BEBASBARU.ID, INVESTIGASI – Kini simpati banyak mengalir ke mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, sebab pemecatan yang dilakukan Presidan Prabowo dianggap sangat tidak beretika dan beradap.
Bayangkan, disaat Purbaya masih sibuk hadiri rapat dengan DPR RI, Mensesneg malah menelponnya dan memberitahu, kalua Purbaya terhitung saat ini juga di berhentikan sebagai Menkeu.
Akibatnya, warganet pun bereaksi dan membela sang Menkeu yang baru setahun menjabat ini, mereka menyoroti Menteri-Menteri lain, yang berasal dari parpol, yang kinerjanya malah amburadul.
“Kenapa malah Menteri yang bagus di pecat dan berani bongkar korupsi besar di negara ini, ini artinya Presiden Prabowo hanya omon-omon berantas korupsi,” kata warganet geram.
Tapi, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah memperkirakan kemungkinan dirinya dicopot dari jabatan menteri keuangan (menkeu). Ia menyebut kans dirinya terkena reshuffle adalah 50:50.
Hal itu disampaikan Purbaya usai serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9).
“Ya kita udah hitung-hitung (kena reshuffle), kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu,” ujar Purbaya kepada wartawan.
Purbaya menegaskan perkiraan tersebut bukan berdasarkan perasaan semata. Akan tetapi, ada perhitungan tertentu yang membuatnya melihat kemungkinan tersebut.
“Itu feeling-nya gak ada, cuman ada hitungan saya, ada sesuatu yang mungkin 50-50 kansnya,” katanya.
Saat ditanya mengenai dasar hitungan itu muncul, Purbaya enggan menjelaskan lebih jauh. Ia hanya menyebut keputusan reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Nggak tahu, mesti nanya Pak Presiden itu. Tapi kan bisa lihat dari omongannya, oh 50-50, ya udah,” ujarnya.
Purbaya juga mengatakan tidak ada persoalan dengan kebijakan yang dijalankannya selama menjabat menteri keuangan. Menurutnya, kebijakan Kementerian Keuangan selama ini tetap mengikuti arahan presiden.
“Nggak ada, kebijakan kita kan ikuti semua kebijakan presiden. Aman lah itu,” katanya.
Ia juga menepis anggapan soal adanya gesekan dengan pejabat Kementerian Keuangan yang menjadi alasan pencopotannya sebagai menkeu.
“Gesekan nggak ada. Yang jelas itu hak prerogatif presiden yang presiden sudah putuskan setahun ini udah cukup,” tutur Purbaya.
Purbaya mengatakan dirinya menerima keputusan tersebut dan tidak berminat kembali menduduki jabatan menteri ataupun pejabat negara lainnya.
“Enggak lah. Baru dipecat. Masa jadi menteri lagi,” ujarnya.***








