Bebasbaru
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
Bebasbaru
No Result
View All Result
Home Tokoh, Politik dan Investigasi

Prof Laode: Terjadi Friksi Polisi Vs Kejagung, Mirip Cicak Vs Buaya Part II Dengan Aktor Berbeda!

Mahfud mengungkap perihal friksi di tubuh Kepolisian dan Kejaksaan membahas peristiwa penguntitan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Densus 88 Antiteror Polri

admin_bebasbaru by admin_bebasbaru
10 Juli 2026
in Tokoh, Politik dan Investigasi
Prof Laode: Terjadi Friksi Polisi Vs Kejagung, Mirip Cicak Vs Buaya Part II Dengan Aktor Berbeda!

PolimekKejagung dan Polri saat ini di katakn mirip kasus Cicak Vs Buaya ahun 2009, tapi pemainnya beda! (dok, tangkapan layar)

189
SHARES
1.5k
VIEWS

BEBASBARU.ID, INVESTIGASI – Memanasnya hubungan Polri dan Kejagung d tengarai karena ada kepentingan masing-masing aparat penegak hukum ini, yakni karena…balas dendam!

Saat ini, publik melihat, dinamika hubungan antara Kepolisian RI (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi sorotan akibat ketegangan kedua institusi penegak hukum itu ternyata bukan persoalan baru.

Baca Juga

Polimek Polisi Vs Kejagung Soal Jampidsus Febrie Adriansyah, Apa yang Terjadi Sesungguhnya..?

PLN Sering Padam, Ternyata Duitnya Di Garong Gila-gilaan, Polisi Geledah Money Changer dan Kafe

Jauh sebelum saling mengusut perkara yang menjadi perhatian publik pada 2026, hubungan Polri dan Kejagung sudah beberapa kali diwarnai friksi.

Hubungan tak harmonis pernah diungkap mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sekaligus mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015–2019, Prof Laode Muhammad Syarif, menilai kondisi yang terjadi saat ini mengingatkan pada konflik ‘Cicak vs Buaya’.

Istilah ‘Cicak vs Buaya’ pertama kali muncul pada 2009 untuk menggambarkan konflik antara KPK dan Polri. Saat itu, KPK diibaratkan sebagai cicak yang kecil. Sedangkan Polri dianalogikan sebagai buaya yang besar.

Menurut Prof Laode, situasi yang terjadi saat ini memiliki kemiripan, tetapi dengan aktor yang berbeda. Jika dahulu konflik melibatkan KPK dan Polri, kini yang menjadi sorotan adalah hubungan antara Polri dan Kejagung.

“Saling ‘serang’ polisi dan jaksa ini saya melihatnya sebagai strategi untuk menyelamatkan diri masing-masing. Seperti istilah yang sering diucapkan masyarakat, sesama bus kota dilarang saling mendahului agar dua-duanya selamat,” kata Prof Laode kepada Tribun-Timur.com, yang di kutip BEBASBARU.ID, Jumat (10/07/2026).

Guru Besar Hukum itu menilai, dari sudut pandang penegakan hukum, kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum membersihkan kedua institusi dari praktik korupsi.

“Kalau dilihat dari sisi penegakan hukum, situasi seperti ini dapat dianggap sebagai proses saling membersihkan sehingga kedua institusi penegak hukum ini bisa keluar dari kubangan korupsi,” ujarnya.

Namun, Prof Laode menilai akar persoalan sesungguhnya berada pada sistem kelembagaan negara yang belum berjalan optimal.

Ia menyebut masih terdapat prosedur bernegara yang lemah dan terlalu banyak kompromi sehingga penegakan hukum belum sepenuhnya menghadirkan keadilan.

“Presiden, DPR, polisi, militer, kejaksaan, hingga hakim memerlukan evaluasi menyeluruh tanpa kompromi agar negara benar-benar melindungi kepentingan bangsa dan rakyat,” katanya.

Mahfud MD Pernah Mengungkap Hubungan Dingin

Pernyataan Prof Laode sejalan dengan pengakuan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, pada 2024. Hal itu diungkapkan dalam podcast Terus Terang terbaru yang diunggah akun Youtube Mahfud MD Kamis (13/6/2024) seperti dikutip dari Kompas.com.

