BEBASBARU.ID, SEPAKBOLA – Nasib sial di alami skuad Jose Mourinho, sempat menjanjikan di tiga laga awal, kini Real Madrid harus rela tahta mereka di ambil alih seteru abadi Barcelona.
Itu terjadi setelah Real Madrid gagal melanjutkan tren kemenangan di Liga Spanyol awal musim ini setelah kalah di markas Real Betis.
Armada Jose Mourinho melakoni pekan keempat LaLiga dengan bertandang ke Andalusia. Main di Stadion Benito Villamarin, Jumat (4/9/2026), Real Madrid takluk dalam pertandingan penuh tensi dan drama oleh Real Betis.
Hasil ini membuat start kencang Los Blancos tersendat. Streak kemenangan yang terbangun dalam tiga pekan perdana harus terhenti.
Sebelumnya, anak asuh Mourinho memborong kemenangan atas Espanyol (2-1), Sociedad (4-1) dan Malaga (4-0). Tantangan kali ini di Betis berbeda. Kylian Mbappe dkk harus meladeni pertahanan berani mati racikan pelatih gaek Manuel Pellegrini.
Monster utama di lini depan Madrid, Mbappe, bak digerendel. Khususnya pada fase-fase awal pertandingan, pergerakannya diawasi ketat oleh Natan dkk.
Sebaliknya, Betis melalui manuver Antony dkk seringkali merepotkan pertahanan Los Blancos. Peluang penting pertama Los Verdiblancos dicatat Antony saat tembakan jarak jauhnya ditangkap lengket oleh Thibaut Courtois.
Gantian madrid mengancam saat sodokan kaki Dean Huijsen di muka gawang ditepis secara luar biasa oleh gerakan refleks kiper Alvaro Valles.
Peluang emas berikutnya dari Madrid mentah. Vinicius terlambat menyambut umpan Arda Guler sehingga tembakannya cuma membentur kena tiang.
Betis harus mendapatkan kerugian setelah bek Diego Llorente mengalami cedera hidung karena bertabarakan dengan rekan setim, Marc Roca.
Sembari berdarah-darah, ia terpaksa ditarik keluar pada menit ke-39 untuk digantikan Marc Bartra. Kemudian Antony pamer aksi ajaib dengan melakukan juggling di kotak penalti Madrid yang berujung umpan matang bagi Cucho Hernandez.
Sayang, tembakan Cucho dari posisi bebas mengirim bola ke sisi luar gawang Courtois. Mbappe mulai mendapatkan celah menjelang istirahat saking ketatnya pengawalan musuh.
Berada dalam posisi ideal saat menerima umpan tidak egostis dari Vinicus, bintang Prancis itu mendapati dua tembakan beruntunnya diblok secara brilian oleh Natan dan Bartra.
Dua peluang terakhir Madrid di babak pertama gagal menemui hasil. Sundulan Jude Bellingham dimentahkan kiper Valles, disusul tandukan Huijsen yang mencium mistar gawang.
Masuk babak kedua, Mbappe masih kesulitan memecah telur. Kembali peluang bagusnya mentah. Tinggal menghadapi kiper, bola tembakannya gagal lolos dari adangan Valles.
Kegagalan Real Madrid memanfaanfaatkan segunduk peluang berakibat fatal. Mereka kebobolan melalui skenario paling dihindari; sepak pojok.
Sebuah korner yang melayang dari sisi kanan ditanduk pemain Betis dan berhasil diblok Courtois. Apes bagi Madrid, halauan sang kiper jadi bola muntah yang disambar Troy Parrott.
Skor berubah 1-0 bagi keunggulan Betis. Mourinho merespons. Ia memasukkan Carlos Espi untuk menggantikan Fede Valverde. Pemuda 21 tahun ini adalah sosok pencetak gol kemenangan Madrid atas Espanyol di menit-menit akhir.
Espi nyaris melakukannya lagi di Betis. Hanya lima menit usai masuk, dia menjebol gawang musuh dengan tembakan akrobatik setelah diumpan Vinicius.
Awak Madrid bersorak, tapi apes, hanya untuk menerima kenyataan gol tersebut dianulir wasit karena diwarnai offside. Drama belum kelar. Madrid mendapatkan tendangan penalti di menit ke-90+3 setelah Vini dijatuhkan lawan.
Eksekusi Mbappe gagal menyamakan skor karena digagalkan Valles dan Madrid pun keok untuk pertama kalinya musim ini.
Madrid belum selesai mengancam. Valles kembali mementahkan peluang emas yang diawali sepak pojok. Tanpa gol di sisa waktu, Madrid harus menerima fakta keok pertama kali musim ini.***







