Bebasbaru
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
Bebasbaru
No Result
View All Result
Home Tokoh, Politik dan Investigasi

Prabowo Marah Besar, Punya Aneka Tambang dan Sawit Tapi Harga di Atur Asing!

Prabowo menyebut praktik seperti ini bukan rahasia lagi di dunia usaha. “Ada under invoicing, ada transfer pricing,” katanya.

admin_bebasbaru by admin_bebasbaru
20 Mei 2026
in Tokoh, Politik dan Investigasi
Prabowo Marah Besar, Punya Aneka Tambang dan Sawit Tapi Harga di Atur Asing!

Prabowo 'marah-marah' di Sidang Paripurna DPR, karena harta Indonesia di rampok dan harga SDA malah di atur negara luar (dok, tangkapan layar)

189
SHARES
1.5k
VIEWS

Baca Juga

Nilai Tukar Anjlok, Prabowo Bilang Ordes Tak Pakai Dolar Ucapan Habibie Viral!

Amien Rais Tak gentar di Laporkan Soal Seskab Teddy, Sebut Menkomdigi Nggak Ada Hak Ikut Campur!

BEBASBARU.ID, POLITIK – Presiden Prabowo Subianto buka-bukaan kenapa Indonesia miskin hingga saat ini, padahal negara kita punya segalanya.

“Kita punya aneka tambang, mulai dari emas, nikel, timah dan batubara, juga sawit, tapi kenapa harga-harga komoditas itu di atur pihak luar (negara lain),” tegas Presiden Prabowo.

Inilah sebuah momentum langka, berani, dan bersejarah di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, yang di lakukan Preesiden Prabowo pada Rabu (20/5/2026).

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, seorang Presiden datang dan berdiri langsung di mimbar Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Dikutip dari wartakota.com, sidang paripurna yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini tidak berjalan seperti biasa.

Suasana ruang sidang sempat tegang saat Presiden Prabowo Subianto dengan nada bicara yang menggelegar membongkar borok kebocoran ekonomi luar biasa yang telah menggerogoti kekayaan bumi pertiwi selama puluhan tahun.

Skandal Under Invoicing: Rp15.400 Triliun Kekayaan Negara Menguap

Di hadapan para wakil rakyat dan petinggi negeri, Prabowo meminta sebuah slide dipaparkan.

Angka yang muncul begitu mencengangkan.

Presiden mengungkapkan bahwa praktik under invoicing—yaitu kecurangan memanipulasi dokumen dengan melaporkan nilai ekspor-impor lebih rendah dari harga asli—selama 34 tahun terakhir (1991–2024) telah menembus angka USD 906 miliar atau setara Rp15.400 triliun.

“Under invoicing adalah kecurangan! Bayangkan kalau 900 miliar dolar itu kita nikmati, kita pakai, menjadi negara apa Indonesia ini, Saudara-saudara sekalian?” ujar Prabowo dengan nada bergetar menahan geram.

Berdasarkan hitungan acak pemerintah, perbedaan antara nilai yang dilaporkan dengan realita lapangan sering kali mencapai 50 % .

Artinya, setengah dari potensi pajak, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan bea masuk yang seharusnya masuk ke kas negara untuk membangun fasilitas publik dan menyejahterakan rakyat, justru menguap ke kantong para oknum penculas.

Prabowo bahkan sempat menyindir para hadirin di ruangan yang tersenyum getir mendengar paparannya.

“Banyak di antara kalian senyum, mungkin di antara kalian ada pengusaha-pengusaha juga di ruangan ini. Berarti tahu apa yang saya bicara itu keadaan yang sebenarnya,” cetusnya tajam.

Ultimatum Reformasi Bea Cukai dan Kedaulatan Komoditas

Melihat masifnya kebocoran akibat under invoicing, under declaring, dan transfer pricing tersebut, Presiden Prabowo langsung melempar sinyal peringatan keras kepada instansi penegak hukum dan keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Ia bahkan mengungkit memori kelam masa Orde Baru, di mana saking parahnya kinerja Bea Cukai saat itu, pemerintah sampai harus melakukan outsourcing pemeriksaan komoditas ke perusahaan swasta foreign (SGS) demi menyelamatkan pendapatan negara.

“Kita harus perbaiki lembaga-lembaga pemerintah kita. Bea Cukai harus kita perbaiki. Saya bukan mau jatuhkan moral siapapun, tapi sudah saatnya kita bicara jujur kepada diri kita dan rakyat kita,” tegasnya.