Mahfud mengungkapkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin enggan bertemu dalam satu forum kecuali sidang kabinet di Istana Negara.

“Karena memang sering dalam banyak hal Kapolri dan Jaksa Agung itu ndak mau bertemu di satu forum, kecuali dalam sidang kabinet,” kata Mahfud.

Mahfud MD menduga ada situasi tegang antara Listyo dan Burhanuddin.

“Berembuk rapat di satu forum kalau satu hadir, satu enggak hadir. Tampaknya ada situasi seperti itu sehingga kalau ada rapat tuh yang sana tanya dulu ‘ini datang ndak, ini datang ndak’ gitu,” ujarnya melanjutkan.

Mahfud mengatakan, sebagai Menko Polhukam dulu, dia bakal mendatangkan atau memanggil satu per satu apabila ada masalah hukum yang menyangkut Kepolisian dan Kejaksaan Agung.

Kemudian, Mahfud menegaskan bahwa komunikasi dan hubungannya dengan Kapolri dan Jaksa Agung sangat baik. Meskipun, dia kerap membongkar ke publik soal kebobrokan jaksa atau polisi.

Sebelumnya, Mahfud mengungkap perihal friksi di tubuh Kepolisian dan Kejaksaan saat membahas peristiwa penguntitan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Menurut dia, tidak bisa Kepolisian dan Kejagung hanya menyebut bahwa persoalan penguntitan tersebut telah selesai di level internal.

Mahfud mengatakan, kedua institusi tersebut harus menjelaskan kepada masyarakat apa yang sebenarnya terjadi.

Sebab, menyangkut keamanan dan ketentraman masyarakat juga lantaran selevel Jampidsus saja bisa diperlakukan seperti itu.

“Ini yang harus dijelaskan kepada masyarakat. Karena masyarakat ini kan harus diberi ketentraman. Kalau hal gini Kejaksaan Agung saja kena apalagi yang bukan Kejaksaan Agung ya kan. Orang akan berkata begitu,” kata Mahfud dikutip dari podcast Terus Terang pada 6 Juni 2024.

Dia lantas menyarankan agar oknum Densus 88 yang telah ditangkap dan diperiksa untuk dibawa ke hadapan publik agar diketahui siapa yang memerintahkannya dan tujuannya apa.

“Yang ditangkap ini saja munculkan, periksa, lalu munculkan keterangannya ke publik, saya ditugaskan oleh ini, untuk ini,” ujar Mahfud.

Apalagi, dia lantas mengutip pernyataan tokoh pendiri Densus 88, Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai yang menyebut, kejadian penguntitan tersebut berkaitan dengan pergantian penguasa mafia timah.

“Kalau saya ikuti Pak Ansyaad Mbai ini sebenarnya perebutan untuk pergantian owner mafia timah. Timah kan selama ini ada penguasanya, penguasa timah. Karena rezim politik akan berubah sekarang, ini akan mulai disingkirkan orang-orang yang jadi mafia yang di backup itu,” katanya.

“Sehingga, lalu dilakukan dengan cara itu agar orang-orang tertentu bisa ditangkap. Lalu, owner mafia ini bisa diganti pada saat pergantian pemerintahan. Ini penjelasannya Pak Ansyaad Mbai ya,” ujar Mahfud melanjutkan.

Memanas Lagi pada 2026

Hubungan kedua institusi kembali menjadi perhatian publik setelah Kejagung menetapkan Brigjen Polisi Lalu Muhammad Iwan Mahardan (LMI) sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

LMI merupakan Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam perkara itu, LMI diduga terlibat dalam komersialisasi pengadaan food tray atau wadah makan dan ompreng, yakni kotak makan berbahan logam yang digunakan dalam program MBG.

Beberapa hari setelah penetapan tersangka tersebut, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggeledah rumah yang diduga milik Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, di kawasan Bukit Golf Hijau, Sentul City, Kabupaten Bogor.

Rangkaian peristiwa tersebut kembali memunculkan spekulasi mengenai hubungan kedua institusi penegak hukum.***

Tags: Cicak Vs BuayaJampidsusKejagungPolri

Post Terkait

Polimek Polisi Vs Kejagung Soal Jampidsus Febrie Adriansyah, Apa yang Terjadi Sesungguhnya..?
Tokoh, Politik dan Investigasi

Polimek Polisi Vs Kejagung Soal Jampidsus Febrie Adriansyah, Apa yang Terjadi Sesungguhnya..?

