BEBASBARU.ID, INTERNASIONAL – Amerika Serikat dan Israel bingung dengan kondisi Iran, pemimpin-pemimpin utamanya bisa mereka tewaskan, tapi mesin-mesin perang Iran tetap perkasa dan rajin kirim paket rudal ke Israel dan pangkalan militer AS.
Inilah yang membuat Donald Trump dikabarkan stress dan mulai tunjukan belang penjahatnya, untuk kuasai Iran sepenuhnya.
Sebab Iran sampai hari ke 38 maih kuat dan klaim militer mereka lumpuh tak terbukti sama sekali.
Bahkan di saat Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, diklaim berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di kota suci Syiah, Qom.
Rudal-rudal presisi Iran makin bikin rakyat Israel gila, karena setiap waktu harus bersembunyi ke bungker, akibat sirine terus mengaum setiap waktu.
Di laporkan The Times yang mengutip memo diplomatik berdasarkan intelijen Amerika Serikat, pada Selasa (7/4). Dalam memo itu disebutkan Khamenei berada dalam kondisi tidak berdaya.
Sehingga tidak mampu berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan pemerintahan Iran.
Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Menurut laporan yang sama, memo diplomatik itu telah dibagikan kepada sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk.
Dokumen itu juga disebut sebagai laporan pertama yang mengungkap dugaan lokasi Khamenei, yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan.
Dilansir The Jerusalem Post, kondisi kesehatan Khamenei yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, setelah serangan Israel dan AS pada 28 Februari dinilai berpotensi memperdalam ketidakpastian politik di Iran.
Situasi itu memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menjalankan pemerintahan Iran selama perang berlangsung.
Meski pejabat Iran menyatakan ia masih memegang kendali, ketidakhadiran Khamenei di publik sejak konflik dimulai memicu spekulasi kekuasaan mungkin dijalankan pihak lain.
Laporan juga menyebut ia diduga tidak mampu memimpin pemerintahan selama beberapa pekan terakhir. Kondisi itu memicu pertanyaan apakah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kini memegang kendali de facto atas negara.
Sejak perang dimulai, televisi pemerintah Iran menyiarkan dua pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei.
Namun, tidak ada rekaman audio atau video dirinya berbicara langsung, sehingga memperkuat klaim oposisi bahwa kondisinya masih kritis.
Memo yang sama, menurut The Times, juga menyebut adanya persiapan di Qom untuk pembangunan mausoleum besar bagi Ali Khamenei dan kemungkinan anggota keluarganya.
Jika benar, rencana itu akan berbeda dari laporan sebelumnya di Iran yang menyebut upacara pemakaman akan dipusatkan di Teheran.***








