Bebasbaru
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
Bebasbaru
No Result
View All Result
Home Film

Kenapa Oknum TNI-Polisi Gerah dengan Film Dokumenter Pesta Babi..?

Narasi yang dibangun film ini cukup keras karena menyebut situasi tersebut sebagai bentuk “kolonialisme modern” atas Papua

admin_bebasbaru by admin_bebasbaru
11 Mei 2026
in Film, Gosip
Kenapa Oknum TNI-Polisi Gerah dengan Film Dokumenter Pesta Babi..?

Film dokumenter Pesta Babi di bubarkan aparat, film ini seakan kuat ada keterlibatan aparat lindungi pengusaha di balik pengrusakan hutan di Papua, berdalih proyek nasional (dok, tangkapan layar)

190
SHARES
1.5k
VIEWS

BEBASBARU.ID, FILM – Saat ini sedang heboh razia yang di lakukan oknum TNI-Polisi, karena keberatan dengan pemutaran film dokumenter yang berjudul Pesta Babi.

Anehnya, aparat oknum khususnya TNI keberatan dan bubarkan acara nonbar itu, entah apa alasannya.

Baca Juga

Dengar Vicky Prasetyo Nikah Lagi, Nunung Heran Kok Ceweknya Mau, Apa Kena Pelet?

Vicky Prasetyo Mau Nikah, Petugas KUA Candain Ini Nikah yang ke 25..?

Sehingga acara nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di sejumlah daerah dikabarkan sempat dibubarkan petugas keamanan.

Dikutip dari katadata.com, Senin (11/05/2026), berbagai foto dan video yang beredar di media sosial menyebut ada beberapa faktor utama yang membuat film ini kontroversial.

Film Pesta Babi disebut mengkritik proyek strategis nasional pemerintah. Film dokumenter ini juga dianggap menyinggung keterlibatan aparat dan militer dalam pengamanan proyek.

Lantas, apa itu Film Pesta Babi dan mengapa acara nonton barengnya dibubarkan?

Mengutip akun Instagram Ekspedisi Indonesia Baru, @idbaruid, film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi sorotan karena mengangkat isu sensitif soal proyek pembangunan di Papua Selatan.

Pesta Babi bukan film horor atau hiburan biasa, melainkan dokumenter investigatif yang membahas konflik lahan, masyarakat adat, hingga keterlibatan aparat dalam proyek strategis nasional (PSN).

Film Pesta Babi garapan Dandhy Laksono dan Cypri Dale ini memiliki durasi total sekitar 95 menit atau 1 jam 35 menit. Lantas, apa isi film yang disebut kontroversial ini?

Film Pesta Babi mengambil latar di wilayah Papua Selatan, terutama di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Fokus utamanya adalah kehidupan masyarakat adat seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang disebut kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.

Film dokumenter tersebut menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar. Di sisi lain, masyarakat lokal merasa tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri.

Narasi yang dibangun film ini cukup keras karena menyebut situasi tersebut sebagai bentuk “kolonialisme modern” atas Papua. Film juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi di kawasan tersebut.

Salah satu simbol penting dalam film adalah pemasangan “salib merah” oleh warga adat sebagai bentuk penolakan terhadap perusahaan dan penguasaan lahan.

Judul “Pesta Babi” diambil dari tradisi budaya masyarakat Muyu bernama Awon Atatbon, sebuah ritual adat besar yang melibatkan babi sebagai simbol sosial dan budaya.

Tradisi itu bergantung pada keberlangsungan hutan dan alam Papua. Karena itu, film memakai istilah “Pesta Babi” sebagai metafora bahwa kerusakan hutan juga mengancam identitas budaya masyarakat adat.

Kenapa Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan?

Pemutaran film ini di sejumlah daerah sempat dibubarkan petugas keamanan. Alasannya beragam, mulai dari faktor keamanan hingga dianggap berpotensi memicu keresahan.

Beberapa acara nonton bareng dilaporkan mendapat tekanan atau pembubaran dari aparat seperti polisi maupun Babinsa.

Sejauh ini, peristiwa pembubaran atau penghentian nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita terjadi di wilayah Mataram, khususnya di lingkungan kampus.

Mengutip akun Instagram yang sama, nobar film Pesta Babi di Universitas Mataram dibubarkan pada 7 Mei 2026 oleh pihak kampus bersama petugas keamanan. Wakil Rektor III disebut meminta pemutaran dihentikan demi “kondusivitas” kampus.

