Bebasbaru
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung
No Result
View All Result
Bebasbaru
No Result
View All Result
Home Kriminal

Dilaporkan Sejak 2024, Baru Polisi dan Kemenag Tutup Setelah Geger Pencabulan AS Si Pemilik Ponpes di Pati

Kasus itu bermula ketika ada korban yang telah lulus melaporkan dugaan tindakan kekerasan seksual yang dialaminya.

admin_bebasbaru by admin_bebasbaru
4 Mei 2026
in Kriminal
Dilaporkan Sejak 2024, Baru Polisi dan Kemenag Tutup Setelah Geger Pencabulan AS Si Pemilik Ponpes di Pati

Kyai AS makin aki-aki makin gila, 50 santriwati jadi korban pencabulannya di Ponpes miliknya (dok, tangkapan layar)

189
SHARES
1.5k
VIEWS

BEBASBARU.ID, KRIMINAL – Kasus pencabulan di ponpes yang kembali gegerkan publik, sekaligus membuat warga marah bukan main, sebab ini justru di lakukan di ponpes yang notabene agama belajar agama.

Di kutip dari CNN Indonesia, Senin (04/05/2026), pengasuh sekaligus pendiri pondok pesantren (ponpes) di Pati, Jawa Tengah, inisial AS, ditetapkan tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati.

Baca Juga

Ngaku Dipaksa Injak Alqur’an, Ini Motif Dua Wanita Lakukan Penistaan Agama

Ternyata Sindikat Riza Chalid+Oknum Petral Pertamina Biang Kerok Harga BBM Naik!

Polisi memanggil AS pada akhir pekan lalu untuk diperiksa sebagai tersangka.

Kasus itu terungkap setelah ada korban yang telah lulus buka suara atas perlakuan tak senonoh dari pendiri yang juga pengasuh ponpes di Pati tersebut. Dugaan kekerasan seksual itu lalu dilaporkan pada September 2024 silam.

Kepala Dinsos P3AKB, Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan kasus itu bermula ketika ada korban yang telah lulus melaporkan dugaan tindakan kekerasan seksual yang dialaminya. Pihaknya pun mendampingi satu korban yang melapor pada September 2024 lalu.

“Tugas kami mendampingi korban, jadi korban melaporkan satu orang. Mungkin korban melaporkan ada teman- teman yang lain tapi yang melaporkan baru satu orang kepada kami,” kata Aviani kepada wartawan ditemui di kantornya, Kamis (30/4) dikutip dari detikJateng.

Dia mengatakan ketika itu korban diberikan pendampingan dari Dinsos Pati. Berjalannya waktu perkara ini pun telah dilaporkan kepada polisi. Akan tetapi, terduga pelaku tidak kunjung ditangkap.

Menurutnya korban mengalami gangguan psikis karena korban memendam derita yang dialaminya selama bertahun-tahun. Korban baru berani melaporkan kepada Dinsos P3AKB setelah lulus dari pondok pesantren.

“Psikis anak terganggu, korban berani melaporkan karena sudah keluar dari ponpes, tidak di dalam sana. Mereka pendam sudah lama, sampai lulus baru berani melaporkan kepada kami dan polisi,” ungkap dia.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hartono juga mengatakan korban waktu itu melaporkan kepada Dinsos Pati 2024 silam. Namun, selang setahun, perkara ini tidak ada perkembangan.

“Tahun kemarin 2025, bapaknya datang bertanya perkembangan kasus ini, karena sejak 24 September 2024 kemudian sampai September 2025–setahun–kasusnya belum ada perkembangan,” jelas Hartono kepada wartawan di kantornya pekan lalu.

Menurutnya baru Senin (27/4) lalu akhirnya adanya olah tempat kejadian perkara dari kepolisian. Ada 4 titik yang menjadi lokasi olah tempat kejadian perkara seperti asrama putri, ruang pembelajaran, dan ruang kiai ada dua tempat.

“Ada empat lokasi olah tempat kejadian perkara, di lokasi asrama putri, pembelajaran, ruang kiai ada dua tempat,” jelasnya.

Mendengar kabar tersebut, warga pun marah dan menggeruduk pondok pesantren yang berada di wilayah Tlogowungu, Kabupaten Pati tersebut, Sabtu (2/5).

Aksi ini sempat memanas setelah massa yang tergabung Aliansi Masyarakat Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) dan warga setempat meminta agar perwakilan ponpes keluar menemui massa. Selepas demo, massa pun memasang sejumlah poster besar di halaman depan ponpes.

