BEBASBARU.ID, SEPAKBOLA – Spanyol sangat paham bagaimana caranya hadapi Argentina yakni harsu bikin Lionel Messi mati kutu, maka ibara ular, alau kepalanya di pegang, yang lain tidak akan berdaya.
Lionel Messi tidak bisa menampilkan sihir miliknya untuk menolong Argentina juara Piala Dunia 2026. Messi benar-benar tak berkutik sepanjang laga, dimatikan Spanyol.
Messi tampil brilian dalam perjalanan Argentina menuju final Piala Dunia 2026. Pemain berusia 39 tahun tersebut bisa mencetak delapan gol dan empat assist, performa terbaik Messi dalam keikutsertaannya di Piala Dunia.
Namun di final Spanyol vs Argentina, Messi benar-benar dimatikan oleh Spanyol. Messi jarang mendapatkan pasokan bola, apalagi memberikan peluang berbahaya.
Messi juga coba untuk lebih turun menjemput bola. Namun begitu ia ada di lini tengah, Rodri dan gelandang Spanyol lainnya siap untuk membatasi pergerakan Messi. Messi tidak leluasa menerima bola dan memimpin serangan Argentina.
Messi yang dimatikan oleh Spanyol membuat Argentina tak berdaya secara keseluruhan. Argentina bahkan tidak bisa melepaskan tembakan sama sekali sepanjang 90 menit di waktu normal, baik tepat sasaran atau tidak tepat sasaran.
Dan ketika laga berakhir di babak kedua extra time, Argentina hanya mampu mencatat satu tembakan tidak tepat sasaran yaitu lewat Giuliano Simeone. Sementara untuk kategori tembakan tepat sasaran, Argentina tak mampu melakukannya hingga laga usai.
Bagi Messi, kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 ini mengubur mimpinya untuk jadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Argentina juga tak mampu menjadi tim pertama yang mampu menjadi juara dalam dua edisi beruntun sejak Brasil di tahun 1958 dan 1962.
Messi sendiri sempat menyatakan ingin pensiun setelah Argentina juara Piala Dunia 2022. Namun Messi menganulir keputusan itu dan akhirnya tetap membela Argentina hingga kembali berlaga di Piala Dunia 2026.***








