BEBASBARU.ID, INTERNASIONAL – Pernyataan Presiden Donald Trump yang katakan dalam 2 hingga 3 minggu perang akan berakhir d jawab Iran dengan mengatakan itu hanya ilusi saja.
Sebab Iran yang selama ini di gempur Amerika Serikat dan Israel di sebut pemerintah Iran, berhenti atau tidak merekalah yang menentukan bukan kata-kata Donald Trump yang hana ngedon di Gedung Putih.
Donald Trump beberapa kali bilang kemampuan militer Iran sudah hancur, tapi faktanya rudal-rudal Iran justru makin masif hajar Israel dan pangkalan militer AS di Timteng.
Ini menandakan ucapan Donald Trump hanya kebohongan besar. Bahkan kini Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk pelayaran global, tetapi tertutup untuk musuh-musuh Iran.
Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, mengatakan bahwa akhir perang akan ditentukan oleh strategi Iran daripada ‘ilusi’ para musuhnya.
“Perang akan berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan khayalan dan ilusi para agresor,” katanya di X, Kamis (02/04/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih bahwa Iran hanya memiliki sedikit peluncur rudal dan bahwa kemampuannya untuk meluncurkan rudal dan drone telah sangat berkurang.
Trump mengatakan dia memperkirakan perang akan berlanjut selama dua hingga tiga pekan lagi, tetapi percaya konflik tersebut telah mendekati akhir.
Di lain pihak, Iran telah mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz—jalur perairan strategis untuk pasokan energi ke negara-negara Asia. Teheran telah mengizinkan kapal-kapal dari sejumlah “negara sahabat” Iran untuk melintasi Hormuz.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan lebih dari 1.340 kematian, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan Iran menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.***