Tulisannya seperti “perempuan bukan objek seksual”, “Ashari Predator Seks”, hingga “pondok tempat belajar bukan tempat kurang ajar”.

Status tersangka

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan pendiri ponpes dengan inisial AS itu sebagai tersangka kekerasan seksual dengan dugaan telah memerkosa dan mencabuli puluhan santriwati.

“Untuk perkara dari Polsek yang menangani langsung dari Satreskrim Polresta Pati di unit PPA. Informasi yang kita dapat bahwa kasus ini tahap penetapan tersangka kemudian menunggu proses lebih lanjut,” kata Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid ditemui di lokasi selepas aksi demo di ponpes, Sabtu lalu dikutip dari detikJateng.

Dia mengatakan pelaku AS telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan.

“Pelaku sudah menjadi tersangka, kemarin kita ketemu dengan Unit PPA Sat Reskrim Polresta Pati menyatakan bahwa proses saat ini telah penetapan tersangka,” jelas Mujahid.

“Penahanan belum dilakukan. Untuk info lanjut menunggu rilis dari Polresta Pati,” lanjut dia.

Terpisah, sehari kemudian Polreta Pati menyatakan telah memanggil pendiri ponpes itu untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Jadi terkait penetapan tersangka, itu ditetapkan tersangka pada 28 April 2026, untuk langkah selanjutnya kita lakukan pemanggilan (hari ini). Nanti kita konfirmasi penyelidikan dan akan kita sampaikan kepada media dan masyarakat,” kata Kabag Ops Polresta Pati, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, saat konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (3/5) dikutip dari detikJateng.

Yofi mengaku ada kendala penanganan perkara ini. Namun, ia tidak menyampaikannya secara detail.

“Tentunya pada dasarnya perkara ini terus berlanjut. Meski ada kendala, akan kami sampaikan nanti dan itu sudah kami atasi, tetapi intinya perkara berlanjut dan sampai tahap akhir,” jelasnya.

Ponpes ditutup Kemenag

Kementerian Agama (Kemenag) telah menutup pondok pesantren di Tlogowungu Pati usai temuan kasus pemerkosaan puluhan santriwati. Para santri akan dipindahkan ke ponpes lain di Pati.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, AS mendirikan ponpes yang berada di Kecamatan Tologowungu tersebut pada 2021.

“Izin operasional sejak tahun 2021 sampai hari ini,” kata Syaiku di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu.

Meski berstatus sebagai pendiri ponpes, Syaiku mengatakan AS ternyata tidak masuk ke dalam struktur kepengurusan ponpes.

“Pelaku itu tidak masuk dalam struktur pondok, izinnya itu dari pelaku AS ini, tapi pelaku tidak masuk sebagai pengasuh, ustaz juga tidak. Statusnya sebagai pendiri (ponpes),” ujarnya.

Syaiku, mengatakan telah memberikan tiga keputusan atas kejadian dugaan pencabulan di ponpes Pati oleh oknum pengasuh ponpesnya.

“Dari Dirjen Pesantren Kementerian Agama ada tiga rekomendasi. Pertama menutup sementara artinya pada tahun pelajaran ini tidak boleh menerima santri baru, kedua opsinya pengasuh itu memang sudah harus terpisah di yayasan artinya tidak di yayasan itu. Rekomendasi ketiga kalau memang poin kesatu, kedua tidak diindahkan maka Kementerian Agama akan menutup permanen,” kata Syaiku.

Syaiku mengatakan ponpes itu memiliki 252 santri. Terdiri dari 112 santriwati dan sisanya santri.

“Jenjang sekolah mulai dari RA , MI, SMP ,dan MA. Tidak hanya sekolah di bawah Kementerian Agama tapi dinas lain,” jelas dia.

Syaiku mengatakan untuk siswa MI kelas 6 yang sedang menjalani ujian akan tetap melaksanakan tes dengan didampingi oleh para guru dan Kemenag Pati.

“Untuk teman-teman siswa masih kelas 6 MI karena besok Senin itu mulai ujian sampai 12 Mei 2025 anak kelas 6 tetap di situ dengan didampingi oleh gurunya,” jelas dia.***

Tags: Jawa TengahPatipencabulanponpestersangka

Post Terkait

Ngaku Dipaksa Injak Alqur’an, Ini Motif Dua Wanita Lakukan Penistaan Agama
Kriminal

Ngaku Dipaksa Injak Alqur’an, Ini Motif Dua Wanita Lakukan Penistaan Agama

15 April 2026
Ternyata Sindikat Riza Chalid+Oknum Petral Pertamina Biang Kerok Harga BBM Naik!
Kriminal

Ternyata Sindikat Riza Chalid+Oknum Petral Pertamina Biang Kerok Harga BBM Naik!

