BEBASBARU.ID, BANJARMASIN – Warga Kalsel kini ngap-ngapan saban hari menghirup asap, sementara sang Gubernur Kalsel sibuk rayakan ultah kawinan dan cucunya.
Bahkan petugas Damkar banyak yang hampir putus asa, karena panggilan kebakaran siang malam masuk, sehingga mereka sulit istirahat.
Eh begitu bikin pernyataan, malah membuat warga Kalsel kontan meradang. Gubernur Kalimantan Selatan ini sebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak parah.
Seperti diketahui, nama Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mendadak ramai diperbincangkan publik.
Bukan tanpa alasan, hal itu karena pernyataanya yang menyebut kondisi karhutla di Kalimantan tidak parah.
“Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada. Artinya tidak parah,” ujarnya.
Setelah ucapannya menuai kritikan publik, Muhidin langsung minta maaf ke publik.
Muhidin meminta maaf kepada warga masyarakat Kalsel lantaran keterbatasan personel dan armada membuat pemerintah belum bisa membantu penanggulangan karhutla secara menyeluruh.
“Jadi kami mohon maaf kepada netizen, kita tidak bisa membantu seluruh Kalsel,” ujar Muhidin kepada wartawan, Senin (12/10/2026) dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/10/2026).
Muhidin bahkan dengan entengnya sebut, lebih prioritaskan Bandara Syamsuddinnor di bandingkan Kabupaten/kota yang di landa kabut asap.
Ini makin membuat warga Kalsel meradang, terutama netizen, sehingga julukan-julukan Gubernur Pikun dan lebih baik mundur pun bergema.
Lantas seperti apa profil Muhidin, Gubernur Kalimantan Selatan?
Muhidin adalah politisi sekaligus Gubernur Kalimantan Selatan. Muhidin lahir di Binuang, Kabupaten Tapin, pada 6 Mei 1958.
Melansir Tribunnewsmaker.com, karier politiknya di Kalimantan Selatan cukup gemilang. Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin periode 2010-2015.
Sebelum itu, Muhidin duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel pada 2009-2010 setelah sebelumnya menjadi anggota DPRD Kabupaten Tapin (2004-2009).
Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel.
Selain berkarier di dunia politik, Muhidin juga dikenal sebagai pengusaha batu bara melalui perusahaannya, PT Binuang Jaya Mulia.
Perjalanan politiknya dimulai dari Partai Bintang Reformasi (PBR), sebelum akhirnya bergabung dengan PAN.
Pada Pilkada Banjarmasin 2010, Muhidin bersama pasangannya, Irwan Anshari, berhasil memenangkan pemilihan dan menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin.
Lima tahun kemudian, ia maju dalam Pilgub Kalsel 2015 bersama Gusti Farid, tetapi kalah dari pasangan Sahbirin-Rudy Resnawan.
Tidak menyerah, ia kembali bertarung pada Pilkada Kalsel 2020 berpasangan dengan Sahbirin Noor dan berhasil memenangkan pemilihan, menjadikannya Wakil Gubernur Kalsel periode 2021-2024.
Tahun 2024, Muhidin kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalsel, kali ini dengan Hasnuryadi Sulaiman sebagai wakilnya. Kemenangan ini mengukuhkan perjalanan panjangnya di dunia politik.***
Pengalaman Kerja dan Politik
– Guru Olahraga SD (1981-2004)
– Anggota DPRD Tapin (2004-2009)
– Anggota DPRD Kalsel (2009-2010)
– Wali Kota Banjarmasin (2010-2015)
– Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (2021-2024)