Tidak berhenti di situ, Prabowo juga menyatakan perang terhadap dikte ekonomi asing.

Ia mengaku aneh dan tidak terima melihat Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun harga jualnya justru ditentukan di bursa luar negeri.

Hal yang sama juga terjadi pada komoditas nikel, emas, dan hasil tambang strategis lainnya.

“Saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, harga emas, harga semua tambang kita! Semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri. Kalau mereka tidak mau beli pakai harga kita, ya tidak usah beli. Biar barang itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah!” seru Prabowo disambut tepuk tangan riuh.

Prabowo menegaskan dirinya tidak sedang menjatuhkan moral aparatur negara. Namun menurutnya, sudah waktunya pemerintah dan seluruh elite bangsa berbicara jujur kepada rakyat soal kebocoran yang selama ini terjadi.

Di tengah pidato, Prabowo meminta slide presentasi kembali ditampilkan untuk menunjukkan besarnya potensi kerugian negara akibat praktik manipulasi perdagangan internasional tersebut.

Apa Itu Under Invoicing?

Under invoicing merupakan praktik manipulasi nilai transaksi ekspor atau impor dengan cara melaporkan harga barang lebih rendah dari nilai sebenarnya dalam dokumen resmi.

Praktik ini lazim dilakukan untuk mengurangi kewajiban pajak, bea masuk, hingga mengalihkan keuntungan ke luar negeri melalui skema transfer pricing.

Akibatnya, negara kehilangan penerimaan dalam jumlah besar dari sektor perpajakan dan kepabeanan.

Prabowo menyebut praktik seperti ini bukan rahasia lagi di dunia usaha. “Ada under invoicing, ada transfer pricing,” katanya.

Menurut Prabowo, hasil penghitungan pemerintah menunjukkan selisih antara laporan resmi dan kondisi sebenarnya dalam transaksi perdagangan bisa mencapai 50 persen.

“Yang dilaporkan sering hanya 50 persen dari keadaan yang sebenarnya,” ungkap Presiden.

Kehadiran fisik sang Presiden untuk mengawal langsung RAPBN 2027 ini merupakan langkah taktis di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi global yang kian mencekam.

Konflik bersenjata yang membara di Eropa hingga Timur Tengah diakui membawa efek domino yang nyata hingga ke ekonomi domestik.

Bagi Prabowo, situasi darurat global ini menuntut seorang kepala negara untuk mengambil kemudi fiskal secara langsung.

Ia menolak melihat anggaran negara hanya sebagai tumpukan kertas laporan akuntansi yang kaku. Bagi kabinetnya, APBN adalah senjata utama pertahanan kesejahteraan rakyat.

Target Agresif KEM-PPKF 2027

Di balik ketegasannya menyikat para mafia penyelundup pajak, Prabowo membeberkan target optimistis yang terukur untuk tahun anggaran 2027.

Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,8 % hingga 6,5 % , sebagai landasan pacu menuju target pertumbuhan 8 % di tahun 2029.

Hebatnya, APBN kali ini dirancang agar langsung menyentuh akar rumput.

Angka kemiskinan ditargetkan turun tajam ke rentang 6,0 % hingga 6,5 % , sementara jurang pemisah si kaya dan si miskin dipangkas dengan target Rasio Gini di angka 0,362 hingga 0,367.

Lapangan kerja sektor formal juga diproyeksikan melonjak drastis hingga 40,81 % . Berikut adalah rincian indikator makro dan postur fiskal KEM-PPKF 2027 yang dipaparkan oleh Presiden:

Indikator Ekonomi dan Fiskal dengan Target / Rentang Asumsi 2027

Pertumbuhan Ekonomi 5,8 % – 6,5 %
Pendapatan Negara 11,82 % – 12,40?ri PDB
Belanja Negara 13,62 % – 14,80?ri PDB
Defisit APBN 1,80 % – 2,40?ri PDB (Ditekan sekecil mungkin)
Inflasi 1,5 % – 3,5 %
Nilai Tukar Rupiah Rp16.800 – Rp17.500 per USD
Suku Bunga SBN 10 Tahun 6,5 % – 7,3 %
Harga Minyak Mentah (ICP) 70 – 95 USD per barel
Lifting Minyak Bumi 602 – 615 ribu barel per hari
Lifting Gas Bumi 934 – 977 ribu barel setara minyak per hari

Dalam pidato historis ini, Prabowo sempat memberikan pesan emosional tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

Menurut Prabowo, menjaga ekonomi, mendongkrak Indeks Kesejahteraan Petani, dan menutup rapat-rapat lubang kebocoran anggaran adalah wujud nyata dari amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Kita harus mewujudkan suatu negara Indonesia yang merdeka, yang berdaulat, yang adil, yang makmur, yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo.

