Bebasbaru
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
Bebasbaru
No Result
View All Result
Home Post

Fitnah Besar Itu Sudah Mulai Terjadi, Yakni AI…!

AI Dengan menganalisis data pengguna, algoritma dapat mengetahui isu apa yang paling membuat seseorang marah, takut, atau cemas.

admin_bebasbaru by admin_bebasbaru
1 Juni 2026
in Post
Fitnah Besar Itu Sudah Mulai Terjadi, Yakni AI…!

Video perang di Timteng pun mudah di buat AI, inilah tontonan fitnah yang nyata (dok, YT)

189
SHARES
1.5k
VIEWS

BEBASBARU.ID, IT – Warga kita saat ini mulai kacau dengan banyaknya foto dan video yang sangat menyesatkan, yang dilakukan oleh AI. AI saat ini bahkan bisa mneghidupkan orang mati, nah!

Bahkan besar Nabi Muhammad SAW sudah memperingatkan umat Islam 14 abad silam, soal fitnah besar di akhir jaman ini, dan ironisnya, fitnah ini justru di bungkus dengan tekhnologi canggih yang bernama AI tersebut.

Baca Juga

Kenapa di WhatsApp Masuk Nomor Aneh dari Brasil, Ini yang Harus di Lakukan!

Adegan Asoi Bandar Membara Heboh, Foto Hotnya Seleweran di Medsos, Tapi Waspadalah…!

Jadi, Anda tidak perlu menembak, atau melepaskan drone atau rudal kepada kami untuk mencoba melemahkan masyarakat.

Dikutip dari republika.co.id, Senin (01/06/2026), peringatan itu datang dari Anggota Parlemen Eropa Michał Kobosko.

Menurutnya, ancaman terbesar terhadap sebuah negara kini bukan lagi tank atau jet tempur, melainkan kecerdasan buatan yang digunakan untuk memanipulasi pikiran manusia. Seberapa jauh ancaman itu sudah bergerak?

Perkembangan AI kini dirasakan betul oleh ratusan juta orang di dunia, perang tidak lagi selalu terjadi di medan tempur.

Ia bisa muncul di layar ponsel, media sosial, mesin pencari, hingga ruang obrolan yang digunakan jutaan orang setiap hari. Di sana, informasi palsu, propaganda, dan manipulasi opini dapat menyebar dalam hitungan detik. Siapa yang paling aktif memainkan permainan ini?

Kobosko menunjuk Rusia. Menurutnya, negara tersebut telah memanfaatkan teknologi modern untuk menjalankan serangan hibrida terhadap masyarakat Barat.

Bukan hanya propaganda, tetapi juga serangan siber yang menyasar lembaga pemerintah dan perusahaan swasta dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dampaknya sudah mulai terasa di Eropa.

Polandia kini disebut sebagai negara yang paling sering menjadi sasaran serangan siber di Uni Eropa. Angka serangan meningkat tajam sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Dari bulan ke bulan, upaya pembobolan sistem digital, gangguan layanan publik, hingga operasi penyebaran disinformasi terus bertambah. Namun ancamannya ternyata tidak berhenti di sana. Karena AI berkembang jauh lebih cepat daripada aturan yang mengaturnya.

Saat para regulator masih menyusun rancangan kebijakan baru, teknologi terus melaju tanpa menunggu. Dalam konferensi PIKE 2026 di Sopot, Polandia.

Para pelaku industri telekomunikasi bahkan memperingatkan bahwa gelombang regulasi mulai kalah cepat dibanding kecepatan perubahan teknologi. Jika demikian, apa yang akan terjadi pada masyarakat?

Kobosko mengaku baru saja berdiskusi dengan para ilmuwan di Universitas Harvard. Ketika ia bertanya mengenai prediksi jangka panjang AI, jawabannya membuatnya terkejut.

Di Amerika Serikat, kata para peneliti itu, perspektif jangka panjang kini hanya berarti tiga atau empat tahun. Dunia bergerak secepat itu.

Namun ada kesalahan lain yang dianggap jauh lebih berbahaya. Yaitu ketika manusia mempercayai AI tanpa berpikir kritis, jelasnya sebagaimana diberitakan Euronews pada Ahad (31/5/2026).

