BEBASBARU.ID, INVESTIGASI – Usai aksi demo yang makin memanas dan meluas, seluruh anggota dewan di kabarkan panik, sebab mereka ketakutan akan jad sasaran amuk massa yang marah.
Hal itu terbongkar dari isi chat grup anggota dewan yang jadi sasaran amukan masyarakat di seluruh Indonesia.
Demo DPR RI yang baru-baru ini dilakukan oleh masyarakat memang menyuarakan keresahan dan kekecewaan terhadap anggota dewan.
Anggota DPR terus mendapat sorotan publik dari berbagai latar belakang, bahkan kini sudah memakan 4 korban jiwa, setelah Ojol Affan Kurniawan, di DPRD Makasar Sulsel, juga dikabarkan ada 3 korban jiwa yang terjebak kebakaran di gedung itu tadi malam Jumat (29/08/2025).
Aksi demo yang dilakukan di Senayan, dipicu usai munculnya kebijakan baru terkait tunjangan rumah yang akan diberikan oleh anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulannya.
Sejumlah komentar dari para anggota dewan perwakilan rakyat tersebut dinilai tidak rasional dan kritik publikpun seolah hanya dipandang sebelah mata.
Tak hanya itu, bahkan anggota DPR terekam kamera berjoget ria di kantor setelah agenda rapat dan mendapat sorotan tajam dari warganet.
Setelah dikecam publik dan kelakuan mereka jadi sorotan, para anggota dewan ini mulai menghilang satu persatu.
Bahkan ada juga himbauan khusus agar mereka bekerja dari rumah dan sementara waktu menghilang terlebih dahulu.
Kondisi tersebut diungkap oleh salah satu anggota DPR baru-baru ini.
Menanggapi hal ini, Pasha Ungu selaku anggota DPR sekaligus seorang artis mengungkap situasi grup chat saat terjadi demo dan situasi publik mulai memanas.
Dilansir pada melalui podcast milik Denny Sumargo, Pasha Ungu tampak mengungkap situasi di grup chat anggota DPR.
“Ini jujur, kejadian ini di grup WA DPR sudah chaos, rame,” ungkap Pasha Ungu dalam podcast tersebut.
Pasha Ungu juga mengungkap situasi menjadi semakin chaos setelah publik berdemo di depan Gedung DPR sejak tanggal 25 Agustus 2025.
Senayan dan para anggota DPR mulai ramai membahas alur keluar-masuk gedung agar tetap aman dari amukan massa.
“Semua harus saling menjaga, hati-hati ada demo. Bahkan, sudah ada kira-kira demo di sini, nanti keluarnya lewat mana itu sudah dibicarakan untuk keamanan bukan karena takut,” tegas Pasha Ungu mengungkap hal itu.
Pasha Ungu juga mengungkap, ia mengambil hikmah atas kejadian ini dimana para anggota dewan seharusnya lebih memperhatikan ucapan dan tindakannya agar tidak memicu kemarahan dan kritik pedas dari publik.
“Ini sebagai catatan buat kita, teguran buat kita DPR sebagai figur publik memang harus lebih awas membeirkan statement, bicara apalagi yanng ada kaitannya dengan kepentingan publik. Jadi memang harus hati-hati,” ungkap Pasha Ungu.***