BEBASBARU.ID, POLITIK – Dunia perpolitikan saat ini lagi gonjang ganjing, walaupun pemilu masih 3 tahunan lagi, tapi maslah serisu di kabarkan menimpa Partai NasDem, milik Surya Paloh.
Setelah isu Partai NasDem akan merger dengan Partai Gerindra, kini ada lagi kabar yang tak kalah mengejutkan, yakni Jokowi akan ambil alih partai ini dari tangan Surya Paloh.
Alasanya, gara-gara dulu salah dukung di Pilpres 2024 yang berujung kekalahan, bisnis-bisnis Surya Paloh banyak yang di kabarkan merugi dan gulung tikar.
Sehingga Surya Paloh berniat lego parpolnya ini ke siapa saja yang minat dan berani nawar tinggi. Seperti dulu yang dilakukan Wiranto dengan Partai Hanura, yang secara mengejutkan di ‘beli’ Oesman Sapta Odang.
Adalah nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo ( Jokowi ) kembali menjadi perbincangan publik setelah beredar isu jika ia mengambil alih Partai NasDem.
Tak hanya mengambil alih, isu yang berkembang bahkan Jokowi sampai akan membeli NasDem Tower.
NasDem Tower merupakan gedung utama untuk kegiatan Partai NasDem. Ini adalah simbol kekhidmatan Partai NasDem dalam menatap masa depan untuk melayani warga negara Indonesia.
Terletak di kawasan pusat ibu kota Jakarta, Gondangdia, Menteng, gedung perkantoran 21 lantai ini dilengkapi dengan helipad di lantai atas, menjadikan menara perkantoran ini menjadi gedung perkantoran pesta terbesar dan salah satu gedung tertinggi di daerah Gondangdia.
Dikonfirmasi terkait isu tersebut, Jokowi menanggapi santai disertai tawa. Ia meminta untuk berpikir dengan logika soal kabar tersebut.
Menurutnya, nilai gedung tersebut yang mencapai triliunan rupiah tidak masuk akal jika dikaitkan dengan dirinya.
“Beli itu berapa triliun? Duitnya dari mana? Itu kan tower yang sangat tinggi sekali. Kelas saya UMKM,” jelasnya, sebagaimana dikutip dari TribunSolo.com, Senin (13/04/2026).
Dengan pernyataan tersebut, Jokowi berharap isu serupa tidak lagi disebarkan karena dinilai tidak berdasar dan cenderung menyesatkan.
Jokowi, saat ditemui di Solo, tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyebut isu itu tidak berdasar dan sangat menuduh.
“Isu dari mana itu. Jangan menuduh dengan isu yang tidak benar seperti itu,” jelas Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (10/4/2026).
Isu tersebut berembus liar dan langsung memicu berbagai spekulasi. Namun, Jokowi menegaskan bahwa tidak pernah ada niatan sedikit pun untuk menguasai partai politik tersebut.
“Nggak ada sama sekali. Dalam pikiran nggak ada sama sekali. Isu yang sangat menuduh,” tuturnya.***








