BEBASBARU.ID, IT – Elon Musk makin mentasbihkan sebagai orang terkaya di kolong jagat dunia ini, kali ini Elon Musk di kabarkan akan akuisisi alias membeli sofware Intel senilai $1 Miliar dolar AS, atau 17 Triliun lebih kurs saat ini.
Kalau akuisisi ini terjadi, maka dunia IT akan sepenuhnya di kuasai Elon Musk. Pembelian ini tentu tak kala hebohnya, kala dia akuisisi medsos twitter yang sudah dia ubah jadi X senilai lebih 65 triliun dan di bayar cash.
Saat ini, pasar kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi soal chatbot atau software saja, persaingan merambah hingga masalah kelistrikan, data center, dan paling penting chip.
Dikutip dari detkcom, Selasa (02/06/2026), itulah mengapa Elon Musk diprediksi akan mencaplok Intel yang mana bakal bikin geger para investor SpaceX.
Perusahaan antariksa SpaceX diprediksi akan membeli perusahaan Intel senilai USD 1 triliun atau setara Rp 17.799 triliun. Sekilas, membayar USD 1 triliun untuk Intel terdengar tidak masuk akal.
Kapitalisasi pasar perusahaan (saat ini sebesar USD 607 miliar) sendiri telah berjuang, setelah bertahun-tahun mengalami penurunan pangsa pasar dan kemunduran dalam manufaktur.
Namun, akuisisi strategis jarang hanya didasarkan pada pendapatan saat ini. Akuisisi tersebut didasarkan pada kendali di masa depan.
Melansir 247Wallst, Intel memiliki pabrik fabrikasi yang sudah ada di AS, keahlian semikonduktor selama puluhan tahun, puluhan ribu insinyur, dan hubungan yang kuat dengan para pejabat di Washington DC.
Ini semua adalah aset yang dapat mempercepat pembangunan pabrik semikonduktor SpaceX jauh lebih cepat daripada membangun fasilitas baru dari awal.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Musk telah mempertimbangkan untuk menggabungkan Tesla dan SpaceX menjadi konglomerat teknologi yang lebih besar yang berpotensi bernilai lebih dari USD 3 triliun.
Memang, belum ada proposal merger formal saat ini, namun logika strategisnya semakin mudah dipahami.
Sistem penggerak otonom Tesla membutuhkan daya komputasi yang sangat besar. Jaringan satelit Starlink SpaceX bergantung pada optimasi AI dan perangkat keras khusus.
Perusahaan xAI milik Musk sedang membangun pusat data raksasa yang dipenuhi GPU.
Rencana besar Musk untuk menjelajah Mars akan membutuhkan cara untuk bergerak di Planet Merah, lingkungan di mana tidak ada bahan bakar fosil. Kendaraan otonom listrik adalah solusi yang sempurna.
Bagaimanapun, semua bisnis tersebut memiliki satu masalah yang semakin besar yakni akses ke chip. Dengan memiliki Intel, peluang Tesla untuk semakin berkembang tentu saja makin terang benderang.***







