BEBASBARU.ID, SEPAKBOLA – Tiga bertanding tanpa ada Cristiano Ronaldo, Timnas Portugal malah makin trengginas, semua musuh di buat keok.
Kini tudingan, kalau rata-rata pemain Timnas Portugal tidak mendukungnya karena faktor iri jadi kenyataan.
“Saat Ronaldo main, rata-rata pemain Portugal ogah kasih umpan, dan mainnya terkesan ogah-ogahan, tapi begitu Ronaldo absen, semua pemain mainnya bagus,” komentar netizen.
Kini, begitu Cristiano Ronaldo cabut, semua kelabakan, bahkan Presiden Federasi Sepakbola Portugal (FPF) menilai pantas mendapat penghormatan. CR7 diakuinya sebagai ikon negaranya.
Masa depan Ronaldo di jadi spekulasi. Hal ini menyusul keputusannya meninggalkan kamp latihan Selecao das Quinas pekan lalu.
Ronaldo merasa dikhianati yang tak memainkannya dalam laga kontra Norwegia. Pemain berusia 41 tahun itu kabarnya juga kecewa dengan kata-kata sang pelatih saat sesi jumpa pers.
Pedro Proenca sempat terbang ke Kopenhagen untuk memediasi Ronaldo dan Jesus. Namun, CR7 tetap bersikukuh dengan keputusannya cabut dari kamp dan terbang ke Madrid menggunakan pesawat pribadi.
Di mata Proenca, perseteruan antara Ronaldo dan Jesus hanyalah kesalahpahaman semata. Dia menegaskan bintang Al Nassr itu bisa tetap menjadi bagian skuad Portugal.
“Kita berbicara tentang pemain terbaik sepanjang masa, pemain yang telah memberikan lebih dari dua dekade untuk sepakbola Portugal. Cristiano Ronaldo saat ini mewakili simbol terbesar identitas Portugal, kita harus memberi penghormatan kepada Cristiano Ronaldo,” kata Proenca, dikutip dari A Bola.
“Dia berada di Tim Nasional atas prestasi olahraganya sendiri dan itu sama sekali tidak perlu dipertanyakan. Ia akan selalu menjadi bagian dari kelompok kerja ini selama ia masih mampu secara teknis,” dia menambahkan.
“Cristiano tahu itu, ia sadar itulah perasaannya. Mengenai hal spesifik ini, izinkan saya mengatakan bahwa kami menghadapi kesalahpahaman yang harus diselesaikan secara internal,” ujarnya.
Timnas Portugal tetap melanjutkan tren positif meski ditinggal Ronaldo. Joao Felix cs menang atas Denmark dan Norwegia, sekaligus mengunci tiket ke perempatfinal UEFA Nations League.***








