BEBASBARU.ID, INVESTIGASI – Pengunduran AKBP Netty Rosdiana seakan membuka kotak pandora di kepolisian, yakni tidka ingin perjual belikan hati nuraninya.
Itu tertuang pada surat yang dia unggah di media social miliknya sendiri, sehingga bikin heboh.
Sosok AKBP Netty Rosdiana Siagian mendadak jadi pusat perhatian setelah resmi mengumumkan pengunduran diri dari Korps Bhayangkara.
Keputusan istri Brigjen Pol Puji Santosa untuk mengakhiri pengabdiannya di institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) disampaikan secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Netty tidak hanya membagikan kabar pengunduran dirinya, tetapi juga menyertakan surat pernyataan tertulis mengenai alasan dan keputusan yang telah diambilnya.
Dikutip dari tribunews.com, Selasa (03/11/2026), Netty menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut berlaku terhitung mulai 1 September 2026.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penjelasan resmi yang dibagikannya kepada publik terkait berakhirnya masa pengabdian sebagai anggota Polri.
Berikut isi lengkap pernyataan AKBP Netty Rosdiana Siagian yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya:
“Dengan ini saya mengajukan permohonan pengunduran diri dari Dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhitung sejak tanggal 01 September 2026.”
“Permohonan ini saya ajukan setelah melalui pertimbangan yang matang dan dengan kesadaran serta kemauan saya sendiri.”
“Keputusan ini bukan karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak mana pun, melainkan atas pertimbangan pribadi dan keadaan yang menurut saya mengharuskan saya untuk mengakhiri masa pengabdian saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).”
“Selama menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri, saya telah memperoleh banyak pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan dalam memberikan pengabdian baik kepada institusi maupun kepada masyarakat.”
Selain pernyataan resmi tersebut, Netty juga menuliskan pesan pribadi yang menggambarkan perasaan serta pandangannya setelah memutuskan mengakhiri pengabdian sebagai anggota Polri.
Dalam keterangannya, ia menyinggung mengenai prinsip, harga diri, dan hati nurani yang menurutnya harus tetap dijaga meskipun harus meninggalkan jabatan maupun institusi.
Berikut tulisan lengkap yang dibagikan Netty:
“Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani.
Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip.
Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini.
Seragam bisa ditanggalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh diperjualbelikan.
Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip.
Sebab pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan.
Salam dari saya: Dr. Netty Rosdiana Siagian
Jabatan Terakhir: Kabagrenmin Ditreskrimum PMJ.***








