BEBASBARU.ID, NASIONAL – Sabtu besok 3 Oktober 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan informasi terkait cuaca.
Bagaimana dengan Kalsel dan Kalteng, yang masih di landa kabut asap hingga kini, walaupun pada Rabu (30/09/2026) lalu hujan lebat terjadi di beberapa titik.
Ternyata, Kalsel dan Kalteng tidak termasuk besok yang akan di landa hujan lebat.
BMKG menyebutkan, ke 12 propinsi di katakan akan alami hujan sangat lebat, di sertai angin kencang, sehingga warga di 12 propinsi tersebut agar waspada dan jangan lengah.
Berdasarkan data Potensi Cuaca Ekstrem BMKG, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di sejumlah provinsi pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Dikutip dari tribuntrend.com, Jumat (02/10/2026), tidak hanya hujan sedang hingga lebat, BMKG juga mencatat adanya wilayah yang masuk kategori Siaga, yakni berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
Informasi tersebut tercantum dalam tabel Potensi Cuaca Ekstrem 3 Harian BMKG yang memuat prakiraan potensi hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat, serta angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih adalah Sumatera Utara.
Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, BMKG menetapkan Sumatera Utara dalam kategori Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat.
Artinya, wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang perlu diantisipasi karena hujan lebat hingga sangat lebat dapat meningkatkan risiko gangguan aktivitas maupun bencana hidrometeorologi di daerah yang rentan.
Sumatera Utara juga tercatat berada dalam kategori Siaga pada 2 Oktober 2026, sehingga potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berlanjut hingga Sabtu.
Selain Sumatera Utara, BMKG mencatat sejumlah provinsi masuk kategori Waspada Hujan Sedang-Lebat pada 3 Oktober 2026.
Berikut daftarnya:
Aceh
Banten
Bengkulu
Jambi
Jawa Barat
Kalimantan Barat
Kalimantan Utara
Lampung
Papua Pegunungan
Riau
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Dengan demikian, berdasarkan tabel BMKG untuk 3 Oktober 2026, terdapat 13 provinsi yang masuk dalam kategori potensi hujan ekstrem, terdiri dari 1 provinsi berstatus Siaga dan 12 provinsi berstatus Waspada.
Jawa Barat juga menjadi salah satu wilayah yang perlu memperhatikan perkembangan cuaca.
Namun, berdasarkan data BMKG khusus 3 Oktober 2026, Jawa Barat tercatat dalam kategori Waspada Hujan Sedang-Lebat, bukan Siaga.
Kondisi ini berbeda dengan prakiraan untuk 2 Oktober 2026 yang juga menempatkan Jawa Barat dalam kategori Waspada. Pada 4 Oktober 2026, status Jawa Barat dalam tabel tersebut meningkat menjadi Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat.
Perubahan kategori tersebut menunjukkan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat berubah dari hari ke hari sehingga masyarakat tetap perlu memperhatikan pembaruan informasi BMKG.
Untuk Sabtu, 3 Oktober 2026, Potensi Cuaca Ekstrem BMKG tidak mencantumkan provinsi yang masuk kategori Angin Kencang.
Sejumlah wilayah memang tercatat pernah masuk kategori angin kencang pada tanggal sebelumnya. Namun, pada kolom khusus 3 Oktober 2026, tidak terdapat provinsi yang ditandai dengan kategori tersebut.
Meski demikian, BMKG dalam prakiraan sepekan tetap mengingatkan bahwa hujan lebat di sejumlah wilayah dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang secara lokal, bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer.
BMKG Ingatkan Cuaca Bisa Berubah Cepat
Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 2-8 Oktober 2026, BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer Indonesia masih relatif kering di sejumlah wilayah. Namun, hujan lebat tetap berpotensi terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer.
BMKG mencatat adanya sejumlah faktor yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan, termasuk aktivitas gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta daerah konvergensi, perlambatan dan belokan angin. Kondisi tersebut dapat memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang secara lokal.
Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah dengan status Waspada maupun Siaga diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru, terutama ketika hendak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Potensi hujan dengan intensitas tinggi juga perlu diantisipasi di kawasan yang memiliki kerentanan terhadap genangan, banjir, longsor, pohon tumbang maupun gangguan perjalanan.
Informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Masyarakat disarankan terus memantau pembaruan resmi BMKG melalui laman dan kanal informasi resmi BMKG.***