Menurut Kobosko, kecerdasan buatan hanyalah alat yang bekerja berdasarkan data dan algoritma. AI tidak memahami seluruh nuansa, konteks, atau wilayah abu-abu yang sering muncul dalam kehidupan nyata.

Tetapi jutaan orang mulai menerima jawabannya sebagai kebenaran mutlak. Apa akibatnya jika tren ini terus berlanjut?

Pasar kerja menjadi salah satu sektor yang akan merasakan guncangan paling besar. Banyak pekerjaan rutin diperkirakan akan diambil alih algoritma lebih cepat dari yang dibayangkan sebelumnya.

Tugas administratif, analisis sederhana, hingga pekerjaan berulang berpotensi mengalami otomatisasi besar-besaran. Apakah ini berarti manusia akan kehilangan pekerjaan? Belum tentu.

Kobosko meyakini profesi-profesi yang membutuhkan ketelitian tinggi, penilaian manusia, serta pemahaman konteks tetap akan bertahan.

Ia mencontohkan para penerjemah di Parlemen Eropa yang masih dibutuhkan meskipun kemampuan penerjemahan AI terus meningkat dari tahun ke tahun.

Namun satu hal yang ia yakini tidak berubah. “Ini merupakan kekhawatiran besar dan masalah utama bagi negara. Karena kita hidup dalam realitas perang hibrida.”

Mengapa Serangan Siber Kini Lebih Berbahaya daripada Rudal?

Ketika membayangkan ancaman terhadap sebuah negara, banyak orang masih membayangkan ledakan rudal, serangan pesawat tempur, atau tank yang melintasi perbatasan. Namun di era digital, kerusakan besar dapat terjadi tanpa satu pun tembakan dilepaskan.

Serangan siber mampu melumpuhkan infrastruktur penting yang menopang kehidupan sehari-hari jutaan warga. Bayangkan listrik tiba-tiba padam di sebuah kota besar karena sistem pengendali pembangkit diretas.

Rumah sakit kehilangan pasokan energi, lampu lalu lintas berhenti berfungsi, jaringan komunikasi terganggu, dan aktivitas ekonomi tersendat hanya dalam hitungan jam. Jika itu terjadi secara bersamaan di banyak wilayah, seberapa besar dampaknya?

Ancaman serupa juga menghantui sektor keuangan. Peretas dapat menargetkan sistem perbankan, mengganggu layanan transaksi, atau mencuri data nasabah dalam jumlah besar.

Ketika masyarakat tidak bisa mengakses rekening, melakukan pembayaran, atau menarik uang, kepanikan dapat menyebar jauh lebih cepat daripada serangan militer konvensional.

Target berikutnya adalah data. Lembaga pemerintah menyimpan jutaan informasi sensitif, mulai dari data kependudukan hingga dokumen strategis negara.

Jika data tersebut dicuri, dimanipulasi, atau bahkan disandera melalui serangan ransomware, dampaknya tidak hanya bersifat teknis tetapi juga dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap negara.

Tidak berhenti di situ, sistem transportasi modern juga semakin bergantung pada jaringan digital. Bandara, pelabuhan, kereta api, hingga sistem pengaturan lalu lintas kini terhubung dengan teknologi informasi.

Gangguan pada sistem tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan massal, kekacauan logistik, bahkan membahayakan keselamatan publik.

Inilah sebabnya banyak pakar keamanan menilai serangan siber telah menjadi salah satu ancaman strategis terbesar abad ke-21.

Berbeda dengan rudal yang jejaknya terlihat jelas, serangan digital sering kali datang tanpa suara, tanpa asap, dan tanpa peringatan.

Namun ketika dampaknya mulai terasa, sebuah negara bisa mendapati dirinya lumpuh bahkan sebelum menyadari bahwa serangan telah dimulai.

Tanda-Tanda Anda Sedang Menjadi Target Manipulasi AI

Di era kecerdasan buatan, tidak semua informasi yang muncul di layar ponsel dapat dipercaya begitu saja. Teknologi AI kini mampu menghasilkan teks, gambar, suara, hingga video yang tampak sangat meyakinkan, sehingga membedakan fakta dan rekayasa menjadi semakin sulit.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya konten yang memancing emosi secara berlebihan.

Konten semacam ini biasanya dirancang untuk membuat orang marah, takut, panik, atau sangat antusias dalam waktu singkat.

