Bebasbaru
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
Bebasbaru
No Result
View All Result
Home Kriminal

Modus Kyai Anshari Bujuk Santriwati Untuk Sembuhin Batin, Setelahnya di Garap!

Jumlah santri di pondok pesantren tersebut pada tahun 2024 mencapai sekitar 700 orang dan sekitar 400 di antaranya merupakan santriwati.

admin_bebasbaru by admin_bebasbaru
9 Mei 2026
in Kriminal
Modus Kyai Anshari Bujuk Santriwati Untuk Sembuhin Batin, Setelahnya di Garap!

Sempat berusaha kabur, predator seks Anshari akhirnya di bekuk polisi (dok, tangkapan layar-IG)

190
SHARES
1.5k
VIEWS

BEBASBARU.ID, KRIMINAL – Setelah geger dan viral kini mulailh para korban buka-bukaan, apa yang di lakukan kyai cabul yang pendiri Ponpes NdholoKusumo di Pati Jawa Tengah ini.

Dikutip Tribunnews.com, Sabtu (09/05/2026), kasus ini lama bergulir di balik tembok pesantren dan hanya menjadi bisik-bisik di kalangan internal, satu per satu pengakuan mulai muncul ke permukaan.

Baca Juga

Di Sebut Kyai Palsu, Inilah Jejak Kelam Kyai Anshari yang Sempat Mau Sogok Para Korban Pencabulan

Dilaporkan Sejak 2024, Baru Polisi dan Kemenag Tutup Setelah Geger Pencabulan AS Si Pemilik Ponpes di Pati

Di Jakarta, Kamis (7/5/2026), suasana konferensi pers di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mendadak penuh haru dan ketegangan saat korban berinisial K (19) hadir bersama keluarga, saksi lain, serta tim kuasa hukum yang didampingi pengacara Hotman Paris.

Di hadapan publik, mereka membuka cerita yang selama ini disebut tersimpan rapat dan menjadi tanda tanya banyak orang.

Korban disebut mengalami dugaan pencabulan sejak tahun 2021 dan baru berani melapor ke kepolisian pada 2024.

Keputusan itu diambil bukan hanya demi dirinya sendiri, tetapi juga karena kekhawatiran masih ada santriwati lain yang mengalami hal serupa namun memilih diam karena takut.

“Ya soalnya udah banyak korban lain. Teman-teman saya tidak ada yang berani,” katanya dalam kesempatan tersebut, Kamis.

Langkah hukum yang ditempuh keluarga korban disebut bukan semata untuk kepentingan pribadi. Ayah korban berinisial M (52) mengaku terdorong untuk terus memperjuangkan kasus tersebut karena melihat potensi banyak korban lain di lingkungan pesantren.

“Dari awal tujuan saya bukan untuk semata-mata saya atau anak saya, tapi saya di situ melihat banyak generasi anak-anak jadi korban,” ucapnya dalam kesempatan yang sama.

Menurut M, jumlah santri di pondok pesantren tersebut pada tahun 2024 mencapai sekitar 700 orang dan sekitar 400 di antaranya merupakan santriwati.

Ia khawatir, apabila kasus itu tidak dibuka ke publik dan tidak diproses secara hukum, maka dugaan tindakan serupa bisa terus terjadi tanpa ada yang berani menghentikan.

“Kalau dibiarkan, itu mungkin saja banyak-banyak sekali jadi korban oleh oknum tadi,” ucapnya.

M juga mengaku sempat mendatangi beberapa teman anaknya untuk memastikan cerita yang selama ini didengar dari korban. Dari situ, ia mengaku menemukan kecocokan pengakuan antara anaknya dengan santriwati lain.

“Beberapa temannya saya datangi. Ternyata yang dikatakan anak saya itu saya cocok dengan apa yang dikatakan anak saya, apa yang diperlakukan, apa yang dilakukan oleh pak kiainya kepada anak-anak tadi,” jelasnya.

Mantan Pekerja Ponpes Ungkap Dugaan Lama yang Pernah Diprotes Warga

Pengakuan lain datang dari S (47), mantan pekerja Pondok Pesantren Ndholo Kusumo yang mengaku bekerja di lingkungan pondok selama satu dekade, sejak 2008 hingga 2018.

Di konferensi pers tersebut, S mengaku sering melihat AS membawa santriwati secara bergantian untuk menginap di kamar pribadinya. Menurutnya, para santriwati yang datang rata-rata masih usia sekolah menengah atas dan kerap berada di kamar hingga pagi hari.

“Iya, selama di pondok itu. Ya berganti-ganti, menginapnya sama anak-anak gonta-ganti,” ujar S dalam konferensi pers tersebut.

