpotensi menimbulkan keributan pada jam-jam larut malam.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga terkait kejadian tersebut.
Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar segera melibatkan aparat bila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
“Baik kepada masyarakat khususnya wilayah Banjarmasin Utara, juga wilayah Banjarmasin pada umumnya agar apabila ada hal-hal kemungkinan yang terjadi seperti tadi agar segera menghubungi pihak kepolisian maupun petugas terdekat, sehingga kita segera melakukan upaya-upaya untuk mengamankan situasi,” imbau Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi SAP Jumat (29/05/2026)
Diharapkan masyarakat tidak ragu melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban. Dengan adanya laporan cepat, aparat dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan.
Pertanyaannya, apakah semua pelakunya sudah tertangkap?***