Tujuannya bukan untuk memberi informasi yang utuh, melainkan mendorong pengguna segera bereaksi dan membagikannya kepada orang lain tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Waspadai pula video yang tidak memiliki sumber yang jelas.

Video dengan narasi mengejutkan, pernyataan kontroversial, atau rekaman yang tampak autentik kini dapat dibuat menggunakan teknologi AI dan deepfake.

Jika tidak disertai sumber resmi, media kredibel, atau keterangan yang dapat diverifikasi, konten tersebut patut dicurigai.

Tanda berikutnya adalah akun anonim atau akun yang identitasnya tidak jelas. Banyak operasi disinformasi memanfaatkan jaringan akun palsu untuk menyebarkan narasi tertentu secara masif.

Akun-akun semacam ini sering kali tidak memiliki identitas yang dapat diverifikasi, jarang berinteraksi secara normal, tetapi sangat aktif menyebarkan isu-isu sensitif.

Perhatikan juga judul yang terlalu provokatif.

Kalimat seperti “Media Tidak Akan Berani Memberitakan Ini”, “Fakta yang Disembunyikan dari Publik”, atau “Sebarkan Sebelum Dihapus” sengaja dibuat untuk memicu rasa penasaran dan mendorong orang mengklik atau membagikan konten tanpa membaca secara utuh.

Para pakar keamanan digital mengingatkan bahwa tujuan utama manipulasi berbasis AI bukan selalu mengubah pendapat seseorang secara langsung.

Sering kali yang dicari adalah menciptakan kebingungan, merusak kepercayaan terhadap informasi yang benar, dan membuat masyarakat sulit membedakan mana fakta dan mana rekayasa. Ketika hal itu terjadi, pelaku tidak perlu memenangkan perdebatan mereka hanya perlu membuat publik berhenti mempercayai apa pun.

AI makin gila saja, orang yang sudah mati bisa di buatkan video, seolah masih hidup (dok, YT)

Bagaimana AI Bisa Mengubah Kebohongan Menjadi Senjata Massal?

Di masa lalu, menyebarkan kebohongan kepada jutaan orang membutuhkan jaringan media yang besar, biaya tinggi, dan waktu yang tidak sedikit. Kini, dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), proses tersebut dapat dilakukan dalam hitungan menit.

AI memungkinkan produksi konten palsu dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Satu orang dapat membuat ratusan artikel, ribuan unggahan media sosial, atau puluhan video dalam waktu singkat. Konten tersebut kemudian disebarkan melalui berbagai platform digital sehingga terlihat seolah-olah berasal dari banyak sumber yang berbeda.

Jika kebohongan terus muncul dari berbagai arah, berapa banyak orang yang mampu membedakannya dari fakta?

Teknologi AI juga mampu menciptakan narasi yang sangat meyakinkan. Dengan menganalisis data pengguna, algoritma dapat mengetahui isu apa yang paling membuat seseorang marah, takut, atau cemas.

Informasi palsu kemudian dirancang secara khusus untuk memicu emosi tersebut, karena manusia cenderung membagikan konten yang menggugah perasaan dibandingkan informasi yang netral.

Bahayanya tidak berhenti pada teks. AI kini dapat menghasilkan foto realistis, suara tiruan, hingga video deepfake yang menampilkan tokoh publik seolah-olah mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Dalam hitungan detik, sebuah kebohongan dapat terlihat seperti kenyataan yang direkam kamera.

Serangan semacam ini menjadi semakin efektif ketika dikombinasikan dengan jaringan akun palsu. Ribuan akun otomatis dapat menyebarkan pesan yang sama secara bersamaan, menciptakan kesan bahwa sebuah isu sedang dibicarakan banyak orang.

Akibatnya, kebohongan yang awalnya dibuat oleh segelintir pihak dapat berubah menjadi opini yang tampak populer dan dipercaya publik.

Inilah yang membuat banyak pakar keamanan menyebut AI sebagai pengganda kekuatan disinformasi. Jika dulu propaganda membutuhkan mesin cetak, stasiun radio, atau jaringan televisi,.

Kini sebuah laptop dan koneksi internet dapat menghasilkan dampak yang serupa. Perbedaannya, penyebarannya jauh lebih cepat, lebih murah, dan lebih sulit dilacak.

