BEBASBARU.ID, NASIONAL – Pemerintah kembali menaikan harga BBM, kenaikan ini berbanding lurus dengan penurunan yang hanya secuil dan tidak sebanding dengan kenaikan.
Sejumlah produk BBM mengalami penyesuaian harga, sehingga masyarakat perlu mengatur kembali pengeluaran untuk kebutuhan transportasi.
Adapun produk yang mengalami kenaikan harga adalah Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Dikutip dari tribun.com, Jumat (04/09/2026), kenaikan tersebut membuat konsumen harus mempertimbangkan jenis BBM yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi masing-masing.
Bagi sebagian pekerja, perubahan harga BBM dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran harian.
Biaya perjalanan menuju tempat kerja yang sebelumnya dapat ditekan, kini berpotensi meningkat apabila penggunaan BBM harus dilakukan secara rutin setiap hari.
Kondisi tersebut juga dirasakan Ika, seorang pekerja asal Karanganyar, Jawa Tengah, yang sehari-hari beraktivitas di Solo.
Ia mengaku kenaikan harga BBM membuat dirinya semakin berhati-hati dalam memilih bahan bakar untuk kendaraan yang digunakan.
Ika mengatakan, dirinya tidak selalu membeli Pertamax karena harus menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan lainnya.
Ia memilih menggunakan Pertamax terutama ketika antrean pembelian Pertalite sedang panjang.
“Kalau antrean Pertalite panjang, saya biasanya pilih Pertamax supaya tidak terlalu lama menunggu,” ujar Ika.
Menurut Ika, pilihan tersebut bukan semata-mata karena ingin menggunakan BBM dengan harga lebih tinggi, melainkan karena mempertimbangkan waktu.
Sebagai pekerja, ia harus tiba di tempat tujuan sesuai jadwal sehingga waktu yang dihabiskan untuk mengantre juga menjadi pertimbangan.
“Kalau sedang buru-buru kerja, saya lebih baik ambil Pertamax daripada menghabiskan waktu lama di antrean,” katanya.
Meski demikian, penggunaan Pertamax tetap menjadi pertimbangan tersendiri bagi Ika karena harganya dapat memengaruhi pengeluaran harian.
Ia pun berharap harga BBM tetap berada pada tingkat yang terjangkau bagi masyarakat, terutama pekerja yang setiap hari harus menggunakan kendaraan.
“Yang penting harganya masih bisa dijangkau, karena kami yang setiap hari naik motor pasti sangat terasa kalau harga BBM naik,” tandasnya.***








