BEBASBARU.ID, BANJARMASIN – Pemadaman listrik bergilir yang saat ini melanda Kalsel membuat warga jengkel tak kepalang, sebab hutan dan kebun bahkan desa di Kalsel hancur lebur oleh pertambangan batubara.
Tapi ironisnya, Kalsel malah di landa pemadaman listrik secara bergilir.
PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin,Kalimantan Selatan meminta maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi.
Dikutip dari banjarmasinpost.co,id, Selasa (28/07/2026), kondisi kelistrikan semula pulih sejak dua pekan lalu. Namun, karena kembali terjadi gangguan pada sejumlah pembangkit, pemadaman bergilir kembali diberlakukan.
Permohonan maaf tersebut disampaikan manajemen PLN saat menemui demonstran aksi di depan Kantor PLN UP3 Banjarmasin, Jalan Lambung Mangkurat, Selasa (28/7/2026).
Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, Muhammad Hendy Saifuddin menjelaskan, sistem kelistrikan di Kalimantan terhubung melalui jaringan interkoneksi yang melayani Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Seharusnya dua minggu lalu kondisi sudah normal, namun kami kembali mengalami gangguan di sisi pembangkit,” kata Hendy.
Ia mengatakan, gangguan pada satu pembangkit dapat memengaruhi pasokan listrik di seluruh wilayah yang terhubung.
Saat ini, PLN masih melakukan perbaikan di PLTU Asam-Asam. Di saat bersamaan, muncul gangguan pada pembangkit di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, serta pembangkit milik Tanjung Power Indonesia.
PLN menyiapkan pemulihan secara bertahap. Pada 30 Juli, satu unit pembangkit dijadwalkan kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman diperkirakan berkurang dari sekitar lima hingga enam jam menjadi sekitar tiga jam.
Selanjutnya, pada 5 Agustus, tambahan pembangkit akan masuk ke sistem sehingga kondisi berubah menjadi siaga, yakni kapasitas pembangkit mulai seimbang dengan kebutuhan beban.
Dalam kondisi tersebut, pemadaman masih berpotensi terjadi apabila muncul gangguan baru, namun dengan durasi yang lebih singkat.
Tahap berikutnya, PLTU Asam-Asam ditargetkan kembali beroperasi pada 29 Agustus. Setelah seluruh pembangkit tersebut masuk ke sistem, PLN menargetkan pasokan listrik di Kalsel dan Kalteng kembali normal pada 6 September.
Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani memastikan pemulihan akan mulai dirasakan masyarakat sejak akhir Juli seiring bertambahnya pasokan daya.
“Insya Allah di awal September kondisi kelistrikan kita sudah pulih sepenuhnya. Mulai akhir bulan ini durasi pemadaman akan berkurang, kemudian bertahap sampai sistem kembali normal,” ujarnya.
PLN juga menanggapi kritik masyarakat terkait minimnya informasi mengenai penyebab pemadaman dan perubahan jadwal yang kerap berbeda dengan pengumuman awal. Akhyar mengakui penyampaian informasi masih menjadi evaluasi perusahaan.
Menurutnya, selama ini pemberitahuan lebih banyak disampaikan melalui grup WhatsApp pelanggan dan aplikasi PLN Mobile.
Ke depan, PLN berjanji akan lebih terbuka menyampaikan perkembangan perbaikan pembangkit maupun penyebab terjadinya pemadaman.
“Ini menjadi evaluasi kami agar penyampaian informasi kepada masyarakat bisa lebih masif,” katanya.***








