BEBASBARU.ID, INTERNASIONAL – Ambisi besar Presiden Donald Trump ingin jadikan Selat Hormuz sebagai ‘Proyek Kebebasan’ gagal, gara-gara satu negara sekutunya menolak proyek ambisius ini.
Donald Trump secara dramatis menarik kembali ‘Proyek Kebebasan’ padahal baru berjalan dua hari. Proyek ini adalah bagian dari langkah AS untuk membebaskan Selat Hormuz dari penguasaan Iran.
Dikutip dari republika.co.id, Jumat (08/05/2026), menurut laporan, program itu gagal setelah sekutu AS di Teluk, Arab Saudi, memblokir akses ke pangkalan militer dan wilayah udaranya buat Amerika.
“Keputusan Trump untuk menghentikan operasi tersebut didorong oleh keluhan dari Arab Saudi,” kata dua pejabat AS kepada NBC News.
Para pemimpin Arab Saudi dilaporkan marah atas langkah Amerika tersebut dan memberi tahu AS bahwa Riyadh tidak akan mengizinkan pasukan militer Amerika untuk menerbangkan pesawat melalui Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak di tenggara ibu kota Riyadh.
Para pejabat mengatakan Kerajaan juga menolak akses bagi pesawat AS mana pun untuk terbang melalui wilayah udara Saudi sebagai bagian dari Proyek Kebebasan.
Dilaporkan telah terjadi percakapan telepon antara Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Hanya saja keduanya gagal mencapai kesepakatan sehingga memaksa presiden AS untuk membatalkan operasi tersebut.
Para pemimpin telah melakukan kontak secara rutin dan para pejabat juga berhubungan dengan wakil presiden JD Vance, Komando Pusat AS, dan menteri luar negeri Marco Rubio,. Demikian sebuah sumber Saudi kepada NBC News.
“Masalah dengan premis itu adalah bahwa segala sesuatunya terjadi dengan cepat secara real-time,” kata sumber tersebut tentang pengumuman itu.
Saudi menambahkan bahwa negara itu sangat mendukung upaya diplomatik oleh Pakistan untuk mendorong AS-Iran menuju kesepakatan.
Beberapa kali, kontak diplomat tingkat tinggi juga terjadi antara Saudi dan Iran. Saudi mendukung upaya Iran menyelesaikan konflik secara damai.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada NBC News bahwa sekutu regional telah diberitahu sebelumnya. Seorang diplomat di wilayah tersebut mengatakan bahwa operasi AS tu juga tidak dikoordinasikan dengan Oman.
“AS membuat pengumuman dan kemudian berkoordinasi dengan kami,” kata mereka, menambahkan “kami tidak kesal atau marah.”
“Karena faktor geografis, Anda membutuhkan kerja sama dari mitra regional untuk memanfaatkan wilayah udara mereka di sepanjang perbatasan mereka,” jelas seorang pejabat AS tentang keberhasilan skema tersebut.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak, pupuk, dan komoditas lainnya di seluruh dunia yang praktis tertutup sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Invasi AS menyebabkan kenaikan harga global.
“Karena faktor geografis, Anda membutuhkan kerja sama dari mitra regional untuk memanfaatkan wilayah udara mereka di sepanjang perbatasan mereka,” jelas seorang pejabat AS tentang keberhasilan skema tersebut.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak, pupuk, dan komoditas lainnya di seluruh dunia yang praktis tertutup sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, menyebabkan kenaikan harga global.***