10 April 2026
Kasus Oknum Polisi yang Bunuh Selingkuhan di Banjarmasin, Eks Tunangan Sudah Curiga, Selinya Lebih dari Satu!
Kriminal

Kasus Oknum Polisi yang Bunuh Selingkuhan di Banjarmasin, Eks Tunangan Sudah Curiga, Selinya Lebih dari Satu!

7 April 2026
Modus Kapolres Bima AKBP Didik PK Minta Alphard, Tekan Kasat Narkoba Atau di Copot!
Kriminal

Modus Kapolres Bima AKBP Didik PK Minta Alphard, Tekan Kasat Narkoba Atau di Copot!

13 Februari 2026
Perwira Polisi Ini Buka Bobrok si Coklat, Gara-gara Terima Sogokan dari Bandar Narkoboy!
Kriminal

Perwira Polisi Ini Buka Bobrok si Coklat, Gara-gara Terima Sogokan dari Bandar Narkoboy!

13 Februari 2026
Lagi-lagi Warga Tanta Keciduk Obat Terlarang, Gembongnya Nggak Pernah Terungkap!
Kriminal

Lagi-lagi Warga Tanta Keciduk Obat Terlarang, Gembongnya Nggak Pernah Terungkap!

13 Februari 2026
Next Post
Kisah Dilan ITB 1997, Nostalgia Anak Tahun 1990 an Saat Reformasi Mau Bergulir

Kisah Dilan ITB 1997, Nostalgia Anak Tahun 1990 an Saat Reformasi Mau Bergulir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    Pelaku Pembunuh Pedagang Buah-Camelan di Pasar Tanjung Akun FB Najmi Lutffiyah Tertangkap

    753 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Heboh, Ayu Soraya Istri Ko Apex Ngaku Langsung Mual Lihat Rekaman Video Syur Dj Dinar Candy dengan Suaminya

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Bukan Eks Suami, Tapi Kerja Sebagai Pengangkut Buah Milik Korban, Tega Berbuat Sadis Karena Ini..!

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Video Syur Mirip Audrey Davis Anak David Naif Bikin Heboh, Ada 3 Klip Lohh!

    603 shares
    Share 241 Tweet 151
  • Heboh Video Selebgram Melon Gede Anastasya Khosasih di KDRT Kekasih, Tapi Netter Malah Bilang Gini!

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Industri Film Syur JAV Butuh Pemeran Pria, Lowongan Kerja Nih Bagi Pria Punya Burung Gede!

    468 shares
    Share 187 Tweet 117
  • Inilah Nama Caleg Dapil Murung Pudak yang Lolos ke DPRD Tabalong 2024-2029, Gerindra Raih 2 Kursi

    446 shares
    Share 178 Tweet 112
  • Berpulangnya si Mantri Ramah dan Kocak: Profil Mantri Ibur Korban Kecelakaan di Sungkai Ketika Hadiri Haul Guru Sekumpul

    438 shares
    Share 175 Tweet 110
  • Hasil Real Count Sementara DPRD Tabalong, Petahana Banyak Terpental, 6 Parpol Bersaing Unsur Pimpinan

    398 shares
    Share 159 Tweet 100
  • PT Adaro Energy Indonesia Tbk Buka Lowongan Baru, Ini Lokasi Kerjanya Kalau Diterima!

    381 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Alamat Redaksi: Jl. H. Badaruddin, RT 1, No. 69, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, 71561
  • Telpon-WA: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com

Category

  • Tokoh, Politik dan Investigasi
  • Post
  • Kriminal
  • Nasional dan Daerah
  • Internasional
  • Advetorial
  • Dunia Islam

Category

  • Otomotif
  • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olaharga & Gaya Hidup
  • Gosip
  • Film
  • Cerbung

Info Iklan

  • Telp: 0813-4839-3333
  • Email: bebasbaru@gmail.com dan rudin_bebas@yahoo.co.id
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2023 Bebas Baru
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
    • Tokoh, Politik dan Investigasi
    • Post
    • Kriminal
    • Nasional dan Daerah
    • Internasional
    • Advetorial
    • Dunia Islam
    • Otomotif
    • Tabloid
  • Lintas Kalimantan
  • Olahraga & Gaya Hidup
  • Hiburan
    • Gosip
    • Film
    • Cerbung

© 2018 JNews by Jegtheme.