BEBASBARU.ID, INTERNASIONAL – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak ragu sebut Israel bodoh dan PM Benyamin Netanyahu gila. Karena menolak AS dan Iran berdamai.
Bukan hanya berdamai, Donald Trump bahkan minta negaranya segera buka segel duit Iran 300 miliar dolar AS, karena itu memang duit milik negara Persia ini.
Alasan presiden ini sederhana, kalau duit itu tidak di pakai, maka negara lain akan malas pakai dolar AS dan akibatnya, duit dolar tak laku lagi, terlebih Iran makin akrab dengan China dan Rusia lalu volume perdagangan gunakan yuan dan rubel.
Inilah pertimbangan pragmatis Donald Trump, agar Iran dan dunia kembali pakai dolar AS, bukan yuan China atau rubel Rusia.
Presiden AS sendiri telah menandatangani kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Kesepakatan AS-Iran ini diungkap oleh seorang pejabat AS kepada AFP pada Rabu (17/6/2026) setelah Axios melaporkan penandatanganan tersebut terjadi saat makan malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
“Dapat saya konfirmasi penandatanganannya,” kata pejabat itu ketika ditanya tentang laporan Trump secara pribadi menandatangani salinan tersebut saat makan malam dengan Macron di Istana Versailles setelah KTT G7, Rabu.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu, konsesi yang dibuat oleh Iran dalam MoU tersebut merupakan kemenangan “besar” bagi Amerika Serikat.
Trump Sebut AS Harus Kembalikan Uang Iran
Nota kesepahaman (MOU) ditandatangani antara AS dan Iran secara elektronik pada Minggu (14/6/2026), yang mencakup penghentian operasi militer di semua lini dan pembukaan kembali Selat Hormuz, sekaligus membuka jalan bagi pembicaraan tentang program nuklir Iran yang terkait dengan pencabutan sanksi.
Menurut kesepakatan tersebut, AS bersama mitra regionalnya berkomitmen untuk mengembangkan “rencana pasti yang disepakati bersama” dengan dana setidaknya 300 miliar dolar AS untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.
“Kami tidak akan menginvestasikan uang. Hanya jika mereka melakukan hal-hal dengan benar. Jika mereka melakukan hal-hal dengan benar, jika orang ingin berinvestasi, mereka dapat berinvestasi.”
“Mereka memiliki dana sebesar 300 miliar dolar. Itu hanya jika mereka melakukan hal-hal dengan benar,” ujar Presiden AS Donald Trump, Rabu, dilansir Anadolu Agency.
Trump mengatakan AS telah menerima “banyak” uang dari Iran dan harus mengembalikannya. “Kami telah mengambil banyak uang mereka, dan kami memiliki uang mereka,” jelas Trump.
“Itu bukan uang kita, itu uang mereka, dan kita membekukannya pada titik waktu tertentu. Kurasa kita harus mengembalikannya, Anda tahu, jika kita tidak mengembalikannya, tidak akan ada yang mau berinvestasi dalam dolar lagi,” tegasnya.
“Ingat juga ini, ketika Anda berbicara tentang ‘miliaran dolar,’ mereka telah mengalami kerugian yang jauh lebih besar dari satu triliun dolar,” tambah dia.
Mengenai kemungkinan pencabutan sanksi untuk Iran, Trump mengatakan, “sesuatu akan terjadi segera setelah mereka berperilaku baik.”
Nota Kesepahaman (MOU) 14 poin yang dirilis oleh AS menyatakan Washington berjanji untuk mengakhiri “semua jenis sanksi” terhadap Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur IAEA (Badan Energi Atom Internasional), dan semua sanksi unilateral AS, baik primer maupun sekunder, sesuai jadwal yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan akhir.
Isi Lengkap 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran:
Kantor berita resmi Iran, IRNA, pada hari Rabu menerbitkan teks lengkap nota kesepahaman 14 poin antara Iran dan AS.
Dokumen tersebut menguraikan kerangka kerja untuk mengakhiri permusuhan, memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir, dan membahas berbagai isu mulai dari sanksi dan keamanan maritim hingga program nuklir Iran dan rekonstruksi.
Selengkapnya, berikut ketentuan utama dalam draf tersebut:
Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, dengan komitmen untuk tidak menggunakan kekerasan dan menjamin kedaulatan Lebanon.
Saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah serta tidak campur tangan dalam urusan internal masing-masing negara.
Negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.
Pencabutan blokade angkatan laut AS dan pembatasan terkait, dengan penghentian sepenuhnya dalam waktu 30 hari dan penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran setelah kesepakatan akhir tercapai.
Pemulihan pelayaran dan navigasi komersial melalui Selat Hormuz, dengan Iran berkonsultasi dengan Oman dan negara-negara pesisir Teluk lainnya mengenai pengelolaannya di masa depan.
Penyusunan program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi senilai setidaknya 300 miliar dolar AS untuk Iran dengan dukungan AS dan mitra regional.
Komitmen AS untuk mengakhiri semua sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi PBB, sanksi terkait IAEA, serta sanksi utama dan sekunder AS, berdasarkan jadwal yang disepakati bersama.
Penegasan kembali Iran bahwa mereka tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir, bersamaan dengan negosiasi tentang bahan yang diperkaya dan kegiatan nuklir sipil.
Mempertahankan status quo selama negosiasi, dengan Iran mempertahankan program nuklirnya saat ini dan AS menahan diri dari sanksi baru atau pengerahan militer tambahan.
Pengecualian langsung dari AS yang mengizinkan ekspor minyak dan produk petrokimia Iran, termasuk layanan perbankan, asuransi, dan transportasi terkait.
Pelepasan dan penggunaan penuh dana dan aset Iran yang dibekukan, dengan prosedur yang akan disepakati selama negosiasi.
Pembentukan mekanisme implementasi bersama untuk memantau kepatuhan terhadap memorandum dan perjanjian akhir di masa mendatang.
Peluncuran negosiasi untuk kesepakatan akhir setelah implementasi dimulai pada ketentuan-ketentuan utama, termasuk gencatan senjata, langkah-langkah maritim, pengecualian minyak, dan akses ke aset yang dibekukan.
Pengesahan perjanjian akhir melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.***








