BEBASABARU.ID, KRIMINAL – Perbuatan Dwi Bagus yang membunuh dan mutilasi anak dan istri sirinya bikin geger, apalagi tersangka justru tahun ini baru berhaji.
Dugaan sementara, katanya karena factor cemburu, yang berujung khilaf, Diketahui Dwi Bagus membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti (34) dan anak tirinya laki-laki AG (4) pada September lalu.
Dikutip dari tribunews.com, Selasa (27/10/2026), Dini Hardianti (34) dan putranya berinisial AG (4), yang dikabarkan hilang selama satu bulan, ternyata menjadi korban pembunuhan sadis di Madiun, Jawa Timur.
Kasus hilangnya seorang ibu dan anak balitanya asal Bogor, Jawa Barat, itu sempat viral sejak September 2026.
Setelah kasus pembunuhan di Madiun terungkap, pelakunya diketahui adalah suami siri korban sendiri, Dwi Bagus Martono, yang telah menjalin hubungan selama dua tahun.
Pelaku telah ditangkap di wilayah Kota Madiun. Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, membenarkan penangkapan tersebut.
Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim kini masih mendalami kasus yang bermula dari laporan kehilangan ibu dan anak tersebut.
“Setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata hilangnya itu disebabkan karena terkait dari pembunuhan. Ya, pembunuhan yang dilakukan oleh suami siri dari perempuan tersebut.”
“Semalam kita sudah amankan pelakunya dan saat ini sementara kita lakukan pengembangan,” kata Roy kepada Surya.co.id, di Mapolda Jatim, Senin (26/10/2026).
Lantas, apa siapakah sosok Dwi Bagus sebenarnya dan kenapa bisa sekejam itu pada istri dan anak tirinya?
Dwi Bagus Martono disebut sebagai orang yang baik dan tak pernah terlibat kasus kriminal. Karena itulah tetangga tak menyangka Bagus melakukan perbuatan keji itu.
Ketua RT 24, Agung Rusmanto, mengaku terkejut ketika mengetahui adanya penangkapan Bagus terkait kasus tersebut. Pasalnya, selama ini tidak ada aktivitas mencurigakan yang diketahui warga di lingkungan tempat tinggalnya.
“Tidak ada yang mencurigakan, tidak ada yang tahu. Makanya kemarin kaget di sini kok ada penangkapan. Itu bikin warga bertanya-tanya,” kata Agung, Senin (26/10/2026).***








