BEBASBARU.ID, BALANGAN – Keluhan warga di Kecamatan Paringin dan Paringin Selatan memuncak setelah layanan air bersih dari PDAM Balangan terhenti total selama tiga hari terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga dan usaha mikro di kedua wilayah tersebut lumpuh.
Ketidakpuasan mendalam dirasakan oleh para pelanggan yang merasa dirugikan secara materi maupun waktu. Gangguan yang terjadi kali ini dianggap bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan masalah berulang yang belum kunjung menemui solusi permanen.
Seorang warga Paringin Selatan di Perumahan Balai Pangeran, mengungkapkan kekesalannya karena gangguan distribusi air terjadi terlalu sering dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami sangat kecewa. Air mati selama dua hari ini benar-benar menyiksa, apalagi untuk kami yang punya anak kecil. Masalahnya, gangguan seperti ini bukan sekali dua kali terjadi, tapi sudah sering. Sebagai pelanggan yang taat bayar, kami merasa sangat dirugikan karena pelayanan tidak sebanding dengan kewajiban yang kami penuhi,” ujarnya dengan nada kecewa. Dini hari (23/2/2026)
Melihat kondisi warga yang kesulitan, tim Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan bergerak menyisir lorong-lorong pemukiman di Paringin dan Paringin Selatan. Mobil tangki dikerahkan untuk mengisi tandon-tandon warga serta wadah penampungan darurat yang sudah disiapkan di depan rumah.
Meskipun bantuan air bersih telah datang, warga tetap berharap distribusi air pipa segera normal kembali. Bagi mereka, bantuan tangki hanya bersifat sementara dan tidak mampu mencukupi seluruh kebutuhan domestik jika gangguan terus berlanjut hingga hari keempat.







