BEBASBARU.ID, INVESTIGASI – Awalnya mengkritik Aparatur Sipil Negara (ASN), siapa nyana, terlalu kerasnya lontarkan kritikan, masalalunya yang pernah jadi ASN dan di pecat pun kena kulik netizen.
Adalah Ketua Komisi II DPR RI dari F-Nasdem, M Rifqinizamy Karsayuda singgung ASN yang tidak bisa kompetitif jika dibandingkan dengan pegawai swasta.
Dia menekankan, jika ASN tidak bisa mencapai KPI, perlu ada hukuman.
“Kita ke depan mungkin, Ibu MenPAN-RB dan Bapak Ibu sekalian yang hadir di ruangan ini, perlu meningkatkan sedikit KPI (key performance indicator) kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita, apakah itu pegawai negeri sipil (PNS) termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK),” ujar Rifqinizamy.
“Karena itu, ini PR kita semua, kita kan sudah memasukkan dalam Prolegnas RUU ASN ke depan. Agar nanti di RUU ASN itu coba kita pikirin deh, di swasta orang bisa kompetitif kok, Pegawai Negeri ASN nggak bisa kompetitif? Jangan lagi ASN itu sebagai simbol stabilitas,” sebutnya.
“Jadi orang bekerja itu memang pakai KPI, bagus kita pertahankan, nggak bagus ya out. Nah, ini yang sekarang jadi beban kita di daerah,” tambah dia.
Alih-alih mendapat dukungan, rekam jejak akademiknya dikuliti publik akibat skandal ijazah palsu S2 dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang pernah menyeret namanya pada 2016.
Buntut dari kritik tersebut, warganet beramai-ramai mengingatkan kembali masa lalunya saat ijazah magisternya terbukti tidak sah oleh Kemenristekdikti.
Lalu berujung pada penarikan ijazah S3-nya dan pemecatan dirinya sebagai dosen di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Netizen juga menyoroti pernyataan mantan dosen tersebut, membandingkan kritiknya dengan kinerja para anggota dewan yang dinilai kerap bolos dan tidak produktif.
“Kalau mau kritik orang lain, ngaca dulu, apa sih yang sudah mereka lakukan buat rakyat, pernah pake ijazah palsu aja belagu?” tulis netizen lagi. ***








