BEBASBARU.ID, KRIMINAL – Setelah gadis open BO bingung dijadikan tersangka, atas tewasnya Brigadir M Nurhadi, kini muncul pengakuan baru dari istri korban.
Adalah Elma Agustina (28), istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi, masih larut dalam duka mendalam atas kehilangan suami tercinta.
Dikutip BEBASBARU.ID dari tribunnews.com, Sabtu (12/07/2025), Nurhadi ditemukan tewas secara tragis di kolam renang salah satu vila di Gili Trawangan.
Saat tengah menjalani tugas mendampingi dua atasannya, Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Suchandra.
Di kediamannya yang berada di Desa Sembung, Narmada, Lombok Barat, Elma membagikan momen terakhir bersama suaminya.
Ia mengingat jelas panggilan video yang dilakukan pada Rabu, 16 April 2025 pukul 16.00 WITA.
“Begitu dia sampai di Gili Trawangan, di dalam kamar dia video call. Dia tanyakan anak-anak, tidak ada masalah apa-apa, sama sekali tidak ada.”
“Waktu dia video call, dia kelihatan masih segar dan sehat,” ungkap Elma kepada Kompas.com pada Jumat (11/7/2025) malam.
Setelah panggilan itu, sang putra kedua sempat mencoba menghubungi Nurhadi kembali setelah Maghrib, tepatnya pukul 17.00 WITA. Namun tak satu pun panggilan yang diangkat.
“Anak saya menelepon sekitar tiga kali, aktif tapi tidak diangkat-angkat. Akhirnya datang kabar buruk itu pada Kamis, 17 Mei 2025, pukul 02.00 WITA,” tambahnya.
Elma masih belum bisa menerima kenyataan. Sebelum berangkat, Nurhadi sempat berpamitan dan bahkan masih sempat bercanda seperti biasa.
Ia menyampaikan bahwa dirinya hanya akan mengantar atasannya ke Gili Trawangan untuk tugas. Yang membuat hati Elma kian tersayat adalah berbagai spekulasi dan pernyataan terkait penyebab kematian sang suami.
Ia menegaskan bahwa Nurhadi tak pernah memiliki masalah di kantor dan tidak mungkin terlibat dalam pesta liar seperti yang disebutkan.
“Merokok saja dia tidak bisa, apalagi memakai obat-obatan dan minum minuman keras. Itu sama sekali tidak benar. Saya merasa dia dicekoki, dipaksa,” kata Elma dengan suara bergetar menahan tangis.
Tak hanya itu, Elma juga disudutkan dengan tuduhan menerima uang ratusan juta rupiah dari tersangka agar kasus ini tidak dipermasalahkan. Tuduhan itu ia bantah keras.
“Itu semua fitnah. Saya tidak akan menukar nyawa suami saya dengan uang. Tidak pernah ada uang 400 juta itu, demi Allah. Seperti apa yang 400 juta saja tidak pernah saya lihat,” tegasnya.
Kini, Elma harus menjalani hari-hari tanpa sosok suami, sambil membesarkan dua anak laki-laki mereka.
Putra sulungnya baru berusia lima tahun, sementara si bungsu baru saja berumur empat bulan ditinggal sang ayah ketika masih berusia satu bulan.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda NTB mengungkap bahwa kematian Brigadir Nurhadi bukan kecelakaan biasa.
Satu hal yang janggal, ada momen krusial yang tidak terekam CCTV di lokasi kejadian.
Direktur Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat mengungkapkan momen krusian itu berlangsung antara pukul 20.00 hingga 21.00 Wita.
Dalam satu jam itu, tidak ada satu pun rekaman CCTV yang menangkap aktivitas di lokasi.
Penyidik menduga rentang waktu itu menjadi momen krusial terjadinya dugaan pencekikan.
“Sehingga space (jarak) waktu ini patut diduga tempat terjadinya (pencekikan), seperti yang disampaikan hasil ekshumasi, karena ada faktor sebelumnya diberikan sesuatu yang seharusnya tidak dikonsumsi tapi dikonsumsi,” jelasnya, Syarif, dilansir dari Kompas.com.
Dugaan penganiayaan ini terjadi di Villa Tekek, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, saat mereka berpesta pada Rabu (16/4/2025).
“Dari penjelasannya yang satu, mereka (tersangka dan korban) ke sana (Gili Trawangan) untuk happy-happy dan pesta,”
Sampai saat ini, penyidik belum mendapatkan pengakuan dari para tersangka terkait kamatian Brigadir Nurhadi.
Meski begitu, penyidik telah melakukan pemeriksaan menggunakan alat poligraf (detektor kebohongan) yang menunjukkan bahwa sebagian besar keterangan para tersangka tidak jujur.
“Ini yang masih kami dalami, sampai hari ini kita belum dapatkan pengakuan,” ujar Syarif.
Diketahui, Polda NTB telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, Yakni, Kompol I Made Yogi Purusa Utama Ipda Haris Chandra serta wanita beirnisial M yang turut ikut liburan di Gili Trawangan. ***