Karena itulah ancaman terbesar AI bukan terletak pada kemampuannya menjawab pertanyaan atau membuat gambar.

Ancaman sesungguhnya muncul ketika teknologi tersebut digunakan untuk membuat jutaan orang meragukan fakta, mempercayai kebohongan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang sengaja direkayasa.***

Tags: AIfitnahkebohongantekhnologi

Post Terkait

Kenapa di WhatsApp Masuk Nomor Aneh dari Brasil, Ini yang Harus di Lakukan!
Post

Kenapa di WhatsApp Masuk Nomor Aneh dari Brasil, Ini yang Harus di Lakukan!

19 Mei 2026
Adegan Asoi Bandar Membara Heboh, Foto Hotnya Seleweran di Medsos, Tapi Waspadalah…!
Post

Adegan Asoi Bandar Membara Heboh, Foto Hotnya Seleweran di Medsos, Tapi Waspadalah…!

28 April 2026
Lahir Tahun 70-80 an Inilah 9 Kelebihannya yang Tak Dimiliki Kelahiran 90-2000-an
Post

Lahir Tahun 70-80 an Inilah 9 Kelebihannya yang Tak Dimiliki Kelahiran 90-2000-an

10 Februari 2026
‘Keenakan’ Jadi Ketum KH Yahya Cholil Satquf Ogah Dipecat Syuriah PBNU
Post

Di Geruduk Debt Collektor, Pria Ini Jual Nama Propam dan Mobil yang di Bawa Ternyata Barbuk Polis!

23 November 2025
Uang Kertas 250.000 Hanya Hoaks, HUT RI Tidak Ada Uang Baru
Post

Uang Kertas 250.000 Hanya Hoaks, HUT RI Tidak Ada Uang Baru

20 Agustus 2025
Penis Bisa Patah? Terlalu Semangat Bercinta Mr P Pria ini Kletak…Patah!
Post

Penis Bisa Patah? Terlalu Semangat Bercinta Mr P Pria ini Kletak…Patah!

15 Agustus 2025
Next Post
Iran Kembali Balas dan Rudal Pangkalan AS, yang Duluan Menyerang Pulau Sirik

Iran Kembali Balas dan Rudal Pangkalan AS, yang Duluan Menyerang Pulau Sirik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Heboh, Ayu Soraya Istri Ko Apex Ngaku Langsung Mual Lihat Rekaman Video Syur Dj Dinar Candy dengan Suaminya

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Bukan Eks Suami, Tapi Kerja Sebagai Pengangkut Buah Milik Korban, Tega Berbuat Sadis Karena Ini..!

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Video Syur Mirip Audrey Davis Anak David Naif Bikin Heboh, Ada 3 Klip Lohh!

    604 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Heboh Video Selebgram Melon Gede Anastasya Khosasih di KDRT Kekasih, Tapi Netter Malah Bilang Gini!

    596 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Industri Film Syur JAV Butuh Pemeran Pria, Lowongan Kerja Nih Bagi Pria Punya Burung Gede!

    476 shares
    Share 190 Tweet 119
  • Inilah Nama Caleg Dapil Murung Pudak yang Lolos ke DPRD Tabalong 2024-2029, Gerindra Raih 2 Kursi

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Berpulangnya si Mantri Ramah dan Kocak: Profil Mantri Ibur Korban Kecelakaan di Sungkai Ketika Hadiri Haul Guru Sekumpul

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Hasil Real Count Sementara DPRD Tabalong, Petahana Banyak Terpental, 6 Parpol Bersaing Unsur Pimpinan

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk Buka Lowongan Baru, Ini Lokasi Kerjanya Kalau Diterima!

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Alamat Redaksi: Jl. H. Badaruddin, RT 1, No. 69, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, 71561
  • Telpon-WA: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com

Category

  • Tokoh, Politik dan Investigasi
  • Post
  • Kriminal
  • Nasional dan Daerah
  • Internasional
  • Advetorial
  • Dunia Islam

Category

  • Otomotif
  • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olaharga & Gaya Hidup
  • Gosip
  • Film
  • Cerbung

Info Iklan

  • Telp: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com dan rudin_bebas@yahoo.co.id
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2023 Bebas Baru
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung

© 2018 JNews by Jegtheme.