BEBASBARU.ID, NASIONAL – Temuan harta hingga 39 triliun milik koruptor di katakan kini sudah di blokir kejaksaan dan akan segera di tarik, uniknya tersimpannya justru kebanyaka atas nama bini muda para maling-maling berdasi itu.
Mengetahui temuan jombo ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum bakal menyita aset-aset tak bertuan yang diduga milik koruptor dan kriminal.
Prabowo akan menyasar harta koruptor yang disimpan istri simpanan!
Tak hanya itu, Prabowo memperingatkan akan menarik uang koruptor yang disimpan di istri peliharaan.
Dikutip dari tribunews.com, Kamis (14/05/2025), bahkan Presiden ini mengatakan saat ini ada Rp39 triliun uang yang akan disita.
Ia menjelaskan, pemerintah akan mengejar dan menyelamatkan harta yang diduga milik para koruptor dan disimpan di rekening-rekening yang tidak jelas.
Rencana penyitaan aset tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Harta tersebut diduga merupakan milik para pelaku kriminal yang sengaja disembunyikan agar tidak terdeteksi oleh otoritas hukum.
Prabowo menduga dana tersebut ditinggalkan oleh pemiliknya di rekening tertentu, termasuk yang mengatasnamakan pihak-pihak terdekat seperti istri siri atau simpanan.
“Mungkin dia banyak istri muda atau peliharaan-peliharaan, jadi istri-istrinya, ahli warisnya nggak tahu bahwa dia punya uang di bank-bank tersebut,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo menjelaskan bahwa aset-aset tersebut sudah terbengkalai selama bertahun-tahun tanpa ada yang mengurusnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, nilai total aset tak bertuan yang sedang dipantau mencapai puluhan triliun rupiah.
“Dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp39 triliun uang-uang yang nggak jelas. Para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal, uangnya ketinggalan di rekening-rekening nggak jelas, ya kan,” tegas Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah telah memberikan tenggat waktu selama satu tahun melalui pengumuman resmi agar pihak yang berhak segera melakukan klaim.
Namun, jika hingga batas waktu berakhir tetap tidak ada yang datang, maka aset tersebut akan disita secara permanen demi kepentingan rakyat.
“Sudah sekian tahun tidak diurus dan sudah satu tahun kita umumkan, umumkan, umumkan, nggak ada yang datang, ya sudah pindahin untuk rakyat, ya,” tambah Presiden.
Dana hasil penyitaan aset ini rencananya akan dialokasikan langsung untuk program kesejahteraan masyarakat, seperti perbaikan puskesmas dan renovasi sekolah yang sudah puluhan tahun terbengkalai.
Adapun upaya penyelamatan aset tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH, Kejaksaan Agung, Polri, TNI, BPKP, hingga PPATK.
Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus bekerja keras tanpa rasa takut terhadap ancaman dari para pelaku kriminal.
“Saya paham Satgas TPKH bukan satgas yang sekarang disukai. Banyak yang tidak suka sama kalian. Ya itu bandit-bandit perampok itu nggak suka sama kalian. Ya tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat? Tergantung kamu,” pungkasnya.***