10 Juli 2026
PLN Sering Padam, Ternyata Duitnya Di Garong Gila-gilaan, Polisi Geledah Money Changer dan Kafe
Tokoh, Politik dan Investigasi

PLN Sering Padam, Ternyata Duitnya Di Garong Gila-gilaan, Polisi Geledah Money Changer dan Kafe

8 Juli 2026
Pendukung Prabowo Minta KPK Tangkap Menhut Raja Juli Antoni Usai Ketahuan Terima Duit dari Bupati Kuansing!
Tokoh, Politik dan Investigasi

Pendukung Prabowo Minta KPK Tangkap Menhut Raja Juli Antoni Usai Ketahuan Terima Duit dari Bupati Kuansing!

8 Juli 2026
Tok! Mahkamah Konstitusi Tetapkan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat, Bukan DPRD!
Tokoh, Politik dan Investigasi

Tok! Mahkamah Konstitusi Tetapkan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat, Bukan DPRD!

1 Juli 2026
Sony Sonjaya Jenderal Polisi Korup BGN Siap Bongkar Nama Besar Garong MBG, Minta Keluarganya di Jaga!
Tokoh, Politik dan Investigasi

Sony Sonjaya Jenderal Polisi Korup BGN Siap Bongkar Nama Besar Garong MBG, Minta Keluarganya di Jaga!

24 Juni 2026
Alasan Keluar Nasdem Gabung PSI, Ahmad Ali Sebut Maju Pilkada Tetap Dimintai Duit Bombastis!
Tokoh, Politik dan Investigasi

Alasan Keluar Nasdem Gabung PSI, Ahmad Ali Sebut Maju Pilkada Tetap Dimintai Duit Bombastis!

20 Juni 2026
Next Post
Cristiano Ronaldo Bikin FIFA Rugi Besar, Animo Penonton Anjlok! Harga Tiket Sampai di Diskon Besar

Cristiano Ronaldo Bikin FIFA Rugi Besar, Animo Penonton Anjlok! Harga Tiket Sampai di Diskon Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Heboh, Ayu Soraya Istri Ko Apex Ngaku Langsung Mual Lihat Rekaman Video Syur Dj Dinar Candy dengan Suaminya

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Bukan Eks Suami, Tapi Kerja Sebagai Pengangkut Buah Milik Korban, Tega Berbuat Sadis Karena Ini..!

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Video Syur Mirip Audrey Davis Anak David Naif Bikin Heboh, Ada 3 Klip Lohh!

    606 shares
    Share 242 Tweet 152
  • Heboh Video Selebgram Melon Gede Anastasya Khosasih di KDRT Kekasih, Tapi Netter Malah Bilang Gini!

    606 shares
    Share 242 Tweet 152
  • Industri Film Syur JAV Butuh Pemeran Pria, Lowongan Kerja Nih Bagi Pria Punya Burung Gede!

    482 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Inilah Nama Caleg Dapil Murung Pudak yang Lolos ke DPRD Tabalong 2024-2029, Gerindra Raih 2 Kursi

    447 shares
    Share 179 Tweet 112
  • Berpulangnya si Mantri Ramah dan Kocak: Profil Mantri Ibur Korban Kecelakaan di Sungkai Ketika Hadiri Haul Guru Sekumpul

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Hasil Real Count Sementara DPRD Tabalong, Petahana Banyak Terpental, 6 Parpol Bersaing Unsur Pimpinan

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk Buka Lowongan Baru, Ini Lokasi Kerjanya Kalau Diterima!

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Alamat Redaksi: Jl. H. Badaruddin, RT 1, No. 69, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, 71561
  • Telpon-WA: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com

Category

  • Tokoh, Politik dan Investigasi
  • Post
  • Kriminal
  • Nasional dan Daerah
  • Internasional
  • Advetorial
  • Dunia Islam

Category

  • Otomotif
  • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olaharga & Gaya Hidup
  • Gosip
  • Film
  • Cerbung

Info Iklan

  • Telp: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com dan rudin_bebas@yahoo.co.id
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2023 Bebas Baru
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung

© 2018 JNews by Jegtheme.