BEBASBARU.ID, DAERAH – Kencangnya desakan agar Kapolda dan Kapolresnya di copot, imbas dari kasus penggerebekan di pondok pesantren kawasan Sukoharjo, Jawa Tengah kini benar-benar ‘menelan’ korban.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Andika Dharma Sena jadi korban pertama yang dicopot dari jabatannya.
Selanjutnya, Mabes Polri juga mencopot tiga anggota Polres Sukoharjo lainnya, yakni Iptu AS, Ipda FA, dan Ipda RAP.
Pencopotan terjadi beberapa hari setelah penggerebekan di ponpes khusus putri itu viral di media sosial.
Terkait AKBP Andika sedang bagus-bagusnya, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2007 ini pernah menjabat sebagai Kapolsek Teluk Batang, Polda Kalimantan Barat.
Pria kelahiran 14 Februari 1987 ini juga sempat menjabat sebagai Kasat Reskrim di wilayah Polda Kalimantan Timur.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi Kasat Resnarkoba di wilayah Polda Kaltim.
Karier pria asli Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini semakin meroket setelah ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang pada 2023 hingga 2026.
Pada Oktober 2026, Sena diangkat menjadi Kapolres Sukoharjo. Polisi yang akrab disapa Sena ini menggantikan posisi AKBP Anggaito Hadi Prabowo.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, pencopotan tersebut dilakukan seiring dengan pemeriksaan yang dilakukan Divisi Propam Polri.
“Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap empat personel. Yaitu terdiri dari AKBP ADS selaku Kapolres Sukoharjo, kemudian Iptu AS selaku Kasat Serse, dan Kanit Pidum Ipda FA, dan juga Kanit PPA Ipda RAP,” kata Trunoyudo kepada wartawan, Senin (02/11/2026).
Trunoyudo menuturkan, pihaknya masih melakukan pendalaman dalam proses penegakan hukum yang masih berlangsung.
“Terkait dengan proses penegakan hukum yang masih dilaksanakan di wilayah Polda Jateng, dan kedua adalah terkait dengan masalah dugaan pelanggaran etika yang masih didalami oleh Propam Mabes Polri,” kata dia.***







