BEBASBARU.ID, BULUTANGKIS – Perjuangan tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah ailas Ubed patut di acungi jempol, biarpun tangannya berdarah-darah, dia mampu juara.
Tak tanggung-tanggung, musuhnya adalalah kebanggaan tuana rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, pada final tunggal putra Thailand Masters 2026.
Ubed, kini menggenapi kemenangan wakil Indonesia di Nimibutr Stadium, Bangkok, Minggu (01/02/2026) hari ini.
Tunggal putra berusia 18 tahun itu menikung wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul, pada partai final Thailand Masters 2026.
Ubed menang tiga gim dalam tempo 77 menit dengan skor sangat ketat yakni 21-19, 20-22, 21-19.
Gim pertama langsung dibuka dengan rally 23 pukulan yang dimenangi Teeraratsakul setelah pukulan backhand Ubed menyangkut di net, 1-0.
Ubed membalas dengan dua smes menyilang untuk berbalik unggul, 2-1.
Sayangnya eror beruntun kemudian dilakukan Ubed sehingga tertinggal 4-2.
Teeraratsakul mendapat dukungan penuh dari suporter di Nimibutr Stadium termasuk pejabat Thailand yang beberapa kali tersorot kamera.
Hal tersebut tidak lantas menggoyahkan mental Moh Zaki Ubaidillah. Tunggal putra ranking 36 BWF itu terus memaksa kedudukan sama kuat hingga 8-8.
Permainan menyerang Teeraratsakul membuat Ubed kewalahan sehingga tertinggal saat interval 11-9. Ubed kemudian bangkit setelah jeda, eror beruntun dari Teeraratsakul membuatnya berbalik unggul 14-12.
Pebulu tangkis asal Madura itu sempat meminta jeda karena mengalami luka di jari kanan. Setelah mendapat perawatan, pertandingan dilanjutkan kembali dengan posisi Ubed masih unggul tipis 14-13.
Rally panjang kembali mewarnai permainan kedua pebulu tangkis yang ditutup netting gagal Ubed, 16-16. Adu drive terus terjadi antara kedua pasangan, Ubed yang sempat tertinggal 16-19 bisa memaksa skor kembali imbang 19-19.
Pengembalian servis Teeraratsakul yang gagal menyebrang net memberi kemenangan untuk Ubed, 21-19. Berlanjut ke gim kedua, Teeraratsakul langsung ngegas dengan permainan menyerang.
Tak tanggung-tanggung, lima poin beruntun dikantongi finalis Indonesia Masters tersebut sehingga unggul 5-0.
Ubed baru memecah kebuntuan setelah pukulan Teeraratsakul nyangkut di net, 5-1. Teeraratsakul terus menggempur Ubed hingga berselisih lima angka, 8-3.
Sempat mengejar, Ubed masih terpaut empat poin saat interval 11-7. Keberuntungan menaungi Teeraratsakul setelah pukulannya bergulir di net kemudian jatuh di area permainan Ubed, 16-10.
Bak kesetanan, permainan tenang Ubed memberinya tujuh poin beruntun untuk menikung 18-17. Setelah melalui deuce 20-20, perjuangan mati-matian Teeraratsakul memaksa rubber game setelah menang 22-20.
Memasuki gim ketiga, kedua pebulu tangkis muda ini masih bermain dengan intensitas tinggi hingga kedudukan sama kuat 6-6.
Ubed seperti sudah kehabisan tenaga hingga mendapat kartu kuning karena menunda permainan. Interval menjadi milik Teeraratsakul dengan selisih tiga poin, 11-8.
Ubed kembali mendapat perawatan setelah kulit sekitar jari kelingkingnya mengalami terluka dan berdarah. Momen tersebut justru membuat mental Ubed kembali membara.
Poin beruntun didapat Ubed untuk menyamakan skor 14-14. Ubed terus memberi perlawanan sengit, dropshot mematikannya berbuah championship point, 20-18.
Smes keras Ubed menutup permainan dengan skor akhir 21-19 pada gim ketiga. Ubed menggenapi dominasi Indonesia yang meraih juara di empat nomor berbeda.
Sebelumnya, tiga wakil telah mengamankan trofi yakni Tiwi/Fadia (ganda putri), Leo/Bagas (ganda putra), dan Adnan/Indah (ganda campuran).***







