BEBASBARU.ID, SEPAKBOLA – Tengah malam ini, Brasil akan menghadapi wakil Asia Jepang, Samurai Biru ini malah anggap juara dunia 6X ini bukan lawan berat.
Beda dengan Brasil tahun 2000 an, di mana saat itu Brasil di huni nama-nama mentereng, seperti Ronaldo Nazario, Ronaldinho, Rivaldo bahkan Kaka, atau tahun 1990 an ada Romario dan Bebeto, duet maut Brasil yang bawa Brasil Juara Dunia ke 5 Tahun 1994.
Kini Brasil hanya andalkan Vinicius Jr, sementara Neymar Jr tak bisa di harapkan, karena cederanya sering kambuh. Sehingga striker timnas Jepang anggap ‘enteng’ Brasil yang di latih Don Carlo Ancelotti ini.
Timnas Jepang diklaim memiliki modal cukup untuk menghadapi Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Opini tersebut diutarakan mantan striker Tim Samurai Biru, Nobuhiro Takeda, menyikapi lawan Jepang di babak 32 besar.
Skuad asuhan Hajime Moriyasu bersiap menghadapi Timnas Brasil di NRG Stadium, Houston, Senin (29/6/2026) waktu setempat.
Secara historis, Brasil dengan modal lima trofi Piala Dunia-nya jelas superior atas Timnas Jepang. Akan tetapi, level sepak bola yang terus meningkat bikin Samurai Biru tidak gentar meladeni sang raksasa.
Bukti nyata sudah terhampar. Untuk pertama kali dalam sejarah duel mereka, Jepang mengalahkan Brasil 3-2 dalam laga persahabatan, Oktober tahun lalu.
Kendati labelnya hanya uji coba, hasil tersebut seharusnya membunyikan alarm bagi Tim Samba bahwa kualitas Jepang sekarang tidak sama dengan dulu.
Takeda meyakini pemain racikan Moriyasu mempunyai resep ampuh untuk kembali menangkal aksi-aksi Vinicius Junior dkk.
“Brasil mengandalkan keterampilan individu dan kemampuan menggiring bola.” “Jadi kami hanya perlu mengimbangi situasi satu lawan satu dengan menciptakan situasi satu lawan dua,” ujarnya di laman Sponichi.
Pria 59 tahun yang seangkatan dengan Moriyasu di Timnas Jepang itu juga menyoroti kekurangsigapan Brasil dalam bertahan.
Walaupun tajam di lini depan, sektor defensif besutan Marquinhos relatif mudah digoyang. Dua partai terakhir di Grup C memang berhasil mereka lalui dengan kemenangan plus clean sheet atas Haiti dan Skotlandia (3-0).
Akan tetapi, level Jepang seharusnya berada di atas kedua tim tersebut sehingga tantangannya juga lebih berat.
Apalagi pasukan Carlo Ancelotti memastikan kelolosan ke putaran final dengan cara tidak mudah. Selecao hanya finis di peringkat kelima dari enam tim yang mendapat jatah lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 dari zonanya.
Mereka juga kebobolan 17 kali dari 18 partai, lebih banyak dari tim sekelas Paraguay (10 gol) atau Uruguay (12), apalagi Ekuador (5).
“Rapor pertahanan hanya mereka berada di peringkat kelima terbaik dari 10 tim di Kualifikasi Zona Amerika Selatan,” lanjut Takeda.
“Mereka kebobolan banyak gol. Serangan mereka memang mengesankan, tapi pertahanannya tidak terlalu kuat.”
“Kami menang 3-2 atas Brasil. Kami punya pengalaman itu.” Jadi, meskipun Brasil meningkatkan permainan mereka, saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang lebih mudah bagi kami,” kata penyerang Jepang saat juara Piala Asia 1992.***