Kini, setelah komitmen tegas disuarakan oleh sang Presiden, bola panas penyusunan anggaran berada di tangan DPR RI untuk mengawal visi besar ini demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Kendalikan Ekspor

Sebelumnya Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan pembentukan semacam ‘Badan Pengendali Ekspor’ untuk komoditas strategis.

Informasi yang beredar di sejumlah grup percakapan (WA) menyebutkan skema baru tersebut akan membuat eksportir tidak lagi melakukan ekspor langsung kepada pembeli luar negeri.

Dalam skema yang ramai diperbincangkan, produsen atau eksportir nantinya menjual komoditas kepada badan tersebut, sebelum kemudian diekspor ke pembeli global.

Badan itu disebut-sebut berpotensi mengambil spread atau margin perdagangan dari transaksi ekspor.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ketika dimintai konfirmasi mengenai pembentukan badan pengendali ekspor yang ramai diperbincangkan di grup-grup WA tersebut mengatakan belum mengetahui detailnya dan mengatakan bahwa sepenuhnya akan diumumkan Presiden Prabowo Subianto.

“Wah, saya nggak tahu, nanti Presiden yang ngumumin itu,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/05/2026).

Terkait isu tersebut, tahap awal implementasi dikabarkan akan menyasar komoditas crude palm oil (CPO) dan batu bara, sementara sektor mineral masih dalam tahap pembahasan.

Narasi resmi yang disebut dibawa pemerintah adalah untuk mencegah penanganan praktik under invoicing ekspor, yakni pelaporan harga ekspor lebih rendah dari harga sebenarnya.

Praktik tersebut dinilai berdampak pada hilangnya potensi pajak dan royalti, devisa hasil ekspor yang tidak optimal masuk ke dalam negeri, hingga lemahnya pengawasan arus perdagangan nasional.

Namun, pelaku pasar menilai wacana ini memiliki implikasi yang lebih luas dibanding sekadar pencegahan under invoicing.

Kebijakan tersebut dipandang dapat menjadi langkah awal pemerintah untuk memperkuat kontrol terhadap devisa hasil ekspor, meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas global, hingga membangun platform perdagangan komoditas nasional yang terpusat.

Badan tersebut disebut mirip dengan State Commodity Trading House atau koordinasi ala OPEC untuk komoditas tertentu.

Berdasarkan rumor yang beredar, terdapat dua opsi struktur badan yang sedang dikaji, yakni berada di bawah BUMN atau di bawah Danantara.

Jika dikelola Danantara, dampaknya dinilai lebih besar karena lembaga tersebut berpotensi berkembang bukan hanya sebagai entitas investasi negara, tetapi juga platform strategis perdagangan komoditas nasional dengan sumber pendapatan berulang dari arus ekspor. (DK)

Dari sisi makroekonomi, langkah ini dinilai berpotensi memperkuat kontrol devisa, meningkatkan transparansi harga dan volume ekspor, mengoptimalkan penerimaan negara, mendukung stabilisasi rupiah dan defisit transaksi berjalan, serta memperkuat posisi tawar ekspor Indonesia.

Meski demikian, pasar juga mencermati sejumlah risiko, mulai dari potensi tertekannya margin eksportir, berkurangnya fleksibilitas perdagangan, meningkatnya risiko birokrasi dan tata kelola, hingga kemungkinan inefisiensi dalam rantai ekspor.

Jika implementasi dilakukan secara wajib dan terpusat penuh, sektor batu bara dan CPO disebut menjadi yang paling sensitif terhadap perubahan tersebut.

Pasar diperkirakan mulai memperhitungkan risiko penurunan margin, terutama terkait mekanisme penetapan harga, besaran spread badan pengelola, dan struktur tata kelola.

Hingga saat ini, pasar masih menganggap isu tersebut sebagai headline risk karena belum ada pernyataan resmi pemerintah mengenai skema wajib atau sukarela, formula harga, operator badan, struktur margin, maupun jadwal implementasi kebijakan.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada perdagangan Selasa (19/5).

