BEBASBARU.ID, NASIONAL – Kecelakaan maut antar Kereta api (KA) jarak jauh Argo Bromo dan KRL di Bekasi menimbulkan kepanikana luar biasa dari seluruh penumpang, terutama yang mengalami insiden tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) tersebut.
Di kutip dari salah satu penumpang KRL menceritakan momen ngeri saat tabrakan itu terjadi. Saksi bernama Rendi Pangestu mengatakan kondisi di lokasi kaos saat tabrakan terjadi. Penumpang di dalam KRL berhamburan jatuh.
“Ditabrak, panik semua orang langsung pada pecah itu semua,” kata Rendi saat dihubungi, Senin (27/4) seperti dikutip dari detik.com.
Berdasarkan pantauannya, Rendi menyebut adanya korban dalam peristiwa tersebut. Rendi menyebut dirinya bahkan sampai terpental data tabrakan terjadi.
“Gerbong belakang nggak tau selamat atau nggak, kita di depan aja mental sampai sejauh itu gimana yang belakang,” ujarnya.
Kecelakaan kereta terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Vice President (VP) Corporate Secretary PT KCI Karina Amanda mengonfirmasi kasus kecelakaan melibatkan KRL dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.
Namun, ia belum mau merinci lebih jauh mengenai penyebab kecelakaan.
“Betul (Ada kecelakaan kereta), terjadi di Bekasi Timur. Saat ini dalam penanganan,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin malam.
Saksi mata yang melihat tabrakan ini, bunyi tabrakan itu sangat keras terdengar, bak ada bom saja, saat KA Argo Bromo hantam gerbong belakang KRL yang di huni penumpang wanita.
Saking kerasnya tabrakan ini, gerbong KRL itu benar-benar ringsek berat. Sebelumnya, Kereta api listrik (KRL) arah Jakarta menuju Cikarang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan sebelum ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek, KRL tersebut sempat tertemper mobil taksi listrik di perlintasan kereta daerah Bulak Kapal, Bekasi Timur.
“Oh iya, jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL. Di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya,” kata Franoto kepada wartawan, Senin (27/4) malam.
Franoto mengakui akibat insiden taksi yang tertemper kereta sehingga membuat KRL tersebut berhenti. “Yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” katanya.
Sementara itu berdasarkan berdasarkan langsung CNNIndonesia TV, imbas kecelakaan gerbong khusus perempuan di rangkaian KRL paling belakang ringsek diseruduk lokomotif kereta jarak jauh di stasiun tersebut.
Dari rekaman video yang beredar di media sosial, sejumlah petugas terlihat sedang berupaya melakukan evakuasi. Dan sejumlah korban mengalami perawatan medis. Belum ada laporan resmi jumlah penumpang yang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Dari perkembangan terkini, kasus tabrakan antara Kereta jarak jauh (KAJJ) dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line tabrakan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam ini, di kabarkan ada 10 penumpang di kabarkan tewas.***