Sejumlah laporan menyebut pemutaran film juga dihentikan di UIN Mataram, bahkan ketika film baru berjalan beberapa menit. Selain itu, nobar di Universitas Pendidikan Mandalika juga dibubarkan.

Di luar itu, ada juga laporan dan diskusi publik yang menyebut beberapa agenda pemutaran di kota lain mengalami pembatalan atau tekanan, termasuk di Ternate dan Yogyakarta. Namun, detail kejadiannya belum sebanyak kasus di Mataram.***

Tags: aparatFilmmahasiswaPesta BabiPolriTNI

Post Terkait

Vicky Prasetyo Mau Nikah, Petugas KUA Candain Ini Nikah yang ke 25..?
Gosip

Dengar Vicky Prasetyo Nikah Lagi, Nunung Heran Kok Ceweknya Mau, Apa Kena Pelet?

3 Juni 2026
Vicky Prasetyo Mau Nikah, Petugas KUA Candain Ini Nikah yang ke 25..?
Gosip

Vicky Prasetyo Mau Nikah, Petugas KUA Candain Ini Nikah yang ke 25..?

3 Juni 2026
Musisi Legendaris Deddy Dores Tidak Wariskan Harta, Dulu Tajir Dikasih Cek Kosong Untuk Satu Lagu
Gosip

Musisi Legendaris Deddy Dores Tidak Wariskan Harta, Dulu Tajir Dikasih Cek Kosong Untuk Satu Lagu

26 Mei 2026
Ayu Aulia Hanya Halu, Langsung Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Bupati Bintan Roby Kurniawan
Gosip

Ayu Aulia Hanya Halu, Langsung Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Bupati Bintan Roby Kurniawan

16 Mei 2026
Ayu Aulia Bikin Heboh Sebut Skandal dengan Bupati Inisial R, Kabur Usai Menikmatinya
Gosip

Ayu Aulia Bikin Heboh Sebut Skandal dengan Bupati Inisial R, Kabur Usai Menikmatinya

11 Mei 2026
Kisah Dilan ITB 1997, Nostalgia Anak Tahun 1990 an Saat Reformasi Mau Bergulir
Film

Kisah Dilan ITB 1997, Nostalgia Anak Tahun 1990 an Saat Reformasi Mau Bergulir

4 Mei 2026
Next Post
Said Didu Sebut Pengendali dan Pelindung Judol Hayam Wuruk Berada di Link Istana, Siapa Dia?

Said Didu Sebut Pengendali dan Pelindung Judol Hayam Wuruk Berada di Link Istana, Siapa Dia?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Heboh, Ayu Soraya Istri Ko Apex Ngaku Langsung Mual Lihat Rekaman Video Syur Dj Dinar Candy dengan Suaminya

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Bukan Eks Suami, Tapi Kerja Sebagai Pengangkut Buah Milik Korban, Tega Berbuat Sadis Karena Ini..!

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Video Syur Mirip Audrey Davis Anak David Naif Bikin Heboh, Ada 3 Klip Lohh!

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Heboh Video Selebgram Melon Gede Anastasya Khosasih di KDRT Kekasih, Tapi Netter Malah Bilang Gini!

    600 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Industri Film Syur JAV Butuh Pemeran Pria, Lowongan Kerja Nih Bagi Pria Punya Burung Gede!

    478 shares
    Share 191 Tweet 120
  • Inilah Nama Caleg Dapil Murung Pudak yang Lolos ke DPRD Tabalong 2024-2029, Gerindra Raih 2 Kursi

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Berpulangnya si Mantri Ramah dan Kocak: Profil Mantri Ibur Korban Kecelakaan di Sungkai Ketika Hadiri Haul Guru Sekumpul

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Hasil Real Count Sementara DPRD Tabalong, Petahana Banyak Terpental, 6 Parpol Bersaing Unsur Pimpinan

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk Buka Lowongan Baru, Ini Lokasi Kerjanya Kalau Diterima!

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Alamat Redaksi: Jl. H. Badaruddin, RT 1, No. 69, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, 71561
  • Telpon-WA: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com

Category

  • Tokoh, Politik dan Investigasi
  • Post
  • Kriminal
  • Nasional dan Daerah
  • Internasional
  • Advetorial
  • Dunia Islam

Category

  • Otomotif
  • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olaharga & Gaya Hidup
  • Gosip
  • Film
  • Cerbung

Info Iklan

  • Telp: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com dan rudin_bebas@yahoo.co.id
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2023 Bebas Baru
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung

© 2018 JNews by Jegtheme.