BEBASBARU.ID, KRIMINAL – Pembunuhan yang dilakukan Dwi Bagus pada Dini Hardianti (DH) dan AG ramai diperbincangkan di media sosial, terbilang sangat dingin dan kejam.
Dikutip dari tribunews.com, Selasa (27/10/2026), Dalam unggahan tersebut, keluarga disebut menemukan rekaman CCTV sebuah hotel di Madiun yang memperlihatkan gerak-gerik Dwi Bagus Martono (DBM) pada 12-13 Oktober 2026.
Lalu, berdasarkan hasil interogasi awal, pembunuhan dipicu oleh perselisihan atau pertengkaran antara Dini Hardianti dan Dwi Bagus Martono saat berada di sebuah hotel di wilayah Kota Madiun.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan pelaku menghabisi korban terlebih dahulu di dalam kamar hotel dengan cara mencekik leher korban hingga tewas.
Setelah itu, jasad korban dibawa keluar hotel. Tak berhenti di situ, pelaku membawa jenazah korban ke rumahnya di kawasan Jalan Doho Kota Madiun.
Setibanya di teras depan rumah, pelaku membunuh anak balitanya berinisial AG yang berusia 4 tahun dengan cara mencekik lehernya.
“Jadi dilakukan oleh suami sirinya karena pertengkaran di sebuah hotel di wilayah Madiun Kota. Terus dibunuh dengan cara mencekik, dibawa keluar hotel dan anaknya sendiri pun diperlakukan yang sama tapi beda tempat, di dalam mobil,” kata Jumhur di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (26/10/2026) kemarin.
Setelah membunuh kedua korban, pelaku berupaya menghilangkan jejak kejahatannya dengan cara membakar dan memotong bagian tubuh korban.
“Karena ini luar biasa, rekan-rekan. Pembunuhannya itu berantai. Dengan cara membakar dan memotong-menggiling bagian-bagian (tubuh kedua korban)” lanjut Jumhur.
Guna menutupi aksi kejamnya, pelaku sempat menyusun alibi, yakni berpura-pura tidak tahu-menahu mengenai keberadaan istri siri dan anak tirinya.
Pelaku juga berpura-pura prihatin dengan mendampingi keluarga korban yang datang jauh-jauh dari Bogor untuk membuat laporan resmi kepolisian.
“Iya, jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun, melapor mengantar ke Polres Madiun Kota, melapor kehilangan. Jadi selama satu bulan ya, itu memang tadinya dipercayai bahwa hilang,” ungkap Jumhur.
Saat disinggung mengenai adanya kemungkinan pelaku menjalankan aksinya dibantu orang lain sehingga memungkinkan adanya penambahan tersangka, Jumhur belum dapat menjawabnya.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain serta memetakan tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Madiun.
“Pengakuan sementara masih satu orang, nanti kita masih kita kembangkan kemungkinan ada pelaku-pelaku lainnya,” jelas Jumhur. Kini penyidik telah menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan pelaku sebagai sarana mobilisasi dan pelarian.
“Barang bukti yang sudah diamankan ada mobil unit Pajero, Karimun, sepeda motor sarana. Udah sementara itu dulu ya,” pungkasnya.
Diduga Dipicu Cemburu
Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, menduga motif utama tindakan DBM didasari oleh dendam dan emosi sesaat yang dipicu cemburu.
Pelaku diketahui memiliki istri sah selain korban yang merupakan istri sirinya.
Roy memperkirakan, terjadi persinggungan antara istri sah dan istri siri pelaku, sehingga pelaku berakhir terlibat cekcok dengan istri siri atau korban.
“Motifnya kemungkinan masalah dendam ya, emosi ya. Emosi karena memang peristiwa yang melatarbelakangi bahwa pada saat itu si suami ini juga kan punya istri sah.”
“Nah, ada komunikasi dengan istri sah. Kemudian yang perempuannya merasa cemburu. Jadi, akibat dari kecemburuan itu terjadi percekcokan mulut antara si korban dengan si pelaku,” terang Roy, Senin, masih dari Surya.co.id.
Mengenai dugaan pelaku melakukan perbuatan tersebut dibantu orang lain, Roy mengungkapkan hingga saat ini, penyidik menetapkan DBM sebagai pelaku tunggal.
Namun penyidik tetap membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat sembari melakukan pendalaman lebih lanjut atas kasus tersebut.
Saat ini, pelaku ditahan di Ruang Penyidik Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim guna menjalani proses pemeriksaan dan pengembangan kasus lebih lanjut.
“Lokasi penangkapannya di Madiun ya, Madiun. Saya belum pastikan (lokasinya). Yang jelas dia sudah diamankan, sekarang masih di Madiun untuk dikembangkan,” kata Roy lagi.***







