BEBASBARU.ID, GOSIP – Dekade tahun 1980-1990 siapa yang tak kenal penyanyi dan pencipta lagu yang identik dengan kacamata, Deddy Dores, yang lambungkan banyak penyanyi top tanah air, salah satunya Nike Ardilla.
Bahkan di sebut-sebut saat masih jaya-jayanya, Deddy Dores di kasih cek kosong oleh penyanyi dan produser, agar mau ciptakan lagu baru.
“Saya di minta tulis sendiri mau minta bayaran berapa untuk satu lagu,” kisah Deddy Dores kala itu. Bukan apa-apa, lagu apapun yang dia ciptakan pasti hits.
Namun ironisnya, setelah meninggal dunia, Deddy Dores tidak memiliki harta untuk di wariskan buat anak-anaknya, bahkan royalti lagupun anak-anaknya nggak dapat, karena jaman dulu sistem lagu jual putus!
Dan, publik geger, saat Calvin Dores, putra sang musisi legendaris ini ingin menjual mata demi bertahan hidup.
Pengakuan itu dibuat langsung secara terbuka melalui unggahannya. Ia juga buka suara terkait keputusan ekstrem tersebut
“Ya saya bukan buat kehidupan sehari-hari, tapi lebih uang buat masa depan anak. Makanya saya mau jual mata saya ini,” ujar Calvin Dores saat dihubungi wartawan.
Calvin Dores membuat pengakuan mengejutkan terkait kondisi hidup yang sedang ia hadapi. Ia menyebut keputusannya untuk menjual bola mata sudah dipertimbangkan secara matang di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
Menurutnya, langkah tersebut muncul dari rasa tanggung jawab sebagai ayah yang ingin memastikan istri dan anak-anaknya tetap bisa bertahan di tengah kesulitan hidup yang dialami saat ini.
Tidak Tinggalkan Warisan
Calvin juga meluruskan anggapan sebagian publik yang mengira dirinya memiliki warisan besar dari sang ayah, mendiang Deddy Dores. Calvin menegaskan bahwa dirinya tidak menerima aset maupun peninggalan apa pun dari sang musisi.
Diketahui, Deddy Dores merupakan salah satu musisi senior Indonesia yang pernah membentuk sejumlah grup musik seperti Rhapsodia, Super Kid, hingga bergabung dengan God Bless.
Namanya juga dikenal luas sebagai pencipta lagu-lagu hits untuk Nike Ardilla dan sejumlah penyanyi populer lainnya. Ia wafat pada 17 Mei 2016 akibat penyakit jantung.
Calvin mengungkapkan bahwa kondisi hidupnya saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan masa kecil ketika ayahnya masih berada di puncak karier di industri musik.
Ia mengaku merasa sedih melihat kondisi anak-anaknya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi.
“Udah bulat Mas, karena saya gak mau melihat istri dan anak saya kesusahan. Ya saya pasti bandingin lah ketika saya kecil kehidupan saya gimana dengan anak saya sekarang, kehidupannya jauh berbeda. Saya merasa jadi ayah yang gagal ketika melihat anak saya, kehidupannya tuh jauh dari kata kurang,” ungkap Calvin Dores dengan nada sedih, dikutip dari WartaKotalive.com.
Sebelum mengambil keputusan ekstrem tersebut, Calvin menyebut dirinya sudah berupaya mencari penghasilan dari berbagai jalur, terutama di industri kreatif. Ia masih aktif menjual karya lagu serta bekerja di beberapa bidang, namun tingginya kebutuhan hidup membuatnya kesulitan menabung untuk masa depan keluarga.
“Saya kerja mah udah kok. Saya jual lagu dan sebagainya, cuma ya kebutuhan hidup sekarang tinggi. Jadi, saya enggak ada uang buat masa depan anak,” jelasnya.
Rencana penjualan bola mata itu juga disebut sempat menuai penolakan dari berbagai pihak, termasuk rekan sesama pekerja seni yang mencoba memberikan nasihat agar ia tidak mengambil langkah tersebut.
Bahkan, beberapa tokoh publik dan politik disebut sempat menghubunginya untuk mencari tahu kondisi yang sebenarnya.
Namun, Calvin menegaskan bahwa dirinya tidak ingin bergantung pada bantuan orang lain. Ia memilih mencari jalan sendiri meskipun keputusan itu tergolong berat dan menyangkut kondisi fisiknya.
“Saya bukan tipikal orang yang minta-minta Mas. Saya enggak mau merepotkan banyak orang, enggak mau dikasihani. Jadi, saya memilih langkah ini,” tegasnya.
Calvin juga mengaku kondisi mentalnya sedang berada di titik terendah akibat tekanan ekonomi yang terus membebaninya.
“Jujur, kondisi saya sekarang sudah depresi banget lah. Makanya saya mau jual mata. Saya sudah tahu seisi dunia seperti apa, apa yang perlu saya lihat lagi? Kalau mata saya hilang satu juga gak masalah kok,” ucapnya.
Saat ini, ia membuka peluang bagi siapa pun yang membutuhkan donor mata untuk menghubunginya. Calvin bahkan tidak menetapkan harga pasti, selama tindakan tersebut dapat membantu keberlangsungan hidup keluarganya.
“Selama ini saya berusaha sendiri. Kalau memang mata saya laku dan berguna biar orang bisa melihat, hubungi saya aja mau bayar berapa,” pungkasnya.***







