BEBASBARU.ID, INTERNASIONAL – Presiden AS Donald Trump boleh koar-koar mereka adalah paling hebat di dunia pasukan tempurnya, tapi Kementerian Pertahanan Iran menyatakan sebagian besar kemampuan rudal negara itu, belum digunakan dalam perang melawan Amerika Serikat (AS).
Bahkan, kalau kelak benaran di serag habis-habisan oleh AS dan Israel, daratan AS bisa jadi akan jadi sasaran sah bagi rudal antar benua Iran.
Ini dilaporkan Kantor Berita Tasnim, Sabtu. (25/4/2026). “Sebagian besar kemampuan rudal kami masih belum digunakan,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Jenderal Reza Talaei-Nik, dilansir dari Antara.
Dia menambahkan pasukan Iran tetap berada di posisi unggul sepanjang konflik.
“Pasukan kami mempertahankan supremasi udara penuh atas wilayah pendudukan Zionis (Israel) dan sebagian kemampuan rudal kami digunakan selama perang 40 hari,” katanya.
Terkait konfrontasi di laut, ia mengklaim kapal perang pihak lawan berulang kali mundur hingga ratusan kilometer dari Laut Oman, sebagai respons atas tindakan tegas pasukan Iran.
Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz mengalami gangguan serius sejak AS dan Israel mulai menyerbu Iran sejak 28 Februari.
Perang AS-Israel melawan Iran telah mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekonomi berkepanjangan.
Iran Bisa Langsung Serang Daratan AS
Pakar Militer dan Pertahanan, Susaningtyas N Kertopati, mengungkapkan bahwa Iran memiliki kartu as yang mematikan jika perang terus berlanjut.
Kartu as itu adalah kemampuan untuk menyerang langsung wilayah atau daratan negara Amerika Serikat.
Hal itu dikatakan Susaningtyas N Kertopati, yang akrab disapa Bu Nuning dalam acara Dialog Prime di Nusantara TV, Jumat (24/4/2026).
Menurut Nuning, Teheran tidak hanya menggertak soal rencana serangan langsung ke wilayah AS ini.
Sebab katanya Iran memiliki teknologi rudal balistik antarbenua (ICBM) dengan jangkauan sangat jauh yang mampu menjangkau sampai ke wilayah kedaulatan AS.
Menurut Nuning, Iran saat ini sedang berada dalam tekanan internal yang hebat pasca-tewasnya Ali Khamenei dan cederanya Mojtaba Khamenei.
Kondisi ini, katanya justru bisa memicu respons militer yang ekstrem menggunakan rudal antarbenua.
“Perlu diketahui bahwa Iran disebut memiliki kemampuan menyerang langsung ke Amerika Serikat, termasuk kemungkinan penggunaan rudal balistik antarbenua. Ini bisa saja terjadi apabila Iran merasa sangat dirugikan,” tegas Nuning.
Di dalam negeri Iran sendiri, kata Nuning terjadi tarik-menarik kepentingan yang cukup kuat.
“Tidak semua rakyat Iran berpihak pada rezim saat ini. Ada juga kelompok yang masih mendukung figur lama seperti Reza Pahlavi di pengasingan. Menurut saya, hal-hal seperti ini harus menjadi bagian dari pemetaan strategi,” ujarnya.***