S juga mengungkap bahwa dugaan perilaku tersebut sebenarnya pernah memicu protes warga sekitar pada tahun 2008. Saat itu, muncul kabar mengenai seorang santriwati yang disebut hamil dan kemudian dinikahkan dengan pria lain.

“Terus cewek ini dinikahkan sama orang lain. Terus setelah nikah, orang luarnya itu enggak mau mengakui kalau itu anaknya,” ungkapnya.

Namun, menurut S, kasus tersebut perlahan menghilang tanpa proses hukum. Ia menilai hal itu terjadi karena sosok AS dipandang sangat religius dan dihormati oleh banyak orang.

“Karena setiap orang yang dekat dengan si pelaku, itu merasa seolah-olah dia itu dekat dengan Allah. Sejak 2018 (sudah tidak percaya),” tambahnya.

Disebut Gunakan Dalih Penyembuhan Penyakit

Tim pendamping korban dari Hotman 911, Dewi Intan, juga mengungkap dugaan modus yang digunakan AS terhadap para santriwati.

Menurutnya, korban disebut dirayu dengan dalih bahwa tindakan yang dilakukan dapat menyembuhkan penyakit maupun membersihkan penyakit hati.

“Waktu awal dia (AS) merayu mereka (korban) dengan bilang bahwa hal ini bisa melunturkan semua penyakit yang ada di dalam badan,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama, Kamis.

Dalih tersebut kemudian disebut digunakan untuk membujuk para korban agar menuruti kemauan pelaku.

“Dengan hubungan seperti itu, menghilangkan semua penyakit, penyakit hati, penyakit segala-gala dari yang ada di dalam tubuh,” katanya.

Dewi juga menyebut, apabila ada korban yang menolak, tekanan hingga kekerasan fisik disebut bisa terjadi.

“Kalau misalnya mereka menolak itu biasanya juga sesekali dilakukan kekerasan dengan menoyor kepala,” ujarnya.

Pengakuan Tari: Bermula dari Memijat hingga Diminta Menemani Tidur

Sorotan publik juga tertuju pada pengakuan seorang santriwati bernama Tari dalam podcast bersama Denny Sumargo. Dalam perbincangan tersebut, Tari menceritakan awal mula kedekatannya dengan AS saat dirinya masih duduk di bangku kelas 9 SMP.

Menurut pengakuannya, ia awalnya diminta memijat sang kiai. Setelah selesai memijat, wajahnya dicium saat berpamitan. Tari mengaku tindakan itu pada awalnya dianggap biasa di lingkungan pesantren, terutama bagi santri yang dekat dengan pengasuh pondok.

Seiring waktu, perlakuan yang diterimanya disebut semakin berkembang. Tari mengaku sering diajak pergi ziarah maupun mengikuti kegiatan sholawatan bersama.

“Berjalannya seiring waktu, terus bertahap, sering diajak ziarah, diajak pergi sholawatan. Biasanya berdua, biasanya rame-rame. Kalau santri kan melekatnya harus tawadu,” pungkas Tari.

Menurut Tari, setelah kegiatan tersebut dirinya kerap diminta menemani tidur di kamar. “Kalau abis ziarah sama sholawatan, biasanya langsung diajak nemenin tidur. Enggak sampai berhubungan sih,” ujar Tari.

Saat ditanya alasan di balik permintaan tersebut, Tari menyebut ada dalih spiritual yang digunakan. “Kalau kesannya itu, katanya, di sana kan ada guru torikoh, bilangnya disuruh guru torikoh itu, ini bagian dari nyembuhin sakit,” jawab Tari.

Tari mengaku sempat mempercayai ucapan tersebut karena disebut memiliki banyak “penyakit hati” seperti iri dengki dan fitnah.

“Iya. (Kata kiai) ‘kamu itu banyak sakitnya, kamu itu iri dengki, obatnya gini’,” ucap Tari.

Ketika ditanya apakah “obat” yang dimaksud adalah tidur bersama, Tari menjawab bahwa hal itu disebut sebagai salah satu cara penyembuhan.

“Iya, salah satu obat. Aku enggak nangkepnya gimana gimana. Cuma aku mikir ‘emang aku seburuk itu’. Kadang mau kadang menolak juga. Takut sih pak, aku enggak pernah tidur beneran, cuma merem aja,” ungkap Tari.

Dalam pengakuannya, Tari juga menyebut pernah diminta melakukan tindakan tidak senonoh oleh AS dengan alasan-alasan spiritual tertentu.

