BEBASBARU.ID, INVESTIGASI – Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2026-2031 yang baru tentu public ingin tahu siapa kyai ini sesungguhnya.
Lantas apa hubungannya dengan KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur, sekaligus mantan Presiden ke 4 RI?
Gus Dur sendiri merupakan cucu langsung dari KH Hasyim Asy’ari. Ayah Gus Dur (KH Wahid Hasyim) adalah putra dari KH Hasyim Asy’ari. Gus Kikin merupakan cicit dari KH Hasyim Asy’ari.
Ibu Gus Kikin (Nyai Hj. Abidah Ma’shum) adalah putri dari Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim (putri sulung KH Hasyim Asy’ari).
Karena ibu Gus Kikin merupakan sepupu kandung Gus Dur, maka dalam struktur keluarga, Gus Kikin terhitung sebagai keponakan Gus Dur. Namun, secara generasi usia, mereka sering disebut sebagai sepupu jauh
Gus Kikin lahir di Jombang, 17 Agustus 1958. Dia adalah seorang ulama dan pebisnis Indonesia. Pada tahun 1988, saat usianya 30 tahun, Gus Kikin menjadi kepala Djakarta Lloyd cabang Kota Cilegon.
Pada 1998, Gus Kikin mendirikan lima perusahaan di Kota Surabaya, dan pada 2000 ia mendirikan kantor di Jakarta.
Perusahaan yang ia dirikan di antaranya, Bama Buana Sakti di bidang transportasi, Bama Bhakti Samudra di bidang pelayaran, Bama Bumi Sentosa di bidang kontraktor migas, Bama Bali Sejahtera di bidang teknologi informasi, Bama Berita Sarana di bidang media televisi.
Hingga kini, perusahaan yang didirikan Gus Kikin berjumlah 22 perusahaan.
Adapun usaha di bidang minyak dan gas bumi, sumur gas pertamanya berada di Kabupaten Sumenep. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi merupakan PT. Energi Mineral Langgeng.
Sebelumnya, keputusan hasil musyawarah tersebut dibacakan salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, di hadapan peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031,” kata Kiai Anwar saat membacakan berita acara Rapat AHWA, seperti disaksikan via YouTube Nu Online.
Gus Kikin juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Gus Kikin lahir di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang, pesantren yang didirikan ayahnya.
Selain menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Gus Kikin juga belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Gus Kikin menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtida’iyah Parimono tahun 1963–1970. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Jombang pada tahun 1971–1973, kemudian SMA Negeri 2 Jombang pada tahun 1974–1977.
Setelah selesai Sekolah Menengah Atas, Gus Kikin melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta pada tahun 1975–1979.
Kemudian pada tahun 2013, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka jurusan komunikasi.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan menempuh praktik pelayaran selama 3 tahun, Gus Kikin menjadi pegawai di Djakarta Lloyd.***