Rupiah melemah 0,22 % ke level Rp17.706/US$ hingga penutupan perdagangan, menjadi level terendah baru dalam sejarah.

Sedangkan IHSG turun 3,46 % atau 228,56 poin ke level 6.370,68. Posisi ini membuat IHSG kembali ke level terendahnya dalam setahun. ***

Tags: DPR RIParipurnaPresiden PrabowosawitTambang

Post Terkait

Nilai Tukar Anjlok, Prabowo Bilang Ordes Tak Pakai Dolar Ucapan Habibie Viral!
Tokoh, Politik dan Investigasi

Nilai Tukar Anjlok, Prabowo Bilang Ordes Tak Pakai Dolar Ucapan Habibie Viral!

18 Mei 2026
Amien Rais Tak gentar di Laporkan Soal Seskab Teddy, Sebut Menkomdigi Nggak Ada Hak Ikut Campur!
Tokoh, Politik dan Investigasi

Amien Rais Tak gentar di Laporkan Soal Seskab Teddy, Sebut Menkomdigi Nggak Ada Hak Ikut Campur!

10 Mei 2026
PDIP dan Golkar Usul PT Berjenjang, Hanya Dapat 1 Atau 2 Kursi Parpol Berpotensi Terpental di DPRD
Tokoh, Politik dan Investigasi

PDIP dan Golkar Usul PT Berjenjang, Hanya Dapat 1 Atau 2 Kursi Parpol Berpotensi Terpental di DPRD

4 Mei 2026
Amien Rais Tuding Seskab Teddy Kaum Pelangi, Partai Ummat Kelabakan dan Sebut Begini!
Tokoh, Politik dan Investigasi

Amien Rais Tuding Seskab Teddy Kaum Pelangi, Partai Ummat Kelabakan dan Sebut Begini!

2 Mei 2026
KPK Minta Ketum Parpol di Batasi 2 Periode dan Kader Parpol Harus Berjenjang
Tokoh, Politik dan Investigasi

KPK Minta Ketum Parpol di Batasi 2 Periode dan Kader Parpol Harus Berjenjang

24 April 2026
Janji Bohong Bahlil BBM Tak Naik, Usai Solar Non Subsidi Kini Pertamax Bersiap Ikutan Naik!
Business

Janji Bohong Bahlil BBM Tak Naik, Usai Solar Non Subsidi Kini Pertamax Bersiap Ikutan Naik!

20 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    753 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Heboh, Ayu Soraya Istri Ko Apex Ngaku Langsung Mual Lihat Rekaman Video Syur Dj Dinar Candy dengan Suaminya

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Bukan Eks Suami, Tapi Kerja Sebagai Pengangkut Buah Milik Korban, Tega Berbuat Sadis Karena Ini..!

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Video Syur Mirip Audrey Davis Anak David Naif Bikin Heboh, Ada 3 Klip Lohh!

    603 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Heboh Video Selebgram Melon Gede Anastasya Khosasih di KDRT Kekasih, Tapi Netter Malah Bilang Gini!

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Industri Film Syur JAV Butuh Pemeran Pria, Lowongan Kerja Nih Bagi Pria Punya Burung Gede!

    474 shares
    Share 190 Tweet 119
  • Inilah Nama Caleg Dapil Murung Pudak yang Lolos ke DPRD Tabalong 2024-2029, Gerindra Raih 2 Kursi

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Berpulangnya si Mantri Ramah dan Kocak: Profil Mantri Ibur Korban Kecelakaan di Sungkai Ketika Hadiri Haul Guru Sekumpul

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Hasil Real Count Sementara DPRD Tabalong, Petahana Banyak Terpental, 6 Parpol Bersaing Unsur Pimpinan

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk Buka Lowongan Baru, Ini Lokasi Kerjanya Kalau Diterima!

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Alamat Redaksi: Jl. H. Badaruddin, RT 1, No. 69, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, 71561
  • Telpon-WA: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com

Category

  • Tokoh, Politik dan Investigasi
  • Post
  • Kriminal
  • Nasional dan Daerah
  • Internasional
  • Advetorial
  • Dunia Islam

Category

  • Otomotif
  • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olaharga & Gaya Hidup
  • Gosip
  • Film
  • Cerbung

Info Iklan

  • Telp: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com dan rudin_bebas@yahoo.co.id
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2023 Bebas Baru
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung

© 2018 JNews by Jegtheme.