BEBASBARU.ID, DAERAH – Indonesia sejatinya sangat kaya raya dengan SDA, tapi semuannya bak kutukan saja, sebab pejabat-pejabat yang diamanahi jalankan negara ini, rata-rata oknum bangsat (koruptor).
Mulai dari oknum ASN, aparat hukum hingga penyelenggara negara, termasuk yang ngawasin (wakil rakyat), setali 3 uang saja, rata-rata maling. Rakyat di bodohin dengan amplop saat pemilu.
Akibatnya kekayaan alam yang makin hancur-hancuran hanya di nikmati segilintir orang dan rakyat tetap hidup miskin sampai kapanpun.
Kini, Indonesia harusnya bangga lagi! Tapi pertanyaanya, apakah rakyat hanya akan jadi penonton terus?
Sebab Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan gas raksasa di Sumur Geliga, Wilayah Kerja Ganal di Kutai, Kalimantan Timur (Kaltim). Temuan itu berasal dari perusahaan energi asal Italia, ENI.
“Nah saya mengumumkan teman-teman, bahwa ENI baru mendapatkan satu wilayah kerja baru, Giant dan blok Geliga yang menghasilkan 5 triliun cubic feet untuk gas,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/o4/2026) kemarin.
Tak hanya gas, Bahlil mengatakan akan ada potensi kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak (barrel oil equivalent/BOE). Menurutnya ini sesuatu yang luar biasa.
“Dengan demikian maka ENI pada 2028, 2028 itu bisa kita maksimalkan mencapai kurang lebih sekitar 2.000 MM untuk gas. Sekarang produksinya kurang lebih sekitar 600 sampai 700. Nanti 2028 kita akan berkembang di sekitar kurang lebih 2.000 MM. Di 2030 itu akan kita kembangkan menjadi 3.000 MM. Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali,” jelas Bahlil.
Bahlil juga mengatakan produksi kondesat pada 2028 sebesar 90.000 barel per hari. Lalu di 2029-2030 diproyeksikan nambah lagi menjadi 150.000 barel per hari.
“Ini adalah strategi untuk bagaimana gas kita tidak kita lakukan impor dari negara mana pun. Kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi,” terang Bahlil.







