BEBASBARU.ID, TABALONG – Tabalong, Kalimantan Selatan mulai sore, Jumat (23/10/2026) hari ini, hingga malam ini di selimuti kabut pekat, selain jarak pandang yang terbatas, kurang dari 50 meteran.
Juga bau sangat pekat dari asap kebakaran sangat menyengat, menandakan lokasi kebakaran lahan dan hutan sangat dekat di Tabalong saat ini.
Beberapa warga yang di wawancara mengakui, selain baunya yang bikin pusing kepala, juga akibat asap ini mata sangat perih.
“Asapnya masuk ke rumah, hari ini (Jumat) sore, asap sangat pekat, dada jadi sakit, masker tidak begitu menolong,” ungkap U’un (25), seorang warga yang di temui BEBASBARU.ID.
Bahkan kualitas udara di Kabupaten Tabalong masuk dalam kategori berbahaya dengan nilai partikel halus PM2.5 mencapai 350 hingga menembus angka di atas 400 berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).
Menurut laporan dari BPBD Tabalong, kabut asap pekat ini merupakan kiriman akibat pergerakan angin dan bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal.
Kondisi ini menyebabkan jarak pandang di jalan raya (termasuk Jalur Trans Kalsel-Kaltim di Kota Tanjung) sangat terbatas di bawah 1 kilometer.***
Dampak dan Kondisi di Lapangan:
• Jarak Pandang: Menurun drastis hingga mengganggu arus lalu lintas dan kendaraan di jalan raya.
• Kategori Udara: Berstatus berbahaya bagi kesehatan manusia.
• Aktivitas Warga: Dibatasi akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti pusat kota Tanjung dan sekitarnya.