“Pernah satu kejadian pak Kiai sampai bilang disuruh emut (alat kelamin), biar nanti ada darah daging di tubuh saya,” ungkap Tari.

Kuasa hukum Tari turut menyampaikan dugaan motif yang disebut digunakan pelaku untuk membujuk korban.

“Inisial A ini keinginanya itu memasukkan alat kelaminnya di mulut, ditelan, agar diakui nabi dan umat dan guru torikohnya,” sambung pengacara Tari.***

Tags: JatengKyai AnshariNdholoKusumoPatipencabulan

Post Terkait

Di Sebut Kyai Palsu, Inilah Jejak Kelam Kyai Anshari yang Sempat Mau Sogok Para Korban Pencabulan
Kriminal

Di Sebut Kyai Palsu, Inilah Jejak Kelam Kyai Anshari yang Sempat Mau Sogok Para Korban Pencabulan

8 Mei 2026
Dilaporkan Sejak 2024, Baru Polisi dan Kemenag Tutup Setelah Geger Pencabulan AS Si Pemilik Ponpes di Pati
Kriminal

Dilaporkan Sejak 2024, Baru Polisi dan Kemenag Tutup Setelah Geger Pencabulan AS Si Pemilik Ponpes di Pati

4 Mei 2026
Ngaku Dipaksa Injak Alqur’an, Ini Motif Dua Wanita Lakukan Penistaan Agama
Kriminal

Ngaku Dipaksa Injak Alqur’an, Ini Motif Dua Wanita Lakukan Penistaan Agama

15 April 2026
Ternyata Sindikat Riza Chalid+Oknum Petral Pertamina Biang Kerok Harga BBM Naik!
Kriminal

Ternyata Sindikat Riza Chalid+Oknum Petral Pertamina Biang Kerok Harga BBM Naik!

10 April 2026
Kasus Oknum Polisi yang Bunuh Selingkuhan di Banjarmasin, Eks Tunangan Sudah Curiga, Selinya Lebih dari Satu!
Kriminal

Kasus Oknum Polisi yang Bunuh Selingkuhan di Banjarmasin, Eks Tunangan Sudah Curiga, Selinya Lebih dari Satu!

7 April 2026
Modus Kapolres Bima AKBP Didik PK Minta Alphard, Tekan Kasat Narkoba Atau di Copot!
Kriminal

Modus Kapolres Bima AKBP Didik PK Minta Alphard, Tekan Kasat Narkoba Atau di Copot!

13 Februari 2026
Next Post
Apakah Virus Hanta Lebih Berbahaya dari COVID-19, Ini Penjelasan IDAI

Apakah Virus Hanta Lebih Berbahaya dari COVID-19, Ini Penjelasan IDAI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    753 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Heboh, Ayu Soraya Istri Ko Apex Ngaku Langsung Mual Lihat Rekaman Video Syur Dj Dinar Candy dengan Suaminya

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Bukan Eks Suami, Tapi Kerja Sebagai Pengangkut Buah Milik Korban, Tega Berbuat Sadis Karena Ini..!

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Video Syur Mirip Audrey Davis Anak David Naif Bikin Heboh, Ada 3 Klip Lohh!

    603 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Heboh Video Selebgram Melon Gede Anastasya Khosasih di KDRT Kekasih, Tapi Netter Malah Bilang Gini!

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Industri Film Syur JAV Butuh Pemeran Pria, Lowongan Kerja Nih Bagi Pria Punya Burung Gede!

    470 shares
    Share 188 Tweet 118
  • Inilah Nama Caleg Dapil Murung Pudak yang Lolos ke DPRD Tabalong 2024-2029, Gerindra Raih 2 Kursi

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Berpulangnya si Mantri Ramah dan Kocak: Profil Mantri Ibur Korban Kecelakaan di Sungkai Ketika Hadiri Haul Guru Sekumpul

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Hasil Real Count Sementara DPRD Tabalong, Petahana Banyak Terpental, 6 Parpol Bersaing Unsur Pimpinan

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk Buka Lowongan Baru, Ini Lokasi Kerjanya Kalau Diterima!

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Alamat Redaksi: Jl. H. Badaruddin, RT 1, No. 69, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, 71561
  • Telpon-WA: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com

Category

  • Tokoh, Politik dan Investigasi
  • Post
  • Kriminal
  • Nasional dan Daerah
  • Internasional
  • Advetorial
  • Dunia Islam

Category

  • Otomotif
  • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olaharga & Gaya Hidup
  • Gosip
  • Film
  • Cerbung

Info Iklan

  • Telp: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com dan rudin_bebas@yahoo.co.id
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2023 Bebas Baru
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung

© 2018 JNews by Jegtheme.