BEBASBARU.ID, KRIMINAL – Walaupun di katakan baru datang berhaji tahun ini, tapi watak kejam seseorang yang bisa kalap akibat cemburu tak bisa di prediksi.
Ketua RT 24, di mana tersanga Dwi Bagus tinggal ceritakan, rumah di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, yang menjadi salah satu lokasi dalam kasus tersebut merupakan rumah orang tua Bagus.
Rumah itu sudah lama kosong setelah kedua orang tua Bagus meninggal dunia beberapa tahun lalu. Meski alamat Bagus masih tercatat di lingkungan tersebut, ia tidak lagi menetap di rumah itu.
Menurut Agung, Bagus sesekali datang untuk membersihkan rumah peninggalan orang tuanya.
Dikutip dari tribunews.com, Selasa (27/10/2026), namun, untuk tempat tinggal sehari-hari, Bagus diketahui tinggal di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, bersama istri sahnya.
“Di sini itu biasanya dia datang, mungkin bersih-bersih. Tapi kalau tempat tinggal enggak, kosong,” jelasnya. Rumah di Jalan Doho tersebut diketahui menjadi lokasi pembunuhan terhadap AGF.
Sementara itu, rumah Bagus di Jalan Kunir juga menjadi lokasi mutilasi dan pembakaran jenazah dalam kasus yang kini menjadi perhatian warga tersebut.
Agung mengaku tidak mengetahui secara detail aktivitas Bagus maupun persoalan rumah tangganya. Ia juga tidak mengetahui secara pasti kapan terakhir kali Bagus datang ke rumah peninggalan orang tuanya.
Selama ini, interaksi Bagus dengan warga sekitar dinilai berjalan biasa. Tidak ada laporan dari warga mengenai aktivitas yang mengarah pada dugaan tindak kriminal dalam beberapa waktu terakhir.
Di mata tetangga, Bagus dikenal sebagai sosok yang baik dan cukup bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Agung bahkan menyebut Bagus baru saja menunaikan ibadah haji.
Karena itu, kabar bahwa Bagus diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap Dini dan AGF membuat warga sulit mempercayainya.
“Kalau yang saya tahu, orangnya baik. Di lingkungan sendiri dia tidak pernah terlibat kriminal atau apa. Jadi, basic-nya itu orang baik,” ujar Agung.
Ia menambahkan, sebagian besar warga masih diliputi rasa terkejut karena tidak pernah menyangka sosok yang selama ini dikenal baik tersebut terseret dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi.
“Rata-rata lingkungan syok, pasti kaget. Basic-nya dia enggak pernah terlibat kriminal, orangnya baik, kemarin habis haji juga. Jadi, masyarakat masih kaget, tidak menyangka,” tuturnya.
Agung menegaskan, dirinya tidak mengetahui persoalan yang terjadi dalam hubungan Bagus dengan Dini.
Ia juga tidak bisa memastikan apakah ada masalah rumah tangga yang melatarbelakangi peristiwa tersebut baik dengan istri siri maupun istri sahnya.
Hingga kini, kasus pembunuhan disertai mutilasi itu masih menjadi perhatian warga. Mereka berharap proses penyelidikan kepolisian dapat mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa yang menewaskan Dini dan AGF.***








