BEBASBARU.ID, INTERNASIONAL – Iran kembali bongkar kebohongan Presiden AS Donald Trump, setelah sebut prajuritnya berasil selamatkan dua pilot yang pesawatnya di tembak jatuh rudal Iran.
Sebelumnya di kutip dari tribunnews.com,Minggu (05/05/2026), Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ) adalah komando operasional tertinggi angkatan bersenjata Iran, menyatakan kalau operasi militer Amerika Serikat (AS) untuk menyelamatkan pilot AS yang pesawatnya ditembak jatuh di Iran, telah gagal.
Pernyataan itu membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyatakan kalau operasi penyelamatan pilot AS berhasil dilaksanakan dalam apa yang dia sebut sebagai “operasi bersejarah”.
Pernyataan tersebut menambahkan kalau dari tinjauan yang para pakar mereka lakukan di lokasi, misi penyelamatan militer AS gagal.
Ditandai dengan ditemukannya sejumlah puing-puing pesawat operasi penyelamatan AS yang bisa mereka ditembak jatuh.
“Menurut informasi sebelumnya, dan dalam tinjauan rinci yang dilakukan oleh para ahli yang hadir di lokasi kejadian, dua pesawat militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS hancur,” kata pernyataan itu dilansir Khbrn, Minggu.
Secara tegas, pernyataan juga menyatakan kalau AS telah gagal melakukan misi penyelamatan pilot mereka.
“Dengan janji dan pertolongan Tuhan Yang Maha Tinggi, Yang Maha Agung, dan api suci murka para prajurit Islam di angkatan bersenjata yang kuat, yang meningkatkan tingkat kegagalan berulang Angkatan Darat AS,” tambah pernyataan tersebut.
Juru bicara Markas Besar Khatam Al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menjelaskan kalau AS kini berusaha memanipulasi informasi lewat media.
Dia juga menyebut, hal ini sebagai bentuk perang psikologis yang dilancarkan AS setelah keteteran di medan pertempuran.
“Telah menjadi jelas bagi semua orang bahwa tentara Amerika yang pengecut dan bangkrut dalam perang yang dipaksakan ini, di hadapan kehendak Tuhan bagi angkatan bersenjata Republik Iran, tidak dianggap sebagai kekuatan yang dominan dan unggul,” katanya.
Dia melanjutkan, “Setelah operasi ini, yang penuh dengan kebanggaan dan keberhasilan, presiden Amerika yang kalah mencoba, dengan kejutan dan kebohongan, untuk melarikan diri dari medan kekalahan melalui perang psikologis.
“Dan terus seperti sebelumnya dengan omong kosong dan pembenaran, meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan superioritas angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang kuat.”
Di sisi lain, Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan kalau pilot jet tempur AS ditangkap setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh pesawat canggih tersebut di wilayah udara Iran pada Jumat pagi (3/4/2026).
Kantor berita tersebut mengutip sumber yang mengetahui kejadian tersebut yang mengatakan bahwa pilot tersebut melontarkan diri dari jet tempur yang jatuh dan selamat dari insiden tersebut.
Sementara beberapa laporan menunjukkan kalau pasukan AS berupaya menyelamatkannya dan berpotensi membawanya keluar dari Iran.***








