BEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Marilah, Lulu.” Kim Cu berdiri dengan muka sedih memandang bayangan dua orang itu yang makin menjauh.
“Sute….! Tunggu dulu….!” Ia meloncat dan berlari mengejar.
Han Han membalikkan tubuh, alisnya berkerut. “Suci, benarkah engkau akan melupakan persahabatan dan hendak menghalangi aku?”
Kim Cu maju dan memegang tangan Han Han. Air matanya menitik turun.
“Tidak sama sekali, sute. Aku…. aku hanya mengkhawatirkan engkau. Dan dia ini…. ah, setelah dia menjadi Adikmu, mana bisa berpakaian seperti itu? Tunggu dulu….”
Gadis cilik ini lalu menurunkan buntalan pakaiannya, mengeluarkan sepasang sepatu cadangan dan satu stel pakaian, diserahkannya kepada Lulu.
“Lulu, kaupakailah ini agar engkau pantas menjadi adik Sie Han sute.”
Lulu menerima pakaian dan sepatu, memandang terharu, lalu berkata, “Enci, kau baik sekali, dan alangkah mendalam cinta kasihmu terhadap Han-koko….”
“Cihhhhh….! Kanak-kanak bicara tentang cinta! Cinta apa?”
“Engkau mencinta Han-ko, Enci….”
“Hush! Sudahlah….!” Suara Kim Cu mengandung isak dan gadis cilik ini lalu membalikkan tubuh dan lari dari situ dengan gerakan yang amat cepat.
Han Han berdiri melongo, memandang bayangan Kim Cu sampai gadis itu lenyap dari pandang matanya, kemudian ia menoleh kepada Lulu dan berkata, “Apa kau bilang tadi? Cinta? Cinta bagaimana?” Lulu tersenyum.
“Dia sungguh cinta kepadamu, Koko. Dan dia seorang gadis yang baik sekali. Kelak aku akan senang sekali mempunyai seorang soso (kakak ipar) seperti dia.”
“Eh-eh, gilakah engkau?” Entah bagaimana, sungphpun ia hanya menduga-duga dan hanya mengerti setengah-setengah saja apa yang dimaksudkan Lulu, mukanya menjadi panas dan jantungnya berdebar-debar.
“Lebih baik lekas pakai pakaian itu dan kita melanjutkan perjalanan.”
Lulu segera bersembunyi di balik semak-semak untuk bertukar pakaian. Ketika ia muncul kembali, Han Han memandang kagum.
Benar saja. Lulu ternyata adalah seorang gadis cilik yang cantik jelita. Setelah kini pakaiannya bersih dan baik, dia menjadi seorang anak yang manis sekali.
“Kita ke mana, Koko?”
“Hayo ikut sajalah. Aku ingin ke kota raja, akan tetapi belum tahu jalannya!”
“Aku datang dari sana, akan tetapi juga tidak tahu jalannya. Di jalan kita nanti tanya-tanya orang, tentu akan sampai juga.”
Maka pergilah kedua anak ini, tergesa-gesa karena Han Han ingin cepat-cepat menjauhkan diri dari In-kok-san.
Ia tahu bahwa gurunya, Ma-bin Lo-mo tentu marah sekali dan akan mencarinya, dan kalau yang mengejar dan mencarinya seorang sakti seperti itu, benar-benar tak boleh dibuat main-main.
Juga ia tidak berani sembarangan bertanya-tanya pada orang, bahkan menghindari perjumpaan dengan orang-orang agar tidak meninggalkan jejak.
Ia selalu mengambil jalan yang sunyi, keluar masuk hutan, naik turun gunung. Karena perjalanan mengambil jalan yang liar dan sukar ini maka biarpun pakaian yang……BERSAMBUNG
SUMBER: Microsoft reader



