BEBASBARU.ID, MAHAKARYA-CERBUNG – Galak seperti seekor anak harimau, berdiri menentang Ma-bin Lo-mo dengan mata terbelalak marah.
“Moi-moi, ke sini….! Jangan begitu, aku melarangmu!” Han Han berkata, maklum betapa berbahayanya sikap Lulu itu.
“Tidak, sekali ini aku tidak mau menurutmu, Koko! Aku harus menentang niat keji manusia-manusia jahat ini! Enak saja, masa kaki mau dipotong?
Tidak boleh, hayo kalian pergi, kakek-kakek jahat!” Lulu masih berdiri dengen sikap menantang dan matanya yang lebar itu seolah-olah mengeluarkan api yang hendak membakar Ma-bin Lo-mo dan tiga orang temannya.
Ma-bin Lo-mo memandang Lulu dengan alis berkerut. “Eh, bocah, kau siapakah? Mengapa kau membela muridku yang durhaka ini?”
“Namaku Lulu dan aku telah menjadi adiknya, kakakku Han Han. Tentu saja aku membelanya!”
“Lulu namamu?” Ma-bin Lo-mo menggerakkan lengannya dan tahu-tahu ia sudah menyambar baju di punggung anak itu dan mengangkatnya. Lulu meronta-ronta dengan mata terbelalak.
Bergidik ketakutan melihat muka yang seperti kuda itu begitu dekat, mata yang bersinar aneh itu menelitinya. “Hemmm, namamu Lulu
dan mukamu seperti ini, matamu…. hemmm, kau anak Mancu, ya?”
Biarpun mulai ketakutan, namun Lulu masih marah. “Bukan, suhu…. bukan….!” Han Han berteriak, mukanya pucat dan ia mengkhawatirkan keselamatan adik angkatnya itu.
Akan tetapi alangkah kaget dan gelisahnya ketika ia mendengar Lulu menjawab nyaring, “Benar! Ayahku perwira Mancu dan keluargaku dibasmi orang-orang jahat seperti engkau ini! Lepaskan aku!
Lepaskan!”
“Ngekkk!” Lulu dibanting dan anak itu pingsan seketika.
“Suhu! Jangan bunuh dia! Buntungkan kakiku, bunuhlah aku, akan tetapi jangan bunuh dia!” Han Han berteriak-teriak sambil meloncat maju hendak menolong Lulu yang disangkanya mati.
Sebuah tendangan membuat tubuh Han Han terguling. Ma-bin Lomo memandangnya dengan mata melotot marah.
“Bocah setan! Murid durhaka! Engkau bersahabat malah mengangkat saudara dengan anak seorang perwira Mancu? Keparat! Tak tahu malu!
Seharusnya kuhancurkan kepalamu sekarang juga kalau engkau bukan sudah menjadi murid Sian-kouw! Biar Siankouw yang akan menghukum dan menyiksamu!
Dan bocah Mancu ini….” Ma-bin Lo-mo mengangkat tangan ke atas hendak memukul tubuh Lulu yang sudah pingsan tak bergerak itu.
“Suhu, jangan….!”
Tiba-tiba terdapat perubahan pada wajah Ma-bin Lo-mo. Ia menyeringai dan mengangguk-angguk.
“Hemmm…., bagus sekali. Dia anak seorang perwira Mancu, ya? Bagus! Bisa dipakai untuk mengundurkan orang-orang Mancu yang
menjadi saingan mencari pulau….”
Ia tidak melanjutkan katakatanya, melainkan cepat sekali tangannya bergerak dan ia sudah menotok Han Han. Kemudian ia memberi isyarat kepada tiga orang kawannya.
Laki-laki muka tengkorak lalu menyambar tubuh Lulu yang sudah lemas dan dikempitnya. Adapun laki-laki yang mukanya bopeng dan bertotol-totol hitam itu lalu menyambar tubuh Han Han……BERSAMBUNG
SUMBER: Microsoft reader